Tutup Iklan

Penghulu di Klaten Viral Setelah Membuat Surat Terbuka, Ini Isinya!

Sugiyanto menegaskan surat tersebut itu bukan sebagai komplain. Surat tersebut dia buat untuk menginformasikan serta memohon agar tes antigen untuk keperluan menikah bisa digratiskan.

 Ilustrasi pernikahan dini (istimewa)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi pernikahan dini (istimewa)

Solopos.com, KLATEN – Seorang penghulu di Klaten membuat surat terbuka yang ditujukan kepada Bupati Klaten, Sri Mulyani. Surat itu dia buat sebagai permohonan agar tes antigen yang menjadi salah satu syarat menikah digratiskan.

Surat terbuka itu beredar di media sosial Instagram @klatenkita, Senin (27/9/2021). Penulisnya adalah Sugiyanto, penghulu Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kemalang. Ketentuan syarat pelayanan menikah di KUA hingga kini masih mengacu pada SE Dirjen Bimas Islam No. P.002/DJ.III/Hk.007/07/2021 yang dikeluarkan pada 11 Juli 2021.

Baca Juga : 112 Pelajar dan 18 Guru di Klaten Di-Swab Antigen Saat PTM, Ini Hasilnya

Dalam aturan tersebut diatur tentang petunjuk teknis pelayanan nikah pada KUA selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Salah satu isi aturan tersebut yakni syarat melampirkan hasil negatif tes antigen sebelum pelaksanaan akad nikah dan berlaku minimal 1 x 24 jam.

Ibu Hj. Sri Mulyani yang kami banggakan, di lapangan kami mendengar tak sedikit warga masyarakat Klaten yang mengeluhkan kewajiban swab antigen bagi calon pengantin ini. Bukan saja karena tambahan biaya yang harus ditanggung (5 X Rp200.000,-) tetapi juga kenyataan bahwa puskesmas kecamatan tidak melayani sebagaimana yang dimaksud kecuali untuk keperluan pelacakan kontak erat, penegakan diagnosis, dan skrining COVID-19 dalam kondisi tertentu, sehingga terpaksa mencari RS, klinik dan sebagainya di luar wilayah bahkan hingga provinsi DIY,” tulis Sugiyanto pada surat terbuka tersebut.

Baca Juga: Tekan Persebaran Covid-19, Satpol PP Klaten Siap Patroli dan Tes Antigen Warga Berkerumun

Biaya itu akan menjadi lebih besar jika salah satu saksi atau keduanya terkonfirmasi positif Covid-19. Mereka harus mengeluarkan biaya lagi untuk penggantinya. Apalagi jika calon suami, calon istri, atau wali nikah terkonfirmasi positif. Pernikahan ditunda menunggu selesainya masa isolasi mandiri.

Setelah dinyatakan sehat dan hendak melaksanakan akad nikah, mereka harus mengulangi tes antigen untuk memastikan kondisi mereka terbebas dari Covid-19.

Di beberapa daerah di Jawa Tengah seperti Blora, Jepara, Pati, Pekalongan, Purworejo, Sragen, serta Boyolali sudah menggratiskan tes antigen bagi pihak calon pengantin di puskesmas masing-masing.

Baca Juga: Njomplang Banget, Data Kasus Covid-19 Klaten dengan Pusat Selisih Hingga 800 Orang

Atas kondisi itu, Sugiyanto mengusulkan agar bupati bisa membuat kebijakan serupa dengan menggratiskan tes antigen bagi calon pengantin di puskesmas masing-masing.

Ibu Hj. Sri Mulyani yang berbahagia, melihat realita di atas akan sangat menggembirakan bagi seluruh warga masyarakat Klaten jika di Kabupaten Bersinar ini segera diberlakukan ketentuan serupa. Menggratiskan swab antigen bagi pihak calon pengantin di puskesmas kecamatan masing-masing,” tulis Sugiyanto dalam surat terbuka itu.

Dikonfirmasi terkait surat terbuka tersebut, Sugiyanto membenarkan jika dirinya yang menulis. “Pertama, karena di lapangan saya mendengar keluhan sebagian warga harus mengeluarkan biaya untuk swab antigen.

Baca Juga: Swab Antigen Calon Pengantin di Klaten Positif Covid-19, Rencana Ijab Kabul dan Resepsi Dihentikan

Kedua, realitanya ada kabupaten yang bisa menggratisan swab untuk keperluan menikah di puskesmas kecamatan masing-masing,” kata Sugiyanto saat dihubungi Espos, Senin.

Sugiyanto menegaskan surat tersebut itu bukan sebagai komplain. Surat tersebut dia buat untuk menginformasikan serta memohon agar tes antigen untuk keperluan menikah bisa digratiskan.

“Kebijakan swab antigen sebagai syarat menikah itu bagus. Tetapi, akan lebih bagus lagi kalau dipermudah teknisnya dengan menggratiskan,” kata Sugiyanto.

Baca Juga: Nongkrong Berkerumun di Klaten, Siap-Siap Jadi Sasaran Swab Antigen

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Klaten, Ronny Roekmito, sudah mengetahui surat terbuka tersebut. Dinas Kesehatan masih melakukan kajian ihwal syarat calon pengantin wajib menyertakan hasil tes antigen masih diberlakukan atau tidak menyusul kasus Covid-19 yang terus menunjukkan tren melandai.

“Selain itu, Dinas Kesehatan juga masih berkoordinasi dengan Kemenag. Saat ini masih dalam proses kajian,” kata Ronny.


Berita Terkait

Berita Terkini

Dedy dan Suwardi Jadi Kandidat Kuat Ketua Kwarcab Pramuka Sragen

Nama Dedy Endriyatno dan Suwardi mencuat sebagai kandidat kuat Ketua Kwarcab Pramuka Sragen.

Vaksin AstraZeneca Tidak Diminati Lansia Klaten

Lansia di Klaten lebih suka vaksin Sinovac daripada vaksin AstraZeneca.

Round Up: Misteri Lorong Rahasia Bawah Tanah di Laweyan Solo

Pada masa Kerajaan Pajang, lorong bawah tanah di Laweyan, Solo, itu diperkirakan menjadi jalur distribusi candu.

Unik, Buah Belimbing Milik Warga Wonogiri Ini Berwarna Merah

Buah belimbing berwarna merah itu dibagikan oleh akun Instagram @tani_ndezo pada Sabtu (27/11/2021).

Penting Banget, Percepatan Layanan Deteksi HIV pada Ibu Hamil

Penularan HIV bisa terjadi dari ibu ke anak selama masa kehamilan, persalinan, dan menyusui.

Paling Rentan, Ada 2 Pasien Tuberkulosis-HIV di Wonogiri

Pasien TB-HIV bisa ditangani di Perawatan Dukungan Pengobatan (PDP) melalui 13 puskesmas dan empat rumah sakit di Wonogiri.

UMK Naik Tipis, Ibu Buruh Pabrik di Solo Rela Nyambi Bersihkan Makam

Seorang ibu yang juga buruh pabrik di Solo harus memutar otak supaya penghasilan selama sebulan cukup untuk menutup kebutuhan sehari-hari, salah satunya rela membersihkan makan demi dapat penghasilan tambahan.

Belum Vaksinasi, Sejumlah ODHA di Wonogiri Tak Siap Ditanya Petugas

Sejumlah ODHA yang belum divaksinasi disebabkan belum siap menyampaikan riwayat penyakitnya kepada petugas.

Selamatkan Produksi Kakao, Indonesia Perlu Kemitraan & Industri Kreatif

Pola kemitraan dan penumbuhan industri kreatif olahan biji kakao berpotensi menyelamatkan produksi kakao Indonesia.

Kreatif! PKK Klaten Bikin Video untuk Kampanyekan Vaksin

Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Klaten membuat video kreatif untuk mengedukasi warga terkait pentingnya vaksin.

Seruduk Truk Tronton Parkir di Jalan Solo-Sragen, Bodi Truk Ini Ringsek

Sebuah truk ringsek setelah menyeruduk truk tronton boks yang parkir di jalan Solo-Sragen, tepatnya di depan Warung You Sri, Dukuh Nguwer RT 017, Desa Duyungan, Sidoharjo, Sragen.

Hari Ini Ada Pemeliharaan Jaringan, Listrik Boyolali Padam 3 Jam

Berikut ini jadwal pemadaman dan pemeliharaan listrik oleh PLN di Boyolali hari Kamis, 2 Desember 2021 yang berlangsung tiga jam.

Ada Pemeliharaan Jaringan, Listrik di Sragen Padam 3 Jam

Berikut ini jadwal pemadaman dan pemeliharaan listrik oleh PLN di Sragen hari Kamis, 2 Desember 2021 yang berlangsung tiga jam.

Aplikasi SIRUP Dongkrak Lelang Pengadaan Barang dan Jasa Sukoharjo

Sebanyak 93 persen paket pengadaan barang dan jasa Pemkab Sukoharjo sudah terlelang berkat aplikasi Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan atau SIRUP.

Asyik! Ikut Tes Acak Covid-19, Siswa di Klaten Dapat Doorprize

Satgas Penanganan Covid-19 Kecamatan Wedi menggelar uji petik tes antigen kepada siswa dan guru secara acak.

Reuni 212 bakal Digelar di Plaza Manahan, Kapolresta Solo: Tidak Boleh!

Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak menegaskan akan membubarkan massa yang nekat menggelar Reuni 212 Soloraya di Plaza Manahan maupun tempat terbuka lainnya.