Tutup Iklan

Pengrajin Wonogiri Masih Menyimpan Berton-Ton Bahan Akik

Pengrajin Wonogiri Masih Menyimpan Berton-Ton Bahan Akik

SOLOPOS.COM - Pengrajin batu akik di Desa Dlepih, Tirtomoyo, Wonogiri, Atmo Karijo, menunjukkan batu akik koleksinya, Selasa (25/10/2016). (Rudi Hartono/JIBI/Solopos)

Seorang pengrajin batu akik di Tirtomoyo, Wonogiri, masih menyimpan berton-ton bahan akik.

Solopos.com, WONOGIRI — Pengrajin batu akik di Tirtomoyo, Wonogiri, masih menyimpan berton-ton cadangan bahan batu akik segala jenis.

Hal itu dilakukan karena mereka meyakini bisnis batu akik tidak akan pernah mati. Bahkan, batu akik dinilai bisa menjadi investasi yang sangat menjanjikan karena harganya diyakini akan kian melambung.

Pengrajin batu akik asal Desa Dlepih, Tirtomoyo, Hartono, saat ditemui Solopos.com di desanya, Selasa (25/10/2016), mengatakan bisnis batu akik sama halnya bisnis batu mulia lainnya.

Menurut dia, nilai ekonomi batu akik akan semakin tinggi seiring berjalannya waktu. Terlebih, batu akik yang berkualitas super, yakni yang memiliki tingkat kejernihan atau kekristalan mencapai 80 persen hingga 100 persen.

Selain itu, cadangan batu akik semakin terbatas. Para pemburu, yakni kolektor pun kian bergairah mencarinya.

Atas keyakinan itu Hartono tidak menjual seluruh batu akik dagangannya saat pasar sedang bagus beberapa waktu lalu. Dia tidak memungkiri saat pamor melejit, harga batu akik menjadi tinggi dan sangat menggiurkan.

Saat itu pernah dalam sehari usahanya beromzet hingga Rp200 juta. Jika dirata-rata omzet usahanya kala itu mencapai Rp300 juta/bulan.

Namun, Hartono tidak tergiur. Dia memilih menyimpan cadangan bahan batu akiknya, seperti fire opal asli dari Tirtomoyo, giok, bacan, jesper, karnitian, kristal amatis, fosil, dan sebagainya, untuk investasi masa depan.

Hingga sekarang dia juga terus membeli bahan batu akik berkualitas bagus jika ada orang yang menjual kepadanya. Dia menyebut cadangan bahan batu akik miliknya saat ini berton-ton.

Dia meyakini bisnis batu akik di masa akan datang lebih bergairah. Kalau dilihat di permukaan, lanjut dia, usaha batu akik memang tak seperti beberapa waktu lalu.

Saat itu pembeli ramai karena banyak orang yang mengikuti tren. Sebelumnya tidak kenal, tidak suka, menjadi suka. Saat berada di titik jenuh tren menurun, mereka tidak lagi berminat.

“Tetapi, tidak dengan para kolektor. Kolektor sekarang justru makin bergairah memburu akik berkualitas tinggi. Pasar untuk kolektor tetap stabil,” kata Hartono.

Banyak kolektor yang mendatanginya ingin membeli batu akik miliknya. Namun, dia hanya akan menjual akiknya kepada peminat yang benar-benar mengerti soal batu akik. Saat ini usahanya beromzet Rp30 juta-Rp40 juta per bulan.

Pengrajin batu akik lainnya di Tirtomoyo, Atmo Karijo, meyakini hal yang sama. Menurut dia, pasar batu akik akan terus hidup. Seiring berjalannya waktu nilai ekonomi batu akik akan kian tinggi karena jumlahnya terbatas.

Dia mencontohkan fire opal dari pegunungan Tirtomoyo yang beberapa waktu lalu masih banyak, saat ini sulit dicari. Cadangan batu di Tirtomoyo yang masih banyak adalah kecubung, agate, dan lainnya.

Batu-batu itu ada di pegunungan sekitar Khayangan, Desa Dlepih. Atmo meyakini semua batu dari pegunungan Khayangan bertuah.

Berita Terkait

Berita Terkini

Tenda Darurat di RSUD Tugurejo Diisi Pasien Berpenyakit Penyerta

RSUD Tugurejo Semarang terpaksa mendirikan tenda darurat untuk merawat pasien Covid-19 yang membeludak sehingga tak tertampung.

Sering Bersin Ciri Penerima Vaksin Kena Covid-19

Seseorang yang sudah mendapatkan vaksinasi Covid-19 masih harus tetap menghindari virus corona pemicu Covid-19.

Solo Bersiap Terapkan Jam Malam

Meningkatnya penularan virus corona di wilayah eks Karesidenan Surakarta membuat Pemkot Solo berencana menerapkan jam malam Covid-19.

Dompet Cekak, Mungkinkah Jakarta Disuntik Dana Sri Mulyani?

Dompet Jakarta terlampau cekak untuk menggerakkan iklim membangun sehingga harus mengharap disuntik dana dari Menkeu Sri Mulyani.

Korsel Gencarkan Vaksinasi, Jumlah Pasien Kritis Covid-19 Menurun

Korea Selatan atau Korsel menyatakan efek vaksinasi virus corona pencegah Covid-19 mulai terlihat pada penurunan jumlah pasien kritis.

Kendaraan Listrik Diramalkan Capai Puncak Penjualan 2033

Kendaraan listrik global diramalkan mencapai puncak penjualan tahun 2033 yang berarti lima tahun lebih awal daripada perkiraan sebelumnya.

Malaysia Targetkan Vaksinasi 60% Penduduk

Pemerintah Malaysia menargetkan dapat melakukan vaksinasi terhadap 60% penduduk dengan deadline akhir September 2021.

Panen Hadiah Simpedes BRI Klaten Diundi, Ini Nasabah Yang Beruntung Dapat Honda Mobilio

Bank BRI Cabang Klaten menggelar penarikan undian panen hadiah Simpedes periode II dengan hadiah utama satu unit mobil Honda Mobilio.

Kronologi Munculnya Klaster Takziah Covid-19 di Kabupaten Pasuruan

Satgas Covid-19 Kabupaten Pasuruan menemukan klaster takziah di Desa Dayurejo, Kecamatan Prigen. Ada 21 orang positif terpapar Covid-19.

Begini Perketatan Aktivitas Masyarakat Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali melakukan perketatan aktivitas masyarakat selama masa PPKM Skala Mikro.

Sinyal Ferdinand Sinaga Merapat ke Persis Solo

Seorang sumber Solopos.com menyebut peluang Ferdinand merapat ke Persis mencapai 90%.