Tutup Iklan

Pengerjaan Proyek Koridor Jl Juanda Solo Senilai Rp4,3 Miliar Molor, Kontraktor Didenda

Kontraktor pelaksana proyek koridor Jl Juanda Solo tahap II senilai Rp4,3 miliar dikenai denda sekitar Rp32 juta lantaran terlambat menyelesaikan pengerjaan proyek.

 Rombongan Legislator Komisi III DPRD Solo mengecek pengerjaan proyek koridor Jl. Juanda Solo pada 6 September 2021. (Istimewa)

SOLOPOS.COM - Rombongan Legislator Komisi III DPRD Solo mengecek pengerjaan proyek koridor Jl. Juanda Solo pada 6 September 2021. (Istimewa)

Solopos.com, SOLO — Kontraktor atau pelaksana proyek koridor Jl Juanda Solo tahap II senilai Rp4,3 miliar, yaitu PT. Artadinata Azzahra Sejahtera dari Kabupaten Semarang harus dikenai denda sekitar Rp32 juta lantaran terlambat menyelesaikan pengerjaan proyek.

Seharusnya proyek itu diselesaikan kontraktor pada 7 September 2021. Tapi pada praktiknya pengerjaan proyek selesai pada 15 September 2021. Serah terima sementara (provisional hand over) kepada Pemkot Solo dilakukan pada Kamis (16/9/2021).

Penjelasan tersebut disampaikan Ketua Komisi III DPRD Solo, Y.F. Sukasno, saat diwawancara wartawan, Jumat (17/9/2021). “Perhitungan dendanya Rp4 juta per hari. Tinggal dikalikan delapan hari, sehingga jadinya kurang lebih Rp32 juta,” ujar dia.

Baca Juga: Tikus Pithi Disebut Organisasi Tak Jelas saat Lawan Gibran di Pilkada Solo, Tuntas Subagyo Berang

Sukasno mengakui kontraktor pelaksana proyek koridor Jl Juanda Solo tahap II sudah mematuhi regulasi yang berlaku. Tapi menurut dia kontraktor kurang cermat dalam pengerjaan proyek, sehingga terjadi keterlambatan. Dia menyesalkan keterlambatan itu.

“Kami memberikan catatan agar keterlambatan pengerjaan proyek tidak terulang untuk proyek-proyek lainnya. Apa yang terjadi pada proyek koridor Jl. Juanda harus menjadi pembelajaran bersama, utamanya para kontraktor,” sambung dia.

Setelah adanya serah terima sementara dari PT. Artadinata Azzahra Sejahtera kepada Pemkot Solo, Sukasno mengatakan kontraktor masih mempunyai kewajiban pemeliharaan 180 hari. Ketika terjadi kerusakan dalam rentang waktu itu harus diperbaiki.

“Kami di Komisi III DPRD Solo akan mencermati dan memantau jangan sampai karena mengejar waktu penyelesaian supaya nilai denda tidak banyak, pekerjaannya asal-asalan. Sudah seharusnya pekerjaan sesuai detail engineering design,” kata dia.

Sukasno menerangkan pekerjaan proyek koridor Jl. Juanda tahap II meliputi saluran drainase, trotoar dan taman, lampu penerangan jalan, street furniture, serta pengaspalan jalan masuk gang. Sukasno sempat melakukan sidak proyek pada 6 September 2021.

Baca Juga: 5 Jabatan Kepala OPD Pemkot Solo Masih Kosong, Kapan Pengisiannya?

Saat itu sehari sebelum berakhirnya waktu yang diberikan Pemkot Solo kepada kontraktor untuk menyelesaikan pekerjaan. “Ketika itu kami berpesan banyak kepada pelaksana proyek agar segera mengambil langkah menyelesaikan proyek,” terang dia.

Namun pada praktiknya kontraktor baru bisa menyelesaikan pekerjaan pada Kamis pekan ini, dan menyerahkan sementara hasil pekerjaan kepada Pemkot pada Jumat. “Sekali lagi, kontraktor tidak cermat mengalokasikan waktu pekerjaan,” terang dia.


Berita Terkait

Berita Terkini

71 Jalak Bali Penangkaran Klaten Dilepasliarkan ke Pulau Dewata

Sesuai Permenhut No P.19/Menhut-II/2005 tentang Penangkaran Tumbuhan dan Satwa Liar, penangkar wajib mengembalikan minimal 10 persen dari hasil penangkaran habitat alam.

Hari AIDS Sedunia, WOM Finance Serahkan Bantuan ke Yayasan Lentera Solo

Untuk memperingati Hari AIDS Sedunia, WOM Finance menyerahkan bantuan ke Yayasan Lentera Nusantara Solo.

Karanganyar Masih Jadi Juara di Daftar UMK Tertinggi di Soloraya

Karanganyar masih menjadi daerah dengan nilai UMK tertinggi di Soloraya mengalahkan Kota Solo dan Klaten.

Tabrak Tembok Jl. Asrama Haji-Gagaksipat, 2 Pengendara Motor Meninggal

Kedua korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia pada Rabu pagi oleh warga setempat yang kebetulan melintas.

Emak-Emak di Wonogiri Tangkap Peluang Bisnis dengan Batik Ciprat

Sebanyak 25 perempuan mengikuti pelatihan membatik untuk membangkitkan ekonomi desa di Balai Desa Pokoh Kidul, Kecamatan Wonogiri, Wonogiri, selama tiga hari sejak Minggu (28/11/2021).

UMK Karanganyar 2022 Naik Rp10.000 Lebih Sedikit, Jadi Segini

Nominal UMK Karanganyar 2022 ditetapkan Gubernur nyaris sesuai dengan nominal yang diusulkan Apindo.

Daftar 19 Jabatan Kades yang Kosong di Klaten, Minat Daftar?

Berikut daftar kekosongan jabatan kades yang diisi Pj/Plt di Klaten pada saat ini

Mayat Wanita Tanpa Busana Ditemukan Pencari Rumput di Boyolali

Mayat perempuan tanpa busana ditemukan seorang warga yang ingin mencari rumput di Karanggede, Boyolali.

Progres Minus 19%, Proyek Gedung Budi Sasono Sukoharjo Diprediksi Molor

Proyek pembangunan Gedung Pertemuan Budi Sasono di Jl Veteran, Sukoharjo, diperkirakan molor dari target karena hingga akhir November progresnya minus 19%.

Ternyata Begini Interior Lorong Rahasia Bawah Tanah di Laweyan Solo

Interior lorong bawah tanah di Laweyan Solo itu terlihat setelah menuruni anak tangga. Dari sana terlihat sebuah percabangan atau ruang yang agak besar, sekitar 2x2,5 meter persegi dengan bagian atas cembung.

Penempatan Pedagang Pasar Legi, DPRD Solo: Yang Penting Semua Happy!

Legislator DPRD Solo berpesan agar saat penempatan pedagang Pasar Legi ke bangunan baru mengutamakan kesiapan semua pihak termasuk sarpras.

UMK Sragen 2022 Terendah Kedua di Soloraya, Ini Respons Buruh

Selisih UMK Sragen dengan Wonogiri, selaku daerah dengan UMK terendah di Soloraya, tahun depan hanya Rp385,57.

UMK Sragen 2022 Hanya Naik Rp9.929, Lebih Rendah dari Usulan Pemkab

Dewan Pengupahan Sragen mengusulkan UMK 2022 naik Rp10.500 dibandingkan UMK 2021. Namun Gubernur Jateng memutuskan hanya naik Rp9.929.

MTsN 4 Sragen, Satu-satunya Madrasah Adiwiyata di Bumi Sukowati

MTSN 4 Sragen juara I sekolah adiwiyata tingkat kebupatan Sragen dan sekaligus menjadi juara II lomba inovasi lingkungan hidup.

19 Jabatan Kades di Klaten Kosong, Kapan Digelar PAW?

Sebanyak 19 dari 391 jabatan kepala desa (kades) di Klaten dalam kondisi kosong di tahun 2021. Kekosongan jabatan tersebut disebabkan kades yang bersangkutan meninggal dunia, sakit, dan tersangkut kasus pidana.