PENGELOLAAN SAMPAH KLATEN : Bersedia Tampung Sampah, Desa Candirejo Digelontor Rp750 Juta

 Sampah di tempat pembuangan sampah (TPS) Sungkur menumpuk pada Senin (9/2/2015). Sejak Sabtu (7/2/2015), petugas dari Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Klaten tak mengambil sampah ke TPS lantaran ada penutupan akses pembuangan sampah ke TPA Jomboran. (Taufiq Sidik Prakoso/JIBI/Solopos)

SOLOPOS.COM - Sampah di tempat pembuangan sampah (TPS) Sungkur menumpuk pada Senin (9/2/2015). Sejak Sabtu (7/2/2015), petugas dari Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Klaten tak mengambil sampah ke TPS lantaran ada penutupan akses pembuangan sampah ke TPA Jomboran. (Taufiq Sidik Prakoso/JIBI/Solopos)

Pengelolaan sampah Klaten, Pemerintah Desa Candirejo memperoleh dana Rp750 juta dari Pemkab.

Solopos.com, KLATEN–Pemerintah Desa (Pemdes) Candirejo bakal memperoleh gelontoran dana dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten senilai Rp750 juta secara bertahap dalam dua tahun mendatang. Anggaran sebesar itu diberikan sebagai kompensasi pemdes setempat menyusul daerahnya bersedia dijadikan sebagai tempat pembuangan akhir (TPA) sementara.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, Pemdes Candirejo telah menjalin kerja sama dengan Pemkab Klaten terkait penyediaan lahan seluas 9.000 meter persegi sebagai TPA sementara. Lahan tersebut berada di atas tanah kas desa yang tidak produktif. Lokasi TPA sementara berjarak kurang lebih satu kilometer dari permukiman warga. Pembuangan sampah ke Candirejo sudah berlangsung sejak pertengahan pekan lalu.

“Tanah kas desa itu disewa Pemkab Klaten senilai Rp20 juta per tahun. Warga di sini setuju tanah di atas lahan kas desa itu dijadikan sebagai TPA sementara karena memang tidak produktif,” kata Kepala Desa (Kades) Candirejo, Muryanto Darmo Suwito, saat ditemui wartawan di desanya, Sabtu (25/6/2016).

Muryanto Darmo Suwito mengatakan warga di Candirejo sangat diuntungkan dengan adanya TPA sementara itu. Dalam dua tahun ke depan, Pemdes Candirejo bakal memperoleh gelontoran dana senilai Rp750 juta. Anggaran ratusan juta itu akan digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan warga, di antaranya perbaikan infrastruktur jalan dan kegiatan positif lainnya di Candirejo.

“Anggaran itu dicairkan secara bertahap. Dalam waktu dekat ini, kami akan memperoleh Rp190 juta dan Rp200 juta. Anggarannya berasal dari Dinas Pekerjaan Umum (DPU) dan Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Klaten,” katanya.

Salah satu warga Candirejo yang enggan disebutkan namanya mengatakan daerahnya memang menjadi TPA sementara mulai pertengahan pekan lalu. Sebagian besar warga di Candirejo tidak mempersoalkan TPA sementara sepanjang Pemkab Klaten memikirkan nasib warga Candirejo.

“Yang penting kalau ada kompensasi dan benar-benar dicairkan untuk kesejahteraan warga, tidak masalah. Soalnya, desa ini memang butuh bantuan,” katanya.

Sebelumnya, Asisten Ekonomi dan Kesejahteraan Rakyat Setda Klaten, Purwanto Anggono Cipto, mengaku Pemkab Klaten memang sudah siap memberikan kompensasi kepada warga Candirejo. Hal itu sebagai bentuk kepedulian Pemkab Klaten terhadap warga dan Pemdes Candirejo.

Berita Terkait

Berita Terkini

Pasar Janglot Tangen Sragen Terbakar, 50 Los/Kios Ludes

Kebakaran yang terjadi Sabtu (25/9/2021) pukul 23. 20 WIB

Ciamik! Colomadu Dirancang Jadi Solo Baru-nya Karanganyar

Bupati Karanganyar berencana menjadikan Kecamatan Colomadu sebagai pusat industri dan perdagangan selayaknya Solo Baru.

Aksi Bersih Pantai di Indramayu Peringati World Cleanup Day 2021

Mengajak masyarakat agar menjaga kebersihan bumi

Jos, Atlet Jateng dari UTP Solo Juara Umum Kickboxing PON Papua

Atlet kickboxing Jawa Tengah (Jateng) meraih juara umum di PON XX Papua merupakan mahasiswa UTP Solo.

Litto Kantongi Surat Kesesuaian Tata Ruang, Begini Sikap DPRD Bantul

DPRD Bantul akan meminta kejelasan dan duduk perkara, terkait berdirinya hotel dan restoran Little Tokyo di RT 5 Gunung Cilik, Muntuk, Dlingo, Bantul, yang diduga belum mengantongi izin.

Profil Ika Masriana, Tiktoker yang Di-bully Gegara Tanda Lahir di Wajah

Berikut profil tiktoker Ika Masriana yang di-bully lantaran memiliki tanda lahir di wajahnya dan pernah disebut mirip monyet.

Tukul Arwana, Si Raja Duit yang Doyan Oseng Kangkung

Komedian Tukul Arwana merupakan salah satu artis terkaya di Indonesia yang hidup sederhana.

BKSDA Evakuasi Buaya dari Penangkaran Terbengkalai

Diperkirakan berjumlah antara 25-30 ekor dari penangkaran buaya

Rasa Teh di Solo Ternikmat No Debat, Sepakat?

Teh ginastel di Kota Solo yang diracik dengan mengoplos berbagai merek merupakan sajian kuliner khas ternikmat, sepakat?

Pengambilan Api Abadi PON XX Papua

Api abadi dibawa menggunakan lentera yang didesain seperti alat musik Tifa khas Papua

Melihat Bayangan Seperti Makhluk Gaib di CCTV, Warga Wonogiri Trauma

Kamera pengintai atau closed circuit television (CCTV) yang terpasang di rumah pengusaha properti di Wonogiri merekam bayangan hitam.

Rumah Kamera Borobudur, Bisa Swafoto Bersama ‘Presiden Jokowi’ Hlo!

Di Rumah Kamera ini, pengunjung bisa dengan leluasa berswafoto dengan Presiden Ri yang akrab disapa dengan Jokowi ini dalam bentuk replika yang terlihat seperti sosok presiden yang nyata.

Meninggal di Balap World Supersport 300, Ini Sosok Dean Berta Vinales

Dean Berta Vinales, meninggal dalam usia 15 tahun setelah mengalami kecelakaan saat tampil dalam balap motor Supersport 300 di Sirkuit Jerez, Spanyo.

Dyah Hayuning Pratiwi, Bupati Purbalingga Keturunan Raja Mataram

Bupati Tiwi adalah keturunan dari Kyai Arsantaka yang bernama kecil Arsakusuma, pendiri Kabupaten Pubalingga sekaligus leluhur raja-raja Mataram Islam.

Kaesang Sebut Duit Bapaknya Sedikit, Sering Minta Dibelikan Makanan

Kaesang Pangarep menyebut gaji bapaknya sebagai Presiden RI lebih kecil daripada penghasilannya sebagai pengusaha.