Penghargaan Gol Terbaik untuk Mo Salah Tuai Kontroversi
Mohamed Salah meraih golden boot (Reuters-Carl Recine)

Solopos.com, LONDON - The Sympathy Award alias Penghargaan Karena Belas Kasihan. Begitulah salah satu tanggapan nyinyir pengguna media sosial, Twitter, menyikapi gol Mohamed Salah ke gawang Everton pada Desember 2017 sebagai FIFA Puskas Award (Gol Terbaik 2018).

Gol Salah di Liga Premier itu memang tidak terlalu istimewa. Dia melakukan sedikit dribel sebelum menembak bola ke gawang Everton pada Derby Merseyside di pengujung tahun lalu. Gol itu tentu kalah populer ketimbang gol overhead kick (kaki di atas kepala) milik Gareth Bale ke gawang Liverpool dan Cristiano Ronaldo untuk Real Madrid masing-masing pada final dan perempat final Liga Champions 2017/2018 lalu.

Bahkan, gol Salah itu mengalahkan gol fenomenal gelandang Australia, Riley McGree, dengan tendangan voli spektakuler untuk Newcastle Jets melawan Melbourne City di A League. Namun, FIFA mengungkap hasil pemungutan suara yang dilakukan lewat akun youtube resmi mereka, menempatkan gol Salah sebagai gol terbaik. FIFA mengklaim gol winger asal Mesir tersebut meraup suara sebanyak 38% dari sekitar 50.000 voters.

Namun, penghargaan yang diperoleh Salah mendapat reaksi negatif dari sebagian orang. Tidak sedikit yang menyebut Salah mendapatkan penghargaan itu karena rasa simpati. Perjalanan eks pemain Chelsea di musim 2017/2018 memang cukup dramatis.

Dia melesakkan 44 gol bagi Liverpool di semua kompetisi dan membawa Mesir lolos ke putaran final Piala Dunia untukkali pertama sejak 1990. Namun di pengujung musim, Salah mengalami beberapa kejadian tragis. Di final Liga Championms, Salah harus ditandu keluar lapangan di babak pertama karena pelanggaran keras yang dilakukan kapten Real Madrid, Sergio Ramos.

Di FIFA Award yang digelar di London, Senin (24/9/2018), Salah juga tidak berhasil mendapatkan beberapa penghargaan meski dirinya masuk nominee. Pemain berusia Pemain berusia 26 tahun ini hanya menempati urutan ketiga setelah Luka Modric dan Cristiano Ronaldo untuk The Best FIFA Men\'s Player Award 2018. Bahkan, secara mengejutkan ia juga gagal masuk FIFPro World 11.

Jadi ada kesan penghargaan sengaja dipukul rata dan Salah mendapat "jatah" untuk Puskas Award meski golnya ke gawang Everton terbilang rata-rata. \'"Itu bukan gol terbaiknya! Dia memenangi itu karena dia tidak menang Pemain Terbaik dan tidak masuk Tim Terbaik," ujar pundit Sky Sports, Paul Merson, seperti dilansir Liverpoolecho.co.uk.

Kontroversi lainnya di FIFA Award yakni terpilihnya kiper Manchester United dan Spanyol, David de Gea, serta mantan bek kanan Barcelona, Dani Alves, dalam FIFPro World 11. De Gea banyak melakukan blunder di Piala Dunia 2018. Anehnya, penjaga gawang Belgia, Thibaut Courtois, yang terpilih sebagai Kiper Terbaik FIFA 2018 tidak masuk dalam FIFPro World 11! Sementara Alves tidak memenangi gelar bergengsi apa pun bersama Paris Saint Germain maupun Brasil tetap masuk tim terbaik. 



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom