Penghayat Kepercayaan di Solo Tunggu Kepastian Pencantuman Identitas di KTP
Ketua Umum DPP Lembaga Penghayat Kepercayaan, Eko Sriyanto (tiga dari kanan) memberikan potongan tumpeng kepada salah satu warga dalam acara silaturahim antarumat beragama dan penghayat kepercayaan di Solo, Senin (15/1/2018). (Muhammad Ismail/JIBI/Solopos)

Pertemuan penghayat kepercayaan menghadirkan tokoh agama dan budayawan.

Solopos.com, SOLO -- Kalangan penghayat kepercayaan sampai sekarang masih menanti kepastian pencantuman identitas di kartu tanda penduduk (KTP) setelah keluarnya putusan Mahkamah Konstisusi (MA).

Hal tersebut terungkap dalam acara silaturahim dan rembugan antarpemeluk agama dan penghayat kepercayaan serta budayawan di Ndalem Eko Galgendu, Kampung Prawit, Nusukan, Banjarsari, Senin (15/1/2018) malam.

“Kami bersyukur dengan hasil keputusan MA tentang diperbolehkannya penghayat kepercayaan dicantumkan di dalam kolom KTP,” ujar Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Lembaag Penghayat Kepercayaan Eko Sriyanto saat ditemui wartawan, Senin.

Eko menjelaskan setelah keluarnya keputusan tersebut langsung melakukan konsolidasi kepada pimpinan aliran penghayat kepercayaan di seluruh Indonesia.

“Kami mengumpulkan semua pimpinan penghayat kepercayaan dan pimpinan pemeluk agama di Solo sekaligus sebagai ajang konsolidasi. Konsolisasi ini sangat penting karena pencantuman penghayat kepercayaan di kolom KTP berpotensi rawan konflik,” kata dia.

Ia meminta kepada pimpinan penghayat kepercayaan di Solo setelah pertemuan ini bisa menyampaikannya kepada umatnya.

“Kami sampai sekarang masih menunggu tindak lanjut pemerintah terkait keputusan MA tentang diperbolehkannya penghayat kepercayaan di tulis di kolom KTP,” kata dia.

DPP Lembaga Penghayat Kepercayaan, lanjut dia, pada awal Januari kemarin bertemu dengan Dirjen Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam) dan Staf Kementerian Dalam Negeri (Mendagri) membahas soal teknis keputusan MA. Hasil pertemuan tersebut disepakati ada blangko khusus untuk KK dan KTP. Selain itu, di kolom KTP nantinya hanya dituliskan penghayat kepercayaan tanpa memerinci kepercayaan yang dianut.

Eko menambahkan dalam acara silaturahim ini juga dihadiri tokoh Muhammadiyah Habib Chirzin dan Raja Kesultanan Kanoman Cirebon Sultan Muhammad Saladin. Ketua Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Solo Helmy Ahmad Sakdillah juga hadir dalam acara itu.

Habib Chirzin mengapresiasi pertemuan ini sebagai wujud memperkokoh persatuan antarumat beragama dan penghayat kepercayaan. Ia meminta kepada semua pimpinan umat di Solo untuk mewaspadai adanya potensi isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) dalam pilkada serentak 2018.

“Kami mengimbau kepada warga untuk tidak mudah terprovokasi selama pilkada nanti. Menjaga persatuan antar umat beragama dan penghayat kepercayaan jauh lebih penting,” kata dia.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom