Patung gajah bercorak zebra di TSTJ Solo. (Solopos/Nicolous Irawan)

Solopos.com, SOLO – Keberadaan patung gajah bercorak zebra di Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) Solo menuai protes sejumlah pengunjung. Beberapa wisatawan menilai patung tersebut justru membuat anak kebingungan mengenal satwa.

Meski demikian, pihak pengelola TSTJ Solo justru bakal mempertahankan keberadaan patung gajah bercorak zebra tersebut. Direktur Perusahaan Daerah (PD) TSTJ, Bimo Wahyu Widodo Dasir Santoso, menjelaskan, patung sengaja dicat menyerupai zebra agar menjadi daya tarik bagi pengunjung.

“Cat seperti itu enggak apa-apa, kami pertahankan untuk daya tarik pengunjung. Kami sengaja mengecat sejak dua tahun lalu. Dulu warna patung hitam,” ungkapnya saat ditemui Solopos.com, Jumat (17/1/2020).

Bimo Wahyu Widodo menambahkan, wisatawan yang mengajak anak-anak bisa memberikan edukasi soal gajah dengan melihat langsung di kandang. Letak kandang gajah di TSTJ Solo juga tidak jauh dari patung yang menuai kontroversi tersebut.

“Untuk mengedukasi anak bisa melihat gajah asli di kandang yang tidak jauh dari patung,” sambung dia.

Kisah Una Pacari Pria Posesif di Solo sampai Babak Belur (Bagian 3): Cinta Berakhir di Polisi

Berdasarkan pantauan Solopos.com, patung gajah berkelir zebra menyambut setiap pengunjung setelah melewati beberapa patung yang ada di TSTJ. Keunikan corak patung tersebut justru menarik perhatian sejumlah pengunjung. Beberapa pengunjung tampak berfoto di sebelah patung tersebut.

Meski demikian, ada beberapa pengunjung yang meminta warna patung itu diganti. Mereka menilai patung gajah bercorak zebra justru bakal membuat anak kesulitan mengenal satwa.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten