PENGHIJAUAN: Lahan Kritis di Musuk Jadi Target Lokasi Penanaman Pohon
Ilustrasi (JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto)

Ilustrasi (JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto)
BOYOLALI - Lahan kritis yang tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Boyolali jadi target lokasi penanaman pohon dalam program penghijauan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat, menjelang akhir tahun ini. Salah satunya, lahan kritis di Desa Cluntang, Kecamatan Musuk. Melalui aksi penghijauan yang kembali diadakan untuk memenuhi target penanaman 1 juta pohon di Kota Susu, 200.000 bibit pohon ditanam di lahan kritis yang ada di Desa Cluntang tersebut, Rabu (5/12/2012).

Kepala Dinas Pertanian, Kehutanan dan Perkebunan (Dispertanhutbun) Kabupaten Boyolali, Bambang Purwadi bibit pohon yang ditanam di lahan kritis di desa itu antara lain jenis sengon, jabon, durian sukun dan petai. Bambang menambahkan 2013 mendatang target menanam 1 juta pohon akan dilaksanakan di 20 desa di sejumlah kecamatan, antara lain Teras, Karanggede, Selo, Musuk, Cepogo dan Ampel melalui program rehabilitasi kebun bibit rakyat. “Gerakan menanam pohon yang kini dilaksanakan sangat tepat karena bersamaan dengan musim penghujan. Dengan demikian, proses perawatannya menjadi lebih mudah,” ungkap Bambang kepada wartawan di Boyolali, Rabu.

Bambang menyebutkan saat ini jumlah pohon yang sudah ditanam di seluruh wilayah Boyolali mencapai 400.000 batang lebih, termasuk yang ditanam di wilayah pelosok. Ketersediaan bibit pohon yang hendak ditanam saat ini menurut dia, sudah cukup. “Ketersediaan bibit pohon ada 2.821.730 batang yang siap ditanam hingga akhir Desember ini,” ungkap dia.

Ketersediaan bibit pohon tersebut selain dari pengadaan dari dana alokasi khusus (DAK) Kehutanan, juga berasal dari sejumlah instansi seperti Balai Taman Nasional Gunung Merbabu, Perum Perhutani, Kebun Bibit Rakyat, maupun dari program corporate social responsibilities (CSR) sejumlah perusahaan dan swadaya masyarakat.

Penanaman dilakukan di lahan pekarangan warga dengan harapan, ke depan masyarakat dapat ikut merawat serta memetik hasil dari pohon-pohon tersebut. “Kami berharap peran serta masyarakat untuk merawat dan memelihara pohon-pohon yang sudah ditanam tersebut karena keberadaan pohon-pohon itu sendiri sangat bermanfaat bagi kepentingan warga setempat, khususnya untuk mencegah terjadinya bencana alam seperti banjir atau tanah longsor,” pungkasnya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho