Tutup Iklan
Kapolres Karanganyar, AKBP Catur Gatot Efendi, menunjukkan barang bukti dan tersangka kasus elpiji subsidi oplosan di Mapolres Karanganyar, Rabu (4/9/2019). (Solopos/Sri Sumi Handayani)

Solopos.com, KARANGANYAR -- Mantan karyawan Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPBBE) Jaten, -serang-anak-anak-sarang-tawon-di-tasikmadu-karanganyar-dimusnahkan" title="Sering Serang Anak-Anak, Sarang Tawon di Tasikmadu Karanganyar Dimusnahkan">Karanganyar, Arif Mustofa, 39, yang tertangkap polisi karena mengoplos elpiji mengaku belajar cara memindahkan gas dari tabung ke tabung lewat tayangan televisi.

Arif Mustofa yang merupakan warga Tasikmadu ditangkap polisi pada 29 Agustus lalu dan kini mendekam di sel tahanan Mapolres Karanganyar. Arif memindahkan isi tabung gas elpiji bersubsidi atau tiga kilogram (kg) ke tabung gas elpiji nonsubsidi atau 12 kg.

Empat tabung elpiji 3 kg menjadi satu tabung elpiji 12 kg. Dalam satu pekan, Arif menghasilkan 20 tabung elpiji ukuran 12 kg atau 80 tabung elpiji 12 kg dalam satu bulan. Aksi itu dia lakukan sejak Desember 2018.

Di hadapan polisi, Arif mengaku belajar cara memindahkan isi gas elpiji dari tabung satu ke tabung lain melalui tayangan di televisi. Saat itu, salah satu stasiun televisi menayangkan kasus serupa.

Pada salah satu segmen dijelaskan cara memindahkan isi gas elpiji dari satu tabung ke tabung lain. "Saya menyesal. Awalnya mau cari tambah-tambah [uang]. Tapi sekarang dipecat perusahaan," jelas Arif kepada wartawan saat konferensi pers ungkap kasus di Mapolres -viral-pelajar-jalan-kaki-10-km-di-karanganyar-gugah-warganet-sumbang-donasi" title="Video Viral Pelajar Jalan Kaki 10 Km di Karanganyar Gugah Warganet Sumbang Donasi">Karanganyar, Rabu (4/9/2019).

Arif memindahkan isi tabung gas elpiji 3 kg ke tabung 12 kg pada malam hari di kamar mandi. Selain ruangan lembap, Arif beralasan memilih kamar karena kalau meledak maka dia sendiri yang akan mati.

Satuan Reskrim Polres -keluarga-di-karanganyar-mengundurkan-diri-dari-program-keluarga-harapan" title="268 Keluarga di Karanganyar Mengundurkan Diri Dari Program Keluarga Harapan">Karanganyar menangkap aksinya pada Kamis (29/8/2019) pukul 22.00 WIB. Polisi menangkap Arif di rumahnya.

Penangkapan Arif merembet ke orang lain yang bertugas sebagai penjual yakni Sunaryo, 36, warga Kecamatan Kebakkramat. Dari dua tersangka itu polisi menyita sejumlah barang bukti di antaranya alat dari besi untuk memindahkan gas yang menyerupai alat suntik.

Selain itu timbangan gantung, uang sisa penjualan Rp160.000, 13 tabung gas ukuran tiga kg, 16 tabung gas ukuran 12 kg, satu unit mobil bak terbuka Mitsubishi Colt T pelat nomor AD 1669 RA, dan uang pembelian gas Rp1.150.000

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten