Kategori: Sukoharjo

Pengrajin Jamu Gendong Asal Sukoharjo Tak Pulang Kampung, Sebelum Ramadan Sudah Kulakan Dulu


Solopos.com/R Bony Eko Wicaksono

Solopos.com, SUKOHARJO -- Sebagian pengrajin jamu asal Nguter Sukoharjo memilih tidak pulang ke kampung halaman saat Lebaran 2021. Mereka kulakan bahan baku jamu dalam jumlah besar untuk menambah stok jamu sebelum bulan puasa.

Ketua Koperasi Jamu Indonesia (Kojai) Sukoharjo, Suwarsi Moertedjo, mengatakan sebagian pengrajin jamu gendong yang merantau ke sejumlah daerah di Indonesia tidak pulang ke kampung halaman. Mereka mengikuti anjuran pemerintah untuk tidak pulang ke kampung halaman.

"Sebagian pengrajin jamu gendong tidak pulang kampung. Mereka sudah kulakan bahan baku jamu sebelum bulan puasa. Ada juga yang kulakan saat awal Ramadan," kata dia, Jumat (14/5/2021).

Baca Juga: Wuih! Ada Wahana Baru di Gunung Pegat Sukoharjo Loh

Wanita yang akrab disapa Moertedjo ini mengungkapkan biasanya, para pengrajin jamu yang merantau keluar daerah selalu pulang ke tanah kelahiran saat Lebaran. Para pengrajin jamu di luar Jawa pulang ke kampung halaman sekali dalam setahun yakni saat Lebaran.

Lantaran tren kasus Covid-19 belum berhenti dan larangan mudik mereka tidak pulang ke kampung halaman saat Lebaran. "Biasanya ada program mudik gratis yang diperuntukkan para penjual jamu gendong di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Sudah dua tahun Lebaran tidak ada lagi mudik gratis akibat pandemi Covid-19," kata dia.

Disinggung mengenai perkembangan bisnis empon-empon di tengah badai pandemi Covid-19, Moertedjo memyampaikan industri jamu melesat lantaran diburu masyarakat. Empon-empon seperti jahe dipercaya meningkatkan sistem imunitas tubuh. Hingga sekarang, masih banyak masyarakat yang memborong empon-empon yang menjadi bahan baku minuman.

Kampung Jamu di Nguter berdiri pada 1965. Kala itu, ada beberapa pengrajin jamu yang membikin racikan obat tradisional untuk mengobati penyakit. Mereka memanfaatkan berbagai tanaman herbal seperti jahe, kunyit, dan kunir sebagai bahan utama jamu herbal.

Baca Juga: Bhabinkamtibmas Catat ada 1.241 Pemudik Tiba Sragen

Jumlah pengrajin jamu makin bertambah seiring dengan tingginya permintaan jamu herba. “Selain menambah pernghasilan, para pengrajin jamu memiliki misi khusus yakni menjaga eksistensi warisan leluhur. Sebagai produk unggulan, jangan sampai minuman jamu punah ditelan peradaban,” kata dia.

Saat ini, jumlah pengrajin jamu gendong asal Nguter lebih dari 1.000 orang. Mereka tersebar di setiap daerah di Tanah Air. Sementara pengusaha jamu skala menengah hingga besar berjumlah sekitar 100 pengrajin. Mayoritas pengusaha jamu merupakan anggota Kojai Sukoharjo.

Share
Dipublikasikan oleh
Ahmad Baihaqi