Kategori: Leisure

Jeli Memanfaatkan Promo Rumah Murah saat Pandemi


Solopos.com/Ika Yuniati

Solopos.com, SOLO—Rumah merupakan kebutuhan pokok semua orang. Permintaan bangunan untuk tempat tinggal ini selalu tinggi setiap tahun. Namun, agak berbeda yang terjadi pada masa masa pandemi Covid-19 sekarang. Sepinya permintaan membuat banyak pengembang banting harga rumah. Inilah saat yang tepat untuk berinvestasi.

Momen tersebut dimanfaatkan Riana, 32. Pekerja di perusahaan swasta Solo ini gencar mencari rumah maupun tanah melalui platform jual beli properti online sejak setahun terakhir. Perempuan single tersebut tak mau menyia-nyiakan kesempatan karena banyak harga murah yang para pengembang tawarkan.

Pada awal tahun lalu atau saat awal pandemi Covid-19, dirinya pernah mendapat penawaran rumah di lokasi strategis, yakni pinggiran Solo dengan harga Rp200 juta. Dia sempat ragu dan memilih pikir-pikir dulu mengingat kondisi perusahaan tak stabil akibat pandemi. Pada akhir tahun, dia merasa sudah siap membeli rumah karena keuangan kantornya mulai normal.

Harus Teliti

Beberapa pengembang kembali menawarakan bangunan murah padanya. Namun, belum juga ketemu yang pas di hati hingga hari ini. “Penginnya sih ngebut nyari di masa pandemi ini mumpung murah. Kalau nanti selesai pandemi harga normal kan. Kondisi perusahaan juga stabil, jadi aman lah,” terang dia.

Sebagai perempuan lajang, Riana sebenarnya tak terlalu ngoyo. Namun, dia merasa perlu berinvestasi dengan membeli properti agar tabungan bulanannya jelas. Apalagi dia percaya harga rumah akan selalu naik. Jadi tak masalah baginya kalaupun nanti rumah tersebut dijual saat membutuhkan uang. Hal yang paling penting, menurutnya, adalah memilih lokasi yang tepat agar nilai jualnya bertambah.

Pengajar di Prodi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo sekaligus Ketua Umum Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Solo, Lukman Hakim, mengatakan investasi properti memang cukup menguntungkan. Harganya selalu naik setiap tahun. Namun, harus teliti sebelum membeli karena modalnya juga cukup besar.

Suku Bunga Perbankan

Mengutip dari kanal YouTube Sekolah Properti Miliader, praktisi marketing properti, Andy K. Natanael, mengatakan masa pandemi adalah saat yang paling tepat bagi mereka yang punya uang untuk membeli properti. Pembelian itu bisa dengan angsuran KPR maupun membelinya dengan cara kontan.

Salah satu alasannya adalah banyak pengembang yang banting harga. Apalagi suku bunga perbankan yang mengalami penurunan. Harga rumah bekas pun sekarang murah. Andy menambahkan properti masuk investasi menengah yang bakal meraup keuntungan besar lima hingga sepuluh tahun ke depan. Beda dengan emas yang butuh waktu panjang atau saham yang butuh waktu pendek, namun sarat risiko.

Meski harganya sempat menurun, harga properti khususnya rumah bakal terus membaik karena kebutuhannya juga terus bertambah. “Jangan khawatir meskipun harganya sempat turun. Pemerintah selalu mendorong industri properti bangkit karena ini jadi lokomotif dari 74 gerbong industri lainnya. Jadi enggak akan pemerintah biarkan hancur karena ini masuk dalam kebutuhan pokok. Permintaannya akan selalu meningkat seiring dengan bertambahnya kebutuhan manusia,” terang dia.

Share
Dipublikasikan oleh
Ayu Prawitasari