Ilustrasi produk kerajinan UMKM (JIBI/Solopos/Burhan Aris Nugraha)

Solopos.com, SEMARANG - Pola pikir pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) harus berubah agar nantinya berpengaruh terhadap masa depan bisnis yang dijalankan, kata General Manajer Perdagangan, Pelatihan dan Pusat Informasi Kadin Jateng Gendut Marjoko.

"Jangan berpikir sebagai UMKM tetapi berpikirlah sebagai pelaku usaha karena ini sangat berbeda, dengan memiliki pola pikir bahwa mereka ini pelaku UMKM maka akan sulit untuk mandiri," ujarnya seperti dikutip Antara, Jumat (22/8/2014).

Menurutnya tidak jarang pelaku UMKM yang datang ke Kadin hanya untuk meminta bantuan modal padahal yang seharusnya dipikirkan bagaimana membuat produknya terlebih dahulu.

"Kalau yang diutamakan adalah modal akan kelihatan orang tersebut hanya mencari uang tetapi kalau mencoba produksi dahulu baru kemudian mencari pasar itulah yang dinamakan pelaku usaha," ujarnya.

Jika dalam perjalannya pelaku usaha ini mulai menerima pesanan dan ternyata kekurangan modal maka barulah mereka disarankan untuk mencari bantuan modal untuk memenuhi pesanan tersebut.

"Yang masih banyak terjadi adalah orang mengaku pelaku UMKM datang kemudian minta modal, setelah kami tahu produk yang dihasilkan ternyata masih sangat buruk kualitasnya, ini sangat disayangkan," jelasnya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten