Pengeroyokan Agung Walet PDIP Solo: Belum Ada Perdamaian, Polisi Lanjutkan Pemeriksaan Saksi
Agung “Walet” Indaryoto mengenakan kaus bergambar sketsa wajah cawali Solo Gibran Rakabuming Raka, Minggu (19/7/2020) malam. (Istimewa)

Solopos.com, SOLO -- Kasus dugaan pengeroyokan dengan korban Agung Indaryoto alias Agung Walet yang merupakan Ketua Anak Ranting PDIP RW 028 Kelurahan/Kecamatan Jebres, Solo, masih bergulir.

Kepolisian masih memeriksa saksi-saksi namun belum menetapkan tersangka. Kapolresta Solo Kombes Pol Andy Rifai mengatakan kasus itu masih dalam penyelidikan kepolisian dengan pemeriksaan beberapa saksi tambahan.

Menurutnya, tugas kepolisian berada di penegakan hukum kasus itu. Sejauh ini belum ada upaya perdamaian dari kedua pihak.

"Kalau memang di internal korban mau berdamai ya kami tunggu. Tapi kami fokus pada penegakan hukumnya. Hari ini atau lusa kami panggil lagi saksi-saksi," papar dia saat dijumpai wartawan, Selasa (4/7/2020).

Kocak Penuh Makna, Begini Potret Kekecewaan Dan Kritik Warga Solo Terhadap Pilkada Dalam Ilustrasi Visual

Peristiwa dugaan pengeroyokan kader PDIP Solo Agung Walet terjadi pada Minggu (19/7/2020) malam. Saat itu, Agung tengah mengikuti rapat konsolidasi anak ranting PDIP di RW 028 Jebres.

Acara itu dihadiri pula oleh Ketua Pengurus Anak Cabang (PAC) PDIP Jebres, Honda Hendarto, serta anggota DPRD yang juga calon wakil wali kota Solo, Teguh Prakosa.

Pelemparan Snack

Insiden pengeroyokan itu diduga dipicu pelemparan sebungkus snack ke arah meja pimpinan rapat. Pelemparan diduga dilakukan oleh Agung yang kesal karena merasa akan dilengserkan dari jabatan ketua anak ranting.

Asisten Rumah Tangga Bupati Boyolali Positif Covid-19, Tercatat Sebagai Kasus 217

Setelah itu, Agung mengaku dipukul oleh beberapa peserta rapat. Akibat insiden pengeroyokan di rapat konsolidasi anak ranting PDIP Jebres, Solo, itu, Agung Walet mengalami luka di salah satunya matanya.

Pada malam itu juga, Agung Walet melaporkan kejadian itu ke polisi. Kapolresta mengonfirmasi menerima laporan terkait dugaan kasus pengeroyokan pada Minggu (19/7/2020) malam.

Rapatkan Barisan, Tikus Pithi Indonesia Siap Ngedan Menangkan Paslon Bajo di Pilkada Solo

Kepolisian langsung menindaklanjuti laporan itu dengan memeriksa saksi korban, Agung Indaryoto alias Agung Walet. Berdasarkan keterangan peserta rapat di lokasi, saat konsolidasi yang digelar di Kampung Mondokan itu terjadi kesalahpahaman.

Agung diduga tersinggung dan sempat melemparkan snack. Lalu, peserta lain merespons. Kapolresta menambahkan lemparan snack itu memicu emosi dari peserta lain sehingga terjadilah insiden dugaan pengeroyokan terhadap kader PDIP Solo Agung Walet.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom