Peserta seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) mengamati hasil ujian computer assisted test (CAT) mereka di SMKN 2 Wonogiri, Wonogiri, Sabtu (23/2/2019). (Solopos-Cahyadi Kurniawan)

Solopos.com, WONOGIRI -- Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Wonogiri masih menunggu pengumuman dari Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) terkait pengumuman hasil seleksi rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Kepala Bidang (Kabid) Pengadaan Pemberhentian dan Informasi Aparatur (PPIA) Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Wonogiri, Wahyudi, mengatakan rencana pengumuman itu berulang kali datang namun tak kunjung ada realisasi.

Rencana pertama, pengumuman disampaikan pada 5 Maret namun batal. Kemudian disusul dengan surat dari Kemenpan RB yang meminta pemerintah daerah mengusulkan formasi yang dibutuhkan terlebih dahulu, sebelum pengumuman.

“Kemudian, rencana diumumkan pada 11 Maret. Tapi juga batal. Kami masih menunggu saja pengumuman dari Kemenpan RB dan BKN Jogja,” kata dia saat dihubungi Solopos.com, Minggu (24/3/2019).

Wahyudi menjelaskan Pemkab Wonogiri mengusulkan 215 orang PPPK untuk tiga bidang, yakni pendidikan, kesehatan, dan pertanian. Ke-215 orang itu adalah peserta yang lolos passing grade pada ujian tertulis berbasis komputer atau computer assisted test (CAT), 23 Februari lalu.

Secara terperinci, ke-215 itu meliputi 110 guru, 14 tenaga kesehatan, dan 91 penyuluh pertanian. “Hanya lolos passing grade yang kami usulkan. Hasilnya bagaimana kami mengikuti kebijakan panselnas [panitia seleksi nasional],” terang Wahyudi.

Menurut dia, kendati belum diumumkan secara resmi, peserta tes sudah mengetahui hasilnya apakah lolos atau tidak. Namun, Pemkab belum mengetahui bagaimana kebijakan Kemenpan RB terkait nasib peserta yang tidak lolos passing grade.

Pemkab hanya berharap mereka diperhatikan juga. “Kami berharap semua bisa terkaver. Peserta yang enggak lolos juga belum ada kebijakan apa pun. Sampai hari ini belum ada pemberitahuan lagi dari Kemenpan RB. BKN Jogja juga masih menunggu pengumuman dari Panselnas,” imbuh Wahyudi.



Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten