PENGELOLAAN SAMPAH KLATEN : TPA Troketon Masih Butuh Lahan 12,5 Hektare

 Penjaga keamanan TPA Troketon memeriksa mesin penyaring sampah di kawasan TPA Troketon, Desa Troketon, Kecamatan Pedan, Klaten, Rabu (3/1/2018). (Cahyadi Kurniawan/JIBI/Solopos)

SOLOPOS.COM - Penjaga keamanan TPA Troketon memeriksa mesin penyaring sampah di kawasan TPA Troketon, Desa Troketon, Kecamatan Pedan, Klaten, Rabu (3/1/2018). (Cahyadi Kurniawan/JIBI/Solopos)

Tempat pembuangan akhir (TPA) sampah Troketon, Klaten, membutuhkan lahan 20 hektare namun saat ini baru terealisasi 7,5 hektare.

Solopos.com, KLATEN — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Klaten meminta agar pengadaan lahan untuk Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Desa Troketon, Kecamatan Pedan, setidaknya mencapai 20 hektare. Namun, hingga 2017, lahan yang tersedia baru 7,5 hektare.

DPRD Klaten mengklaim setiap tahun setidaknya menganggarkan Rp5 miliar untuk pengadaan lahan TPA Troketon sejak 2012. Namun, hingga 2016 baru teralisasi 5 hektare dan bertambah jadi 7,5 hektare pada 2017.

“Kami ingin lahan TPA semaksimal mungkin. Paling enggak 20 ha-30 ha seperti di kota lain. Persoalan sampah kalau enggak diurus dari awal, salah satunya untuk mengurus TPA, bisa jadi masalah di mana pun. Sampah yang awalnya dibuang di lahan masing-masing, karena dibangun rumah, kini jadi urusan pemerintah,” kata Ketua DPRD Klaten, Agus Riyanto, saat ditemui wartawan di sela-sela kunjungannya ke TPA Troketon, Desa Troketon, Kecamatan Pedan, Klaten, Rabu (3/1/2018).

Menurut Agus, DPRD Klaten siap mendukung pemerintah kabupaten soal penanganan sampah di Klaten. DPRD siap menyetujui berapa pun anggaran yang dibutuhkan Pemkab. Tak hanya itu, ia berharap TPA Troketon bisa segera dioperasikan tahun ini.

“Tahun ini harusnya sudah operasional. Ini hanya kurang pelaksanaannya. Secara umum siap mengolah sampah,” terang dia.

Usulan pemerintah soal pendirian TPS di tiap kecamatan juga direspons positif oleh DPRD. Hal itu dinilai mampu mengurangi volume sampah yang dikirim ke TPA. Ke depan, pengelolaan sampah di Klaten tidak menutup kemungkinan diolah menjadi sumber energi listrik seperti yang dibangun di Solo dan Surabaya. “Bisa jadi ke sana. Tapi kan itu butuh penampungan yang luas,” ujar Agus.

Sebelumnya, Agus Riyanto dan rombongan juga menyambangi pembangunan Embung Jati di Desa Kalangan, Kecamatan Pedan. Ia ingin memastikan sejauh mana realisasi pembangunan embung yang didanai bantuan keuangan khusus. “Ini sebagai bentuk pengawasan. Ternyata [pembangunan embung] dilakukan dengan baik.”

Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapppeda) Klaten, Bambang Sigit Sinugroho, mengatakan TPA Troketon bakal beroperasi tahun ini. Kendati beroperasi bukan berarti operasional TPA Candirejo dihentikan. Kontrak sewa lahan TPA Candirejo oleh Pemkab Klaten berakhir tahun ini.

“TPA Candirejo tetap jalan kendati Troketon juga beroperasi. Katanya tahun ini habis [kontraknya], tapi enggak tahu apakah diperpanjang atau tidak. Belum ada pembahasan soal itu,” ujar Bambang.

Berita Terkait

Espos Premium

Akhirnya Indonesia Pilih Kapal Perang Baru Desain Inggris

Akhirnya Indonesia Pilih Kapal Perang Baru Desain Inggris

Indonesia membeli lisensi desain kapal perang jenis frigat yang akan dibuat oleh PT PAL di Surabaya. Desain yang dipilih adalah Arrowhead 140 dari Babcock, Inggris, yang berbobot lebih dari 5.000 ton dan akan menjadi kapal frigat terbesar Indonesia.

Berita Terkini

Evakuasi Tenaga Kesehatan Korban Penyerangan KKB di Pegunungan Bintang Papua

Puskesmas Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang diserang KKB

Pencemaran Bengawan Solo, Pelaku Ngaku Buang Ribuan Liter Limbah Ciu Ke Sungai Samin Setiap Hari

Polres Sukoharjo menggelar perkara kasus buang limbah ciu yang mencemari Sungai Bengawan Solo dengan peragaan oleh dua pelaku.

KKN UNS Tim 361 Edukasi Warga Ngargisari Sragen Hidup Sehat di Masa Pandemi

Tim 361 KKN UNS kemudian berinisiatif mengadakan sosialisasi pola hidup sehat di Desa Ngargosari, Sumberlawang, Kabupaten Sragen.

Upaya Penyisiran Lokasi Tenggelamnya Kapal Pengayoman IV di Perairan Cilacap

Tenggelamnya Kapal Pengayoman IV menyebabkan dua orang meninggal

Jangan Sampai Jadi Korban, Ini Tips Terhindar dari Penipuan Arisan Online

Saat ini banyak orang yang menggunakan tameng arisan online sebagai modus penipuan yang menimbulkan banyak korban.

Mau Tahu Harta Kekayaan Para Artis yang Jadi Anggota DPR? Ini Daftarnya

Masyarakat sebenarnya bisa ikut memantau harta kekayaan para artis yang jadi anggota DPR ini.

Kelola Sampah Organik dengan Maggot, Omah Limbah Gempol Klaten Wakili Jateng ke Tingkat Nasional

Omah Limbah Gempol mengelola sampah organik agar berdaya guna sebagai pakan utama maggot alias belatung dari lalat BSF.

Hati-Hati Lur! Jembatan Trobayan Sragen Retak-Retak, Rawan Ambles

Jembatan Trobayan di Kalijambe Sragen kembali rusak hingga mengancam keselamatan pengguna jalan, khususnya pengemudi kendaraan roda empat atau lebih.

Belajar Bahasa Inggris sambil Rebahan? Yuk, Simak Cara Berikut Ini

Di era globalisasi saat ini, kemampuan berbahasa Inggris sebagai bahasa global bukan lagi menjadi sebuah pilihan, melainkan sebuah kebutuhan.

Kisah Kades Gempol Klaten yang Diprimpeni Arwah Leluhur saat Jalani Isoman

Kepala Desa (Kades) Gempol, Kecamatan Karanganom, Edy Suryanta, merupakan salah seorang penyintas Covid-19 di desanya, Jumat (17/9/2021).

Ella Skin Care Menginspirasi melalui 1.000 Serum

Ella Skin Care dengan produknya Matcha Sebo Control Serum mengatasi masalah jerawat yanpa efek samping.

Silaturahmi ke Kediaman Habib Luthfi Pekalongan, Airlangga: Beliau Orang Tua Kita

Ketua Umum Partai Golongan Karya (Golkar) Airlangga Hartarto sowan ke kediaman Maulana Al-Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya atau Habib Luthfi.

Viral Pelajar SMA Jadi MUA, Hasil Riasannya Bikin Kaget Warganet

Seorang pelajar SMA yang diketahui bernama Desi menjadi sorotan karena keterampilannya jadi MUA. 

Potensi Pendapatan Rp42 Triliun, Ini 5 Fakta Merger Indosat dan Tri

Induk PT Indosat Tbk., Ooredoo Q.P.S.C., dan induk PT Hutchison 3 Indonesia, CK Hutchison Holdings Limited resmi bergabung atau merger.

Tak Hanya White Tiger, Monstera Variegata Marble Juga Jadi Primadona, Harganya Rp3 Juta per Daun

Petani dan pedagang tanaman hias di lereng Gunung Lawu ini menyebut bukan hanya Monstera White Tiger yang sedang hits. Dia menyebut Monstera Variegata Marble juga menjadi primadona.