Ilustrasi perbaikan rel kereta api. (JIBI/Solopos/Antara/Fikri Yusuf)

Solopos.com, SEMARANG – Musim penghujan akan datang sebentar lagi. Datangnya musim penghujan kerap diwarnai sejumlah bencana, seperti longsor dan banjir.

Tak hanya di kawasan permukiman, banjir dan longsor juga kerap menerjang jalur perlintasan kereta api (KA) hingga membuat perjalanan tersendat.

PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasional (Daops) IV Semarang mencatat ada beberapa jalur perjalanan KA di wilayahnya yang rawan terkena bencana banjir dan longsor.

Tercatat ada tiga jalur perjalanan KA di wilayah KAI Daops IV Semarang yang rawan banjir maupun longsor. Ketiga jalur itu yakni Stasiun Gundih-Stasiun Karangsono Grobogan, Stasiun Semarang Tawang-Stasiun Alastua, dan Stasiun Krengseng-Stasiun Batang.

Jalur Stasiun Gundih-Stasiun Karangsono rawan mengalami longsor dan amblasan. Sedangkan jalur Stasiun Tawang-Stasiun Alastua kerap terjadi banjir, dan jalur Stasiun Krengseng-Batang rawan mengalami longsor dan banjir saat musim penghujan.

Kepala PT KAI Daops IV Semarang, M. Nurul Huda Dwi Santoso, mengaku telah menyiapkan sederet langkah untuk mengantisipasi kendala yang terjadi saat musim penghujan tiba. Salah satunya yakni menyiapkan petugas ekstra yang berjumlah 192 orang.

Ke-192 petugas ekstra itu akan memiliki tugas berbeda-beda, terdiri dari 83 petugas penilik jalan (PPJ), 75 penjaga jalan lintas (PJL), 28 petugas posko daerah rawan jalan rel, dan 6 petugas posko daerah rawan jembatan.

“Seluruh petugas ekstra disiagakan untuk mengamankan perjalanan KA di sepanjang lintasan KA Daops IV Semarang untuk memantau apabila terjadi rintang jalan atau peristiwa luar biasa yang menghambat perjalanan KA,” ujar M. Nurul Huda.

Huda menambahkan selain menyediakan petugas ekstra, untuk memberikan rasa aman bagi pengguna jasa kereta api terutama saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) nanti, pihaknya juga akan menyiapkan 537 personel keamanan. Personel keamanan ini akan melakukan pengamanan di dalam KA, stasiun, maupun melakukan patroli di jalur KA dan objek-objek penting lain.

“537 personel itu terdiri dari 119 personel Polsuska, 378 personel keamanan, dan bantuan dari TNI/Polri sekitar 76 personel. Guna membantu kelancaran pelayanan penumpang, selama masa Angkut Nataru 2019/2020 cuti tahunan pegawai KAI ditangguhkan,” imbuhnya.

Sementara itu, PT KAI telah menetapkan masa Angkut Nataru 2019/2020 selama 18 hari, yakni mulai 19 Desember 2019-5 Januari 2020.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten