PENGELOLAAN SAMPAH KLATEN : Warga 3 Desa di Klaten Berkukuh Tolak TPA Troketon

 Spanduk penolakan pendirian tempat pembuangan akhir (TPA) sampah terpasang di jalan menuju lokasi bekas penambangan galian C, Desa Troketon, Pedan, Senin (23/3/2015). Sekelompok orang yang mengatasnamakan warga menolak rencana pendirian TPA di desa tersebut. (Taufiq Sidik Prakoso/JIBI/Solopos)

SOLOPOS.COM - Spanduk penolakan pendirian tempat pembuangan akhir (TPA) sampah terpasang di jalan menuju lokasi bekas penambangan galian C, Desa Troketon, Pedan, Senin (23/3/2015). Sekelompok orang yang mengatasnamakan warga menolak rencana pendirian TPA di desa tersebut. (Taufiq Sidik Prakoso/JIBI/Solopos)

Pengelolaan sampah Klaten, ratusan warga mendatangi DPRD Klaten menolak pembangunan TPA Troketon.

Solopos.com, KLATEN–Ratusan warga dari tiga desa di wilayah Kecamatan Pedan yakni Troketon, Kaligawe, serta Kalangan kembali mendatangi DPRD Klaten, Rabu (20/4/2016). Mereka kembali menyatakan sikap menolak rencana pembangunan tempat pembuangan akhir (TPA) di Desa Troketon.

Warga tiba di DPRD sekitar pukul 09.15 WIB. Kedatangan mereka disambut puluhan aparat kepolisian di pintu gerbang. Warga datang membawa berbagai spanduk yang menyatakan penolakan rencana pembangunan TPA di Troketon. Setelah beberapa saat menggelar aksi di depan gedung DPRD, perwakilan warga menggelar audiensi di ruang Komisi III DPRD Klaten.

Namun, audiensi yang digelar sekitar 30 menit tak membuahkan hasil lantaran tak ada satu pun anggota Komisi III yang ada di kantor dewan. Hal itu lantaran anggota dewan menggelar reses sejak Selasa (19/4/2016). Sementara, perwakilan warga ditemui Sekretaris DPRD Klaten, Sugiharjo Sapto Aji, dan Kabid Kebersihan dan Pertamanan DPU dan ESDM Klaten, Anwar Shodiq.

Dalam kesempatan itu, warga merasa dibohongi. Permintaan warga terkait kejelasan izin pembangunan TPA di Troketon tak kunjung dipenuhi. Selain itu, hingga kini tak ada sosialisasi soal rencana pembangunan TPA. Warga juga menegaskan lahan yang direncanakan untuk membangun TPA tak layak lantaran dekat permukiman warga. Warga menyarankan agar pengelolaan sampah bisa dilakukan di wilayah masing-masing sehingga pemerintah tak perlu mengeluarkan biaya banyak guna membangun TPA.

Koordinator warga, Sutrisno, mengatakan kedatangan warga ke DPRD guna menegaskan sikap mereka menolak rencana pembangunan TPA. “Kami menyatakan sikap kami semua menolak dengan tegas pembangunan TPA dengan alasan apapun. Kami juga meminta terkait informasi ada oknum yang melakukan pemotongan uang [ganti rugi pembelian lahan] segera diungkap,” jelas dia saat ditemui seusai audiensi.

Selain itu, kedatangan mereka juga mempertanyakan sejumlah tuntutan warga yang siap dipenuhi. Namun, seluruh tuntutan yang disampaikan saat audiensi pada 2 Maret lalu disebut diingkari. “Akan memberikan bukti tentang izin 2011, kemudian izin 2015, kesimpulan zona merah siapa yang menentukan, serta sosialisasi ke tiga desa [Kaligawe, Troketon, dan Kalangan]. Semua janjinya diingkari. Untuk bukti izin kami sudah cek ke kecamatan. Ternyata juga tidak ada bukti tersebut,” kata dia.

Terkait tak adanya anggota Komisi III yang menemui perwakilan warga, Sutrisno menyatakan kecewa. “Ya jelas kecewa saya. Tadi katanya ada komisi III yang menemui, ternyata tidak ada karena reses. Surat sudah kami kirim kemarin-kemarin,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Sutrisno mengatakan bakal mengadukan persoalan itu ke Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. tak hanya itu, aduan juga disampaikan hingga ke pemerintah pusat.

Sementara itu, Kabid Kebersihan dan Pertamanan DPU dan ESDM Klaten, Anwar Shodiq, mengatakan lahan di Troketon dipastikan tak dimanfaatkan sebagai tempat penimbunan sampah. Ia menjelaskan lahan yang dibebaskan dimaksudkan untuk pembuatan tempat pengolahan sampah.

Terkait tuntutan warga soal kejelasan izin rencana pembangunan pengelolaan sampah di Troketon, Shodiq menyebut fotokopi surat izin sudah disampaikan ke pemerintah Kecamatan Pedan guna disampaikan ke warga.

Terkait sosialisasi, ia mengatakan DPU dan ESDM saat ini masih menyusun detail engineering design (DED) rencana pembangunan tempat pengolahan sampah di Troketon memanfaatkan lahan yang sudah dibebaskan. Dari total lahan sekitar 3,2 ha yang sudah dibebaskan, tempat pengelolaan sampah memanfaatkan lahan sekitar 500 meter persegi.

“Kenapa kami belum sosialisasi, saat ini kami masih dalam tahap penyusunan DED. Setelah itu nanti kami sosialisasikan. Yang jelas di sana nanti sampah tidak ditimbun melainkan diolah,” katanya.

Berita Terkait

Berita Terkini

Berat Badan Tentukan Risiko Terkena Flu, Ini Penjelasannya

Sebenarnya, orang-orang dari semua kelompok umur sama-sama punya risiko terkena flu.

Siap-Siap, Disdik Kota Solo akan Tes Covid-19 Acak di Sekolah

Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Solo berencana mengadakan uji swab deteksi Covid-19 secara acak (random test) terhadap warga sekolah.

Pasar Janglot Tangen Sragen Terbakar, 50 Los/Kios Ludes

Kebakaran yang terjadi Sabtu (25/9/2021) pukul 23. 20 WIB

Ciamik! Colomadu Dirancang Jadi Solo Baru-nya Karanganyar

Bupati Karanganyar berencana menjadikan Kecamatan Colomadu sebagai pusat industri dan perdagangan selayaknya Solo Baru.

Aksi Bersih Pantai di Indramayu Peringati World Cleanup Day 2021

Mengajak masyarakat agar menjaga kebersihan bumi

Jos, Atlet Jateng dari UTP Solo Juara Umum Kickboxing PON Papua

Atlet kickboxing Jawa Tengah (Jateng) meraih juara umum di PON XX Papua merupakan mahasiswa UTP Solo.

Litto Kantongi Surat Kesesuaian Tata Ruang, Begini Sikap DPRD Bantul

DPRD Bantul akan meminta kejelasan dan duduk perkara, terkait berdirinya hotel dan restoran Little Tokyo di RT 5 Gunung Cilik, Muntuk, Dlingo, Bantul, yang diduga belum mengantongi izin.

Profil Ika Masriana, Tiktoker yang Di-bully Gegara Tanda Lahir di Wajah

Berikut profil tiktoker Ika Masriana yang di-bully lantaran memiliki tanda lahir di wajahnya dan pernah disebut mirip monyet.

Tukul Arwana, Si Raja Duit yang Doyan Oseng Kangkung

Komedian Tukul Arwana merupakan salah satu artis terkaya di Indonesia yang hidup sederhana.

BKSDA Evakuasi Buaya dari Penangkaran Terbengkalai

Diperkirakan berjumlah antara 25-30 ekor dari penangkaran buaya

Rasa Teh di Solo Ternikmat No Debat, Sepakat?

Teh ginastel di Kota Solo yang diracik dengan mengoplos berbagai merek merupakan sajian kuliner khas ternikmat, sepakat?

Pengambilan Api Abadi PON XX Papua

Api abadi dibawa menggunakan lentera yang didesain seperti alat musik Tifa khas Papua

Melihat Bayangan Seperti Makhluk Gaib di CCTV, Warga Wonogiri Trauma

Kamera pengintai atau closed circuit television (CCTV) yang terpasang di rumah pengusaha properti di Wonogiri merekam bayangan hitam.

Rumah Kamera Borobudur, Bisa Swafoto Bersama ‘Presiden Jokowi’ Hlo!

Di Rumah Kamera ini, pengunjung bisa dengan leluasa berswafoto dengan Presiden Ri yang akrab disapa dengan Jokowi ini dalam bentuk replika yang terlihat seperti sosok presiden yang nyata.

Meninggal di Balap World Supersport 300, Ini Sosok Dean Berta Vinales

Dean Berta Vinales, meninggal dalam usia 15 tahun setelah mengalami kecelakaan saat tampil dalam balap motor Supersport 300 di Sirkuit Jerez, Spanyo.

Dyah Hayuning Pratiwi, Bupati Purbalingga Keturunan Raja Mataram

Bupati Tiwi adalah keturunan dari Kyai Arsantaka yang bernama kecil Arsakusuma, pendiri Kabupaten Pubalingga sekaligus leluhur raja-raja Mataram Islam.