Tutup Iklan

Penggunaan Sumur Sibel Tak Terkendali, Dispertan PP: Tak Ada Larangan

Dispertan PP Karanganyar menyebut tidak ada regulasi yang mengatur pengunaan sumur submersibel atau sibel di kalangan petani.

 Ilustrasi sumur submersibel (sibel). (youtube)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi sumur submersibel (sibel). (youtube)

Solopos.com, KARANGANYAR — Penggunaan sumur submersibel alias sumur sibel oleh petani di Jaten, Karanganyar, dinilai sudah tak terkendali. Sayangnya, Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (Dispertan PP) Karanganyar tak bisa berbuat apa-apa.

Kabid Tanaman Pangan dan Hotikultura Dispertan PP, Feriana Dwi Kurniawati, menuturkan selama ini tidak ada regulasi yang mengatur penggunaan sumur submersible alias sibel untuk lahan pertanian. Pihaknya hanya melalukan monitoring dan evaluasi penggunaan dana aspirasi DPRD terkait pembuatan sumur tersebut.

Seperti diketahui sekitar 85% petani di Jaten menggunakan sumur sibel sebagai sumber pengairan sawah mereka. Terlebih saat ini pintu air Dam Colo ditutup, eksploitasi air tanah dari sumur sibel lebih tinggi intensitasnya.

Baca Juga: Penggunaan Sumur Sibel oleh Petani Jaten Tak Terkendali, Ini Bahayanya

Kondisi ini dikhawatirkan Ketua Gapoktan Kecamatan Jaten, Hari Susanto, bisa berdampak pada kerusakaan alam. Cadangan air tanah bisa habis jika penggunaan sumur sibel tak dikendalikan.

“Penggunaan sumur sibel banyak dilakukan karena kemudahan pemakaian pompa air. Pompa airnya juga memakai listrik, dan lebih hemat dibandingkan bahan bakar minyak (BBM),” kata dia ketika berbincang dengan wartawan, Jumat (22/10/2021).

“Sumur sibel digali berkedalaman 70 meter lebih. Biaya pembuatannya pun tidak sedikit. Satu titik mencapai puluhan juta rupiah,” katanya.

Baca Juga: Kelompok Tani dan Penyuluh di 4 Kecamatan Ikuti ToT Pertanian Modern

Kasi Penanaman Modal dan SDM Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Karanganyar, Suwardi, mengaku keberadaan sumur submersible atau sibel menjadi pembahasan Pemprov Jateng. Sejauh ini, izin menggali sumur submersibel atau sibel yang diwajibkan izin hanya untuk pemakaian pipa empat inci.

Biasanya penggunaan sumur sibel adalah pabrik dan perusahaan. Mereka menggunakan pipa empat inci.

“Ini yang wajib izin dan ditarik retribusinya. Kalau yang di pertanian itu hanya dua inci,” katanya.


Berita Terkait

Berita Terkini

Tim Ekspedisi Ekonomi Digital 2021, Santap Kakap Laut, Rasanya Mantul

Setelah mengeksplorasi ekonomi digital di Salatiga dan Kabupaten semarang, Tim Ekspedisi Ekonomi Digital 2021 mulai memburu kuliner di Kota Semarang, Sabtu (4/12/2021) malam.

Razia Motor Brong di Karanganyar, 26 Orang Ditilang

Sebanyak 26 orang pengendara motor brong di di Jembatan Kragan, perbatasan wilayah Kecamatan Gondangrejo dengan Kebakkramat, Sabtu (04/12/2021) ditilang.

Milad Ke-109, RS PKU Muhammadiyah Solo Mantapkan 8 Nilai Pelayanan

Puncak perayaan milad Rumah Sakit (RS) PKU Muhammadiyah Solo diperingati dengan pengajian bersama Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir secara hybrid.

Asale Sapuangin dan Kisah Sepasang Pengantin di Kemalang, Klaten

Sapuangin menjadi salah satu nama yang terkenal di wilayah lereng Gunung Merapi Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Klaten.

Dari Hikmah Pandemi Menuju Keharusan Transformasi

Kondisi pandemi telah memberikan pelajaran pentingnya melengkapi diri dengan layanan digital.

Kisah Serka Suyanta, Setiap Hari Bagi-Bagi Masker Gratis di Sukoharjo

Penggunaan masker menjadi salah satu protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Kampanye memakai masker terus digaungkan mengingat pandemi Covid-19 belum berakhir.

Jelang Momen Nataru, Bupati Sragen: Jangan Abai Prokes!

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, mengingatkan warga untuk senantiasa menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Tim Ekspedisi Digital Ekonomi 2021 Memotret Pertanian di Kopeng

Tim Ekspedisi Ekonomi Digital 2021 Solopos Media Group memotret digitalisasi pemasaran sektor pertanian di Kecamatan Getasan di kawasan Kopeng, Kabupaten Semarang.

Ekspedisi Digital Ekonomi 2021, Perjalanan Tim ke Salatiga

Tim Ekspedisi Ekonomi Digital 2021 Solopos Media Group mulai memotret ekspansi layanan digital yang berimplikasi pada pertumbuhan ekonomi daerah

BI Solo Dorong Sosialisasi Digitalisasi Harus Jalan Terus

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Solo mengapresiasi Ekspedisi Ekonomi Digital 2021 yang digagas Solopos Media Group.

Kecelakaan di Kebakkramat Karanganyar: Truk Masuk Parit, Mobil Terbalik

Dua buah kendaraan keluar jalur setelah bersenggolan di Jalan Solo-Sragen, tepatnya di depan PT Manunggal Adipura, Pulosari, Kebakkramat, Karanganyar, Sabtu (14/12/2021).

PPKM Level 3 di Boyolali Jelang Nataru, Tempat Wisata Wajib Taat Prokes

Pemkab Boyolali akan menerapkan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022.

Harga Tanah Gentan Sukoharjo vs Colomadu Karanganyar, Mahalan Mana?

Kira-kira mana yang lebih mahal antara harga tanah di Gentan, Baki, Sukoharjo dengan Colomadu di Karanganyar?

ANBK SD 2021 di Solo Kelar, Begini Evaluasi dari Proktor

Masih adanya 8 SD di Solo yang menumpang pelaksanaan ANBK ke SMP karena keterbatasan prasarana, menjadi perhatian Proktor ANKB SD.

Semua Rumah di Dusun Ginade Wonogiri Hadap ke Selatan, Ini Kata Kades

Ada budaya unik terkait posisi rumah di Dusun Ginadewetan dan Ginadekulon, Desa Tlogoharjo, Kecamatan Giritontro, Kabupaten Wonogiri.

Tanah Dikeruk Untuk Proyek Tol, Warga Pedan Klaten Blokir Jalan

Warga Dukuh Blasinan, Desa Kaligawe, Kecamatan Pedan, Klaten, dengan kegiatan pengerukan yang dilakukan tanpa sosialisasi dan memakan sebagian lahan warga.