Tutup Iklan

Penggembala Kerbau Temukan Mayat Tergeletak di Hutan Ngawi

Seorang pria lanjut usia bernama Widodo ditemukan tak bernyawa di hutan Perhutani RPH Grogol, Desa Pakah, Kecamatan Mantingan, Kabupaten Ngawi, dengan posisi tertimpa sepeda motor.

Penggembala Kerbau Temukan Mayat Tergeletak di Hutan Ngawi

SOLOPOS.COM - Jasad pria lansia bernama Widodo ditemukan di hutan Perhutani RPH Grogol, Desa Pakah, Kecamatan Mantingan, Kabupaten Ngawi, Kamis (17/1/2019). (Istimewa-Polres Ngawi)

Solopos.com, NGAWI -- Seorang pria lanjut usia (lansia) bernama Widodo ditemukan tak bernyawa di hutan Perhutani RPH Grogol, Desa Pakah, Kecamatan Mantingan, Kabupaten Ngawi, Kamis (17/1/2019) pagi. Kakek-kakek asal Desa Jagir, Kecamatan Sine, Ngawi, itu ditemukan tergeletak dengan posisi tertimpa sepeda motor.

"Tadi pagi sesosok mayat ditemukan di hutan Perhutani RPH Grogol," kata Kasubbag Humas Polres Ngawi, AKP Eko Setyo Martono, kepada Madiunpos.com.

Dia menuturkan mayat Widodo ditemukan Suparman. Saat itu Suparman sedang menggembala kerbau di hutan petak 45 RPH Grogol.

Suparman melihat ada sepeda motor yang jatuh dan setelah dilihat secara seksama ternyata di bawahnya ada sesosok mayat. Selain tertimpa sepeda motor, mayat itu juga tertimpa potongan ranting daun untuk pakan ternak yang dibawanya.

"Penggembala kambing itu melihat ada sesosok mayat yang tertimpa sepeda motor. Selanjutnya penggembala ini melapor ke perangkat desa dan dilanjutkan ke Polsek Mantingan," terang dia.

Jasad pria lansia itu kemudian dibawa ke Puskesmas Tambakboyo untuk diperiksa. Informasi dari keluarga, Widodo ini mencari pakan ternak di hutan pada Rabu (16/1/2019) sekitar pukul 11.00 WIB dari rumah. Saat itu, Widodo sempat berpamitan kepada istri.

Istrinya sempat melarang Widodo mencari pakan ternak karena sedang sakit. Namun, Widodo tetap nekat mencari rumput.

"Untuk penyebabnya kami belum tahu. Karena ini masih menunggu dari dokter Puskesmas dan identifikasi Polres Ngawi," jelas dia. 

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya 

Berita Terkait

Berita Terkini

Copa America 2021: Brasil Gilas Peru 4-0, Neymar 1 Gol

Brasil memuncaki klasemen sementara Grup A Copa America 2021 setelah menggilas Peru 4-0.

Percepatan Vaksinasi Bisa Tekan Angka Covid-19 di Kudus

Percepatan vaksinasi nasional termasuk di Kabupaten Kudus dinilai mampu  menekan laju penyebaran kasus positif Covid-19 di daerah setempat.

Covid-19 Serang 14 Nakes, RS Elisabeth Purwokerto Ditutup Sementara

RS Elisabeth Purwokerto terpaksa menutup sementara semua pelayanan selama sepekan lantaran 14 tenaga kesehatan mereka terpapar Covid-19.

Petani Selo Boyolali Tanam Bawang Merah dengan Bibit Biji, Panen Perdana Hasilkan 9-10 Ton/Ha

Keuntungan usaha tani bawang merah dengan bibit biji antara lain menurunkan biaya produksi, penyimpanan serta distribusi lebih mudah.

Klasemen Grup C setelah Belanda Jadi Tim Ketiga Lolos ke 16 Besar Euro 2020

Memphis Depay dan Denzel Dumfries menjadi aktor kemenangan Belanda lolos ke babak 16 besar Euro 2020.

Yamaha XSR 155 Jadi Andalan Sepeda Motor Harian dan Touring

Daya tarik XSR 155 kian melekat di hati konsumen Indonesia yang menjatuhkan pilihannya pada motor sport heritage itu.

Penting, Ini Tips Mendapatkan Review Bagus dari Pembeli di Tokopedia

Review pembeli sangat menentukan performa dan penjualan toko online di e-commerce, termasuk di Tokopedia.

Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan di Pantai Samas Bantul, Ini Ciri-Cirinya

Mayat seorang pria paruh baya ditemukan di pinggir Pantai Samas Bantul. Belum diketahui identitas mayat tersebut.

Copa America: Pertahanan Kokoh, Venezuela Tahan Imbang Kolombia 0-0

Kolombia harus berbagi satu poin setelah bermain imbang 0-0 dalam pertandingan Grup B Copa America 2021 di Estadio Olimpico Pedro Ludovico, Goiania.

Proklim, Cara Pemkot Magelang Dukung Jateng Gayeng Telung Ng

Program Jateng Gayeng Telung Ng jadi perhatian Pemkot Magelang dengan gerakan Program Kampung Iklim (Proklim).

Lewat Online Shop Ini Anji Pesan Ganja, Tapi Jangan Coba-Coba Order

Ganja yang digunakan Anji dibeli dari AS melalui sebuah online shop. Ia menggunakan ID orang lain untuk bisa membelinya.

Gunung Merapi Pagi Ini: 2 Kali Luncurkan Awan Panas Guguran dan Lava Pijar sejauh 1,4 Km

Gunung Merapi pagi ini terpantau mengeluarkan dua kali awan panas guguran. Status erapi belum berubah, masih Siaga.