Tutup Iklan

Pengumuman! Keraton Solo Kembali Tiadakan Gerebeg Maulud, Ini Alasannya

Keraton Solo tahun 2021 ini kembali meniadakan acara Grebeg Maulud untuk peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

 Ilustrasi kemeriahan Grebeg Maulud untuk memperingati hari lahir atau maulid Nabi Muhammd SAW di Kota Solo. (JIBI/Solopos/Dok.)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi kemeriahan Grebeg Maulud untuk memperingati hari lahir atau maulid Nabi Muhammd SAW di Kota Solo. (JIBI/Solopos/Dok.)

Solopos.com, SOLO — Keraton Solo kembali meniadakan prosesi Grebeg Maulud pada peringatan Maulid Nabi Muhammad tahun 2021. Kegiatan pasar malam Sekaten juga urung digelar karena pandemi Covid-19 masih membayangi kawasan Solo dan sekitarnya.

Kendati demikian, ritual adat lainnya guna menyambut peringatan Maulid Nabi Muhammad seperti jamasan dan wilujengan tetap berlangsung meski hanya digelar secara terbatas.

Pengageng Parentah Keraton Solo, KGPH Dipokusumo, mengatakan Grebeg Maulud maupun Sekaten terpaksa harus kembali ditiadakan tahun ini. Hal itu mengingat kedua kegiatan berpotensi menarik kerumunan massa yang tak sedikit.

Baca juga: Menghadirkan Semangat Sekaten, Pemkot Jogja Gelar Sekati YK Ing Mall

Menurut Gusti Dipo, peniadaan kegiatan merupakan perintah Paku Buwono (PB) XIII Hangabehi. “Perayaan pasar malam [Sekaten] dan Grebeg Maulud belum bisa digelar karena situasi belum memungkinkan,” ujarnya kepada wartawan, Senin (18/10/2021).

Gusti Dipo mengatakan upacara adat yang berhubungan dengan Maulid Nabi bakal digelar secara internal. Dia menerangkan prosesi jamasan pusaka hingga wilujengan rencana digelar dengan peserta sangat terbatas di lingkungan Keraton Solo. Dipo menyebut jamasan digelar di Bangsal Maligi.

“Untuk gunungan Grebeg akan diganti dengan selamatan [wilujengan], kemungkinan hanya melibatkan 50 sampai 100 orang,” ujarnya.

Tradisi menabuh gamelan pusaka, Kyai Guntur Madu dan Kyai Guntur Sari, selama tujuh hari saat sekaten Keraton Solo juga tidak akan dilaksanakan. Gusti Dipo mengakui keputusan meniadakan deretan prosesi tersebut cukup berat.

Baca juga: Cegah Covid-19, Keraton Solo Tiadakan Grebeg Maulud dan Sekatenan Tahun Ini

Namun dia meminta warga memaklumi kebijakan tersebut diambil demi mengantisipasi persebaran Covid-19. “Jangan sampai prosesi ini justru menambah kasus Covid-19 di Solo,” ujarnya.

Ini merupakan kali kedua Grebeg Maulud dan Sekaten tidak. Tahun lalu, agenda serupa juga tidak digelar Keraton Solo menyusul kasus Covid-19 yang mulai merebak.

 


Berita Terkait

Espos Premium

Berita Terkini

Sragen Waspadai Varian Omicron, Ini Antisipasinya

Sragen masuk wilayah algomerasi Soloraya sehingga semua daerah di Soloraya harus bareng-bareng dalam menentukan status PPKM dan yang menjadi dasar daerah terendah.

Yamaha Gear 125, Si Jago Tanjakan yang Irit BBM

Yamaha Gear 125 menaklukkan tanjakan dan kelokan di Selo, Boyolali, hingga Ketep Pass, Magelang, dalam city tour bersama vlogger, blogger, dan para jurnalis yang digelar Yamaha Putra Utama Motor Boyolali.

Waduh! Banyak Anjing di Soloraya Ditelantarkan dan Dibuang, ke Mana Ya?

Sahabat Anjing Surakarta (SAS) menemukan banyak anjing peliharaan di wilayah Soloraya yang dibuang dan ditelantarkan karena berbagai sebab.

Anak Gugat Ibu di Boyolali, Sertifikat Tanah Sengketa Dipastikan Sah

BPN Boyolali memastikan sertifikat tanah yang menjadi objek sengketa dalam kasus anak menggugat orang ibu kandung di Dukuh Klinggen, Desa Guwokajen, Kecamatan Sawit, sah.

Bangunan Pasar Legi Selesai 100%, Pedagang Siap Boyongan?

Pembangunan Pasar Legi Solo sudah selesai 100%. Bangunan pasar rencananya diserahkan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Solo pada akhir November 2021.

Lomba Menembak Internasional Meriahkan HUT ke-76 Brimob di Boyolali

Lomba menembak bertaraf internasional memperingati HUT ke-76 Brimob di Mako Brimob Boyolali di Gunung Kendil, Kecamatan Mojosongo, tak bisa dihadiri atlet luar negeri.

Rendengan, Atraksi Wisata Inisiatif Pokdarwis Pilangsari Sragen

Para pemuda yang tergabung dalam Pokdarwis Siwur Emas Desa Pilangsari, Gesi, Sragen, membuat event wisata dengan nama Rendengan di hutan jati seluas hampir 1 hektare.

1.200 Santri Ikuti Ujian Munaqosah Wisuda Akbar Klaten Menghafal #5

Ketua Panitia Ujian Munaqosah Klaten Menghafal, Dhohir Subagyo, menjelaskan kegiatan itu dimaksudkan untuk membumikan Al-Qur’an.

Minyak Goreng Curah Disetop pada 2022, Pemkab Sukoharjo Tunggu Regulasi

emerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo sudah mendapatkan informasi penyetopan peredaran minyak goreng curah pada 2022 dari pemerintah pusat.

Wuihhh, Warga Sragen Barter Mobil dengan 1 Pot Monstera Marmorata

Seorang pencinta tanaman hias asal Wonotolo, Gondang, Sragen, Eko Duta Flora, berani melakukan barter mobil Daihatsu Grand Max.

Longsor Landa Sejumlah Lokasi di Karanganyar, Ini Sebaran Titiknya!

Bencana tanah longsor kembali terjadi di Bumi Intanpari. Kali ini longsor terjadi di beberapa titik di wilayah Kecamatan Karangpandan dan Kecamatan Matesih, Sabtu (27/11/201) malam.

Ahli Waris Lahan Terdampak Tol Solo-Jogja Bikin Surat Kesepakatan

Pemerintah Desa Demakijo, Karangnongko, Klaten, berinisiatif membuat  dokumen surat kesepakatan bersama (SKB) ahli waris terdampak tol solo-jogja.

Antisipasi Bencana, Polisi di Sukoharjo Pangkas Pohon di Tepi Jalan

Polres Sukoharjo mengantisipasi terjadinya bencana hidrometeorologi dengan membantu memangkas dahan pohon dan membersihkan lingkungan sekitar Waduk Mulur.

Kali Mubeng Meluap Lagi, Rumah Warga Tasikmadu Karanganyar Tergenang

Beberapa rumah tergenang luapan Kali Mubeng di kawasan timur Pabrik Gula Tasikmadu, Desa Ngijo, Kecamatan Tasikmadu, Karanganyar, Sabtu (27/11/2021) sore.

Pembangunan Fly Over Palang Krapyak Klaten Baru Tahap Awal Perencanaan

Tim dari pemerintah pusat sudah mendatangi kawasan Palang Krapyak terkait rencana pembangunan fly over.