Ilustrasi pungutan. (googleimage)

<p><strong>Solopos.com, SOLO</strong> -- Satuan Tugas Sapu Bersih <a href="http://soloraya.solopos.com/read/20180723/489/929581/pungli-kemenag-solo-pelaku-kembalikan-uang-rp375-juta" title="Pungli Kemenag Solo, Pelaku Kembalikan Uang Rp375 juta">Pungutan Liar</a> (Satgas Saber Pungli) Polresta Surakarta mendapat laporan pemerasan oleh pengemis di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Bonoloyo, Kadipiro, Banjarsari, Solo, terhadap peziarah.&nbsp;</p><p>Tim Saber Pungli dalam waktu dekat melakukan pembinaan terhadap pengemis di TPU Bonoloyo. &ldquo;Kami akhir pekan lalu menerima aduan terkait maraknya pengemis meminta uang secara paksa pada peziarah. Tim Saber Pungli langsung mendalami laporan tersebut di lapangan,&rdquo; ujar Ketua Tim Saber Pungli Polresta Surakarta, AKBP Andy Rifai, kepada wartawan di Mapolresta, Senin (3/9/2018).</p><p>Andy mengungkapkan sesuai hasil penyelidikan awal, aduan tersebut masuk kategori <a href="http://soloraya.solopos.com/read/20180601/489/919710/pelaku-pungli-cpns-kemenag-solo-diperkirakan-lebih-dari-satu" title="Pelaku Pungli CPNS Kemenag Solo Diperkirakan Lebih dari Satu">pungli</a> dan pemerasan. Keberadaan pemgemis yang meminta uang secara paksa sudah berlangsung lama sehingga meresahkan peziarah di TPU Bonoloyo.&nbsp;</p><p>Bahkan jumlah pengemis di TPU Bonoloyo sekitar belasan orang. Jumlah pengemis bertambah banyak pada hari tertentu seperti Ramadan dan Lebaran.</p><p>&ldquo;Kami masih menyelidiki materi aduan itu. Saber Pungli akan lebih dulu melakukan pembinaan. Kalau mereka tetap nekat setelah pembinaan akan diproses secara hukum,&rdquo; kata dia.</p><p>Kasat Satuan Pembinaan Masyarkat (Kasatbinmas) Polresta, Kompol Suharmono, mengungkapkan banyak laporan masuk dari warga yang mengeluhkan maraknya pengemis di TPU Bonoloyo. Laporan tersebut melalui pesan singkat di apliksasi Whatsapp dan laporan tertulis ke Polresta Surakarta.</p><p>&ldquo;Pengakuan seorang pengemis yang telah dimintai keterangan uang hasil minta-minta itu berdalih untuk kebersihan makam. Padahal, sudah ada petugas sendiri dari Pemkot yang membersihkan makam. Kami mengategorikan kasus ini sebagai <a href="http://soloraya.solopos.com/read/20180530/489/919308/15-cpns-jadi-korban-pungli-pejabat-kemenag-solo" title="15 CPNS Jadi Korban Pungli Pejabat Kemenag Solo">pungli dan pemerasan</a>,&rdquo; ujar Suharmono.</p><p>Tak jarang pengemis TPU Bonoloyo tak mau terima saat diberi uang Rp1.000 atau Rp2.000 oleh peziarah dan meminta lebih. Kalau mereka tidak diberi memarahi dan mengancam peziarah.&nbsp;</p><p>Pengemis harusnya sadar diri menerima pemberian uang dari peziarah secara ikhlas. "Kami lebih mengutamakan pembinaan terlebih dulu terhadap pengemis di TPU Bonoloyo. Setelah itu akan dilakukan pemantauan di lapangan. Kalau masih ditemukan pungli dan pemeraasan mereka akan ditindak tegas,&rdquo; kata dia.&nbsp;</p>

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten