PENGELOLAAN SAMPAH WONOGIRI : Kurangi Sampah Plastik, Begini Upaya Bupati Wonogiri
Kepala Dusun Kedungsono, Bulusulur, Wonogiri, Sriyanto, berdiri di halaman bank sampah di Kedungsono, belum lama ini. (Bayu Jatmiko Adi/JIBI/Solopos)

Pengelolaan sampah Wonogiri akan mendukung program pengurangan sampah plastik.

Solopos.com, WONOGIRI - Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, menyatakan siap mendukung program pengurangan sampah plastik. Pihaknya juga akan mendorong agar Wonogiri segera memiliki aturan khusus untuk pengelolaan sampah.

Menurut Joko, penerapan kantong plastik berbayar diperlukan untuk menekan jumlah penggunaan sampah plastik. "Masih melihat pada dampak. Kami akan turut mendorong jika itu untuk perbaikan lingkungan," kata dia saat ditemui wartawan di kantornya, belum lama ini.

Joko mengakui secara pasti belum ada data yang menunjukkan jumlah sampah plastik di Wonogiri. Namun pihaknya meyakini dengan pertumbuhan penduduk dan gaya hidup, jumlah sampah plastik akan terus bertambah.

Dia berharap dalam waktu dekat Wonogiri memiliki peraturan terkait pengelolaan sampah. "Kami akan dorong dalam prolegda ke depan peraturan tentang sampah dapat dimasukkan," kata dia.

Namun begitu Joko mengatakan persoalan sampah tidak bisa lepas dari kesadaran masyarakat.

Sebelumnya Ketua DPRD Wonogiri, Setyo Sukarno, mengatakan pihaknya akan melakukan koordinasi dengan SKPD terkait untuk membahas peraturan pengelolaan sampah tersebut.

Dia mengatakan sampai saat ini Pemkab Wonogiri belum memiliki payung hukum mengenai pengelolaan sampah. "Dalam hal penyusunan perda, DPRD tentunya memiliki hak inisiatif. Namun sebelumnya akan kami komunikasikan dengan eksekutif," kata dia.

Berdasarkan data Dinas Pekerjaan Umum (DPU), volume sampah di Wonogiri pada 2014 sebanyak 413 meter kubik per hari. Jumlah tersebut terus meningkat hingga 18 persen sejak 2012 lalu.

Jenis sampah yang menumpuk beragam, mulai dari sampah sisa makanan, sampah ranting tanaman, sampah plastik, kain, karet dan sebagainya. Namun dari jumlah sampah yang ada, sampah plastik tercatat paling banyak ditemukan. Jumlahnya sekitar 20 persen dari total sampah yang ada.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho