PENGELOLAAN SAMPAH KLATEN : Akhir November Pembangunan TPA Troketon Ditarget Kelar

SOLOPOS.COM - Panduan Informasi dan Inspirasi

Pengelolaan sampah Klaten, Pemkab Klaten menargetkan November pembangunan TPA Troketon kelar.

Solopos.com, KLATEN–Proyek pembangunan tempat pemrosesan akhir (TPA) sampah di Desa Troketon, Kecamatan Pedan ditargetkan rampung pada akhir November mendatang. Pembangunan tersebut memanfaatkan lahan seluas 500 meter persegi dari total lahan 3,2 ha yang sudah dibebaskan pemkab.

Kabid Kebersihan dan Pertamanan DPU dan ESDM Klaten, Anwar Shodiq, mengatakan saat ini proyek masih dalam tahap pembangunan gedung yang digunakan untuk pengolahan sampah. Pembangunan tersebut sudah dimulai sekitar pertengahan Agustus lalu menggunakan alokasi dana dari APBD 2016 senilai Rp1,429 miliar.

“Untuk saat ini pambangunan sudah mencapai 45 persen. Kalau targetnya 15 Desember sudah selesai. Tetapi, kami berharap akhir November itu proyek kelar,” jelas Shodiq saat ditemui di Pendapa Pemkab Klaten, Kamis (29/9/2016).

Pembangunan gedung menggunakan alokasi anggaran sekitar Rp700 juta. Sementara, sisanya digunakan untuk pengadaan mesin pengolah sampah yang didatangkan dari Institut Teknologi Bandung (ITB). “Untuk penempatan mesin setelah gedung ada atapnya,” katanya.

Mesin yang dimaksud untuk memroses sampah organik serta anorganik. Sampah organik diolah menjadi pupuk kompos sementara sampah anorganik berupa plastik bakal dipadatkan untuk didaur ulang.
Ia menjelaskan pembangunan TPA dilakukan bertahap. Dari TPA yang dibangun kali ini ditargetkan bisa beroperasi pada 2017 mendatang. Untuk pengoperasian TPA tersebut, dibutuhkan sekitar 15 tenaga kerja untuk pemilahan hingga proses pemindahan sampah ke mesin.

“Tenaga kerja kami libatkan dari warga sekitar lokasi,” kata dia.

Saat ini, produksi sampah per hari yang diangkat ke tempat pembuangan akhir sekitar 175 meter kubik setara 40-45 ton sampah. Dari jumlah itu, sekitar sepertiga atau 15 ton sampah tersebut bisa diolah di TPA Troketon. “Setidaknya ada pengurangan sampah yang dibuang. Jadi, sampah yang terbuang itu benar-benar sampah yang tidak bisa diolah lagi,” ungkapnya.

Pada bagian lain, Shodiq mengatakan untuk mendukung operasional petugas kebersihan ada penambahan armada pengangkut sampah sebanyak dua unit. Armada itu sebagai cadangan bila armada yang ada saat ini mengalami kerusakan. “Pada APBD Perubahan ini ada alokasi senilai Rp1 miliar untuk penambahan dua unit,” katanya.

Berita Terkait

Espos Premium

Akhirnya Indonesia Pilih Kapal Perang Baru Desain Inggris

Akhirnya Indonesia Pilih Kapal Perang Baru Desain Inggris

Indonesia membeli lisensi desain kapal perang jenis frigat yang akan dibuat oleh PT PAL di Surabaya. Desain yang dipilih adalah Arrowhead 140 dari Babcock, Inggris, yang berbobot lebih dari 5.000 ton dan akan menjadi kapal frigat terbesar Indonesia.

Berita Terkini

Evakuasi Tenaga Kesehatan Korban Penyerangan KKB di Pegunungan Bintang Papua

Puskesmas Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang diserang KKB

Pencemaran Bengawan Solo, Pelaku Ngaku Buang Ribuan Liter Limbah Ciu Ke Sungai Samin Setiap Hari

Polres Sukoharjo menggelar perkara kasus buang limbah ciu yang mencemari Sungai Bengawan Solo dengan peragaan oleh dua pelaku.

KKN UNS Tim 361 Edukasi Warga Ngargisari Sragen Hidup Sehat di Masa Pandemi

Tim 361 KKN UNS kemudian berinisiatif mengadakan sosialisasi pola hidup sehat di Desa Ngargosari, Sumberlawang, Kabupaten Sragen.

Upaya Penyisiran Lokasi Tenggelamnya Kapal Pengayoman IV di Perairan Cilacap

Tenggelamnya Kapal Pengayoman IV menyebabkan dua orang meninggal

Jangan Sampai Jadi Korban, Ini Tips Terhindar dari Penipuan Arisan Online

Saat ini banyak orang yang menggunakan tameng arisan online sebagai modus penipuan yang menimbulkan banyak korban.

Mau Tahu Harta Kekayaan Para Artis yang Jadi Anggota DPR? Ini Daftarnya

Masyarakat sebenarnya bisa ikut memantau harta kekayaan para artis yang jadi anggota DPR ini.

Kelola Sampah Organik dengan Maggot, Omah Limbah Gempol Klaten Wakili Jateng ke Tingkat Nasional

Omah Limbah Gempol mengelola sampah organik agar berdaya guna sebagai pakan utama maggot alias belatung dari lalat BSF.

Hati-Hati Lur! Jembatan Trobayan Sragen Retak-Retak, Rawan Ambles

Jembatan Trobayan di Kalijambe Sragen kembali rusak hingga mengancam keselamatan pengguna jalan, khususnya pengemudi kendaraan roda empat atau lebih.

Belajar Bahasa Inggris sambil Rebahan? Yuk, Simak Cara Berikut Ini

Di era globalisasi saat ini, kemampuan berbahasa Inggris sebagai bahasa global bukan lagi menjadi sebuah pilihan, melainkan sebuah kebutuhan.

Kisah Kades Gempol Klaten yang Diprimpeni Arwah Leluhur saat Jalani Isoman

Kepala Desa (Kades) Gempol, Kecamatan Karanganom, Edy Suryanta, merupakan salah seorang penyintas Covid-19 di desanya, Jumat (17/9/2021).

Ella Skin Care Menginspirasi melalui 1.000 Serum

Ella Skin Care dengan produknya Matcha Sebo Control Serum mengatasi masalah jerawat yanpa efek samping.

Silaturahmi ke Kediaman Habib Luthfi Pekalongan, Airlangga: Beliau Orang Tua Kita

Ketua Umum Partai Golongan Karya (Golkar) Airlangga Hartarto sowan ke kediaman Maulana Al-Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya atau Habib Luthfi.

Viral Pelajar SMA Jadi MUA, Hasil Riasannya Bikin Kaget Warganet

Seorang pelajar SMA yang diketahui bernama Desi menjadi sorotan karena keterampilannya jadi MUA. 

Potensi Pendapatan Rp42 Triliun, Ini 5 Fakta Merger Indosat dan Tri

Induk PT Indosat Tbk., Ooredoo Q.P.S.C., dan induk PT Hutchison 3 Indonesia, CK Hutchison Holdings Limited resmi bergabung atau merger.

Tak Hanya White Tiger, Monstera Variegata Marble Juga Jadi Primadona, Harganya Rp3 Juta per Daun

Petani dan pedagang tanaman hias di lereng Gunung Lawu ini menyebut bukan hanya Monstera White Tiger yang sedang hits. Dia menyebut Monstera Variegata Marble juga menjadi primadona.