Foto ilustrasi (JIBI/Dok)

Solopos.com, KARANGANYAR--Lahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sukosari di Desa Sukosari, Kecamatan Jumantono diperluas 1,1 hektare pada 2013 lalu. Penambahan lahan dilakukan untuk menampung sampah yang selalu meningkat setiap tahun.

Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Karanganyar, Didik Joko Bakdono, mengatakan volume sampah di Karanganyar sebanyak 450 ton/hari yang masuk ke TPA Sukosari. Sampah tersebut berasal dari tujuh kecamatan yakni Colomadu, Jaten, Kebakkramat, Karanganyar, Tasikmadu, Gondangrejo dan Karangpandan. “Makanya lahan TPA Sukosari diperluas karena volume sampah selalu meningkat setiap tahun,” katanya saat ditemui wartawan, Sabtu (8/2/2014).

Menurut Didik, TPA Sukosari diperkirakan dapat bertahan menampung sampah di Karanganyar selama 10-15 tahun mendatang. Karena itu, pihaknya berencana menambah luas lahan TPA Sukosari setiap tahun.

Selama ini, pengelolaan sampah TPA komunal dilakukan langsung oleh masyarakat setempat. Sampah bisa didaur ulang berupa pupuk kompos maupun kerajinan tangan yang bernilai ekonomi tinggi. Dengan kata lain, pengelolaan sampah akan meningkatkan perekonomian warga yang berdomisili di sekitar TPA.

“Rencananya kami juga akan membangun TPA komunal yang berbasis dan berorientasi meningkatkan perekonomian masyarakat. Tapi baru tahap wacana,” terang dia.

Pihaknya baru saja mendapatkan bantuan alat berat berupa dua unit dozer yang digunakan untuk mengelola sampah di TPA Sukosari. Bantuan alat berat tersebut berasal dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng).

Sementara itu, seorang pemuluh di kawasan TPA Sukosari, Parjinah, menuturkan dia mengumpulkan sampah non organik setiap hari. Misalnya, sampah bekas kemasan air mineral yang terbuat dari plastik maupun kaca. Dia mengais rejeki mulai pagi hingga siang hari. Sementara jumlah pemuluh di TPA Sukosari sekitar 100 orang.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten