Pengumuman, Dinkes Sragen Siapkan Vaksinasi Covid-19 Dosis Keempat

Dinkes Sragen mulai menyiapkan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 dosis keempat. Belum ada keterangan pasti kapan vaksinasi dosis keempat mulai dilakukan.

 Seorang anak mengacungkan ibu jarinya saat disuntik vaksin Sinovac untuk dosis kedua di SD Integral Walisongo, Karangmalang, Sragen, Jumat (21/1/2022). (Solopos/Istimewa)

SOLOPOS.COM - Seorang anak mengacungkan ibu jarinya saat disuntik vaksin Sinovac untuk dosis kedua di SD Integral Walisongo, Karangmalang, Sragen, Jumat (21/1/2022). (Solopos/Istimewa)

Solopos.com, SRAGEN — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sragen mulai menyiapkan vaksinasi Covid-19 dosis keempat. Namun untuk tahapn awal, vaksinasi ini sebatas untuk tenaga kesehatan.

Hal ini sesuai dengan surat edaran (SE) Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes nomor HK.02.02/C.3615/2022 terkait pelaksanaan vaksinasi Covid-19 dosis keempat untuk tenaga kesehatan. Terkait persiapan pelaksanaan vaksinasi Covd-19 dosis keempat, Dinkes pada Rabu (3/8/2022) mengumpulkan kepala puskesmas dan direktur rumah sakit (RS) se-Kabupaten Sragen.

PromosiBorong Penghargaan, Tokopedia Jadi Marketplace Favorit UMKM

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sragen, Hargiyanto, mengatakan vaksinasi dosis ketiga di Sragen sejauh ini baru sebesar 21,86% atau 169.557 suntikan. Untuk vaksinasi dosis kedua sebesar 87,19% dengan total 676.385 suntikan, dan vaksinasi dosis pertama dengan persentase sebesar 92,38% dengan total 716.674 suntikan. Jika semua diakumulasikan maka capaiannya 100,71% atau total 1.562.616 suntikan.

“Untuk situasi Covid-19 di Kabupaten Sragen per Selasa (2/8/2022), terdapat enam pasien yang positif Covid-19 yang  dirawat, 30 pasien menjalani isolasi mandiri [isoman],” ujarnya, Rabu.

Baca Juga: Waspada, Covid-19 di Sragen Kembali Makan Korban Jiwa

Sebelumnya diberitakan, kasus Covid-19 di Kabupaten Sragen kembali memakan korban. Seorang pasien Covid-19 berusia 69 tahun asal Kecamatan Sambungmacan meninggal dunia.

Pasien berjenis kelamin lak-laki tersebut diketahui belum divaksin. Selain itu, ia juga memiliki komorbid atau penyakit penyerta berupa sakit jantung dan paru-paru.

Informasi adanya pasien Covid-19 yang meninggal dibenarkan oleh Hargiyanto saat dimintai konfirmasi Solopos.com, Sabtu (30/7/2022). “Pasien [yang meninggal dunia] itu statusnya belum divaksin. Oleh karenanya, warga yang belum divaksin, segera divaksin untuk memberikan daya imun terhadap virus Corona,” ujarnya.

Baca Juga: Sempat Nol, Muncul 4 Kasus Covid-19 di Sragen Begini Kondisinya

Ia juga mendorong warga yang belum mendapatkan vaksin dosis ketiga atau booster untuk segera mendatangi sentra pelayanan vaksin. Lebih lanjut Hargiyanto mengingatkan warga untuk tetap menerapkan protokol kesehatan dan memakai masker di tempat umum.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Espos Plus

      Dilema Hak Asasi Manusia, Destinasi Wisata Prioritas, dan Investasi

      + PLUS Dilema Hak Asasi Manusia, Destinasi Wisata Prioritas, dan Investasi

      Konflik antara pelaku wisata di Taman Nasional Komodo dengan aparat kepolisian pada Senin (1/8/2022) adalah akibat kebijakan pemerintah yang mementingkan urusan investasi dibanding mendengar aspirasi masyarakat yang langsung terdampak kebijakan.

      Berita Terkini

      Bandit Sosial Marak Terjadi di Klaten Tahun 1870-1900, Apa Itu?

      Istilah bandit mungkin sudah tidak asing di telinga masyarakat.

      Sambut HUT RI, Warga Binaan LP Kelas II B Klaten Lomba Makan Kerupuk

      Warga binaan pemasyarakatan (WBP) LP Kelas II B Klaten mengikuti aneka lomba di LP setempat, Jumat (5/8/2022).

      Pengumuman! Besok Pagi Hindari Simpang Joglo Solo, Ada Penutupan 1 Jam

      Bakal ada penutupan jalan kawasan Simpang Tujuh Joglo, Banjarsari, Solo, selama satu jam pada Rabu (10/8/2022) pagi.

      Bakar Daun Siang-Siang, Warga Perumahan di Jaten Karanganyar Waswas

      aksi bakar-bakar daun kering oleh warga di Desa Papahan, Tasikmadu, bikin warga lain di Perumahan, Desa Jati, Jaten, Karanganyar waswas. Mereka lantas meminta bantuan pemadam kebakaran untuk memadamkan api.

      Ada Raden Bagus Munyul di Situs Pringgoloyo Zaman Megalitikum Klaten

      Desa Sukorejo, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten diyakini menyimpan kawasan diduga situs peninggalan zaman megalitikum atau masa prasejarah.

      Pasar Hewan di Karanganyar Belum Juga Dibuka, Ada Apa?

      Disdagnakerkop UKM Karanganyar belum ada rencana membuka kembali pasar hewan yang sudah ditutup sejak Juni lalu.

      Upacara Detik-Detik Proklamasi di Karanganyar Digelar di Alun-Alun

      Pemkab Karanganyar memastikan menggelar upacara detik-detik proklamasi di Alun-Alun Karanganyar.

      Karanganyar Imbau Peternak Jaga Kebersihan Kandang Babi, Ini Tujuannya

      Pemkab Karanganyar mengimbau peternak babi memperhatikan kebersihan kandang mencegah penularan wabah PMK

      Kenapa Orang Solo Doyan Makan Sate Kambing & Tengkleng?

      Tahukah Anda kenapa orang Solo doyan makan aneka olahan kuliner kambing?

      Wow, Ada 9 Pasangan Suami-Istri di Sragen Maju di Pilkades 2022

      Ada 18 orang yang merupakan pasangan suami-istri yang maju dalam Pilkades serentak di Sragen.

      Kabar Duka, Kades Gladagsari Boyolali Meninggal Dunia

      Setelah menjalani perawatan di rumah sakit selama sepekan, Kades Gladagsari Edy Suryanto meninggal dunia di rumahnya.

      Ada Senjata Api di Daftar Aset Pemkot Solo, Ini Kenyataannya

      Laman resmi Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Kota Solo menyebutkan ada dua senjata api yang menjadi aset Pemkot Solo.

      Karyawan Pabrik Pergoki Api Menyala dari Rumah Warga Jetak Sragen

      Sumber api diduga berasal dari obat nyamuk yang menyalat kain di sekitar lokasi.

      Ditinggal Pergi, Dapur Rumah Warga Mandong Klaten Terbakar

      Kapolsek Trucuk AKP Sarwoko menjelaskan saat kejadian pemilik rumah tidak berada di tempat

      Sego Trondol Mbok Kam Boyolali Rp5.000, Beri Penasaran Pengunjung

      Sego Trondol Mbok Kam itu mirip nasi kucing dengan menu bandeng, mi, sambal, dan cap jay.