Pengelola Pasar Malam di Ceper Klaten Banting Setir Jadi Bakul Angkringan Akibat Pandemi
Pengunjung menikmati makanan di Angkringan 69 di Jombor, Kecamatan Ceper, Klaten, Sabtu (16/1/2021). (Solopos.com/Ponco Suseno)

Solopos.com, KLATEN – Pengelola wahana pasar malam di Ceper, Klaten terpaksa banting setir membuka usaha angkringan di daerah setempat, Sabtu (16/1/2021). Warung angkringan yang dibuka sejak 17 Oktober 2020 itu dinilai justru lebih menjanjikan dibandingkan usaha sebelumnya di tengah pandemi Covid-19.

Demikian penjelasan pengelola Angkringan 69 di Jombor, Kecamatan Ceper, Klaten, yakni Ari Diana, 25, saat ditemui Solopos.com, di daerah setempat, Sabtu (16/1/2021).

Usaha angkringan yang dilakukan Diana tersebut tak terpengaruh dengan kebijakan Pemkab Klaten yang sempat membatasi usaha hingga pukul 19.00 WIB saat di awal pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), Senin-Jumat (11-15/1/2021). Sesuai rencana, PPKM di Klaten berlangsung hingga, Senin (25/1/2021).

Geger Ramalan Mbak You Soal Jokowi Lengser 2021, Ini Penjelasannya

Usaha angkringan yang digeluti Diana berlangsung mulai pagi hingga sore hari setiap harinya. Menu andalan di Angkringan 6 di Ceper, Klaten itu antara lain aneka masakan khas asal Wonogiri, seperti sayur tempe lombok ijo, kacang lombok ijo, dan lainnya. Dari sisi harga, aneka makanan di Angkringan 69 relatif terjangkau seluruh kalangan masyarakat.

"Sebelum membuka usaha angkringan ini, saya mengelola wahana pasar malam bersama orangtua. Lantaran ada pandemi Covid-19, usaha itu kami hentikan dulu. Sebanyak 10 karyawan kami rumahkan sejak pandemi itu. Di tengah situasi sulit itu, muncul ide membuka usaha angkringan," kata Ari Diana, saat ditemui wartawan di Ceper, Sabtu (16/1/2021).

Cibeby, Miyabi Versi Indonesia

Omzet

Ari Diana mengatakan usaha angkringan yang dijalaninya sempat tak berkembang pesat, Oktober 2020. Guna mempromosikan usahanya, Ari Diana dan keluarganya mengundang sejumlah tokoh masyarakat dan warga di lingkungan sekitar mencicipi masakan khas di Angkringan 69. Strategi tersebut membuahhkan hasil. Di samping lokasinya yang dinilai strategis, warga di Ceper dan sekitarnya mulai berdatangan ke angkringan miliknya.

"Saat ini, omzet dari angkringan ini sudah setara dengan omzet dari hasil wahana pasar malam. Sedikitnya Rp500.000 per hari ada. Beberapa karyawan kami yang biasa bekerja di wahana pasar malam, ada yang saya tarik ke sini. Lantaran masih pandemi Covid-19, protokol kesehatan tetap ditaati," katanya.

19 Tahun Keajaiban Serenan Klaten: Duit Sekoper Milik Penumpang Garuda Bikin Warga Melongo  

Salah seorang pengunjung Angkringan 69 Ceper, Novia, mengaku tertarik dengan aneka masakan Jawa yang disajikan di angkringan milik Diana.

"Ternyata masakan di sini rasanya enak. Saya baru mampir kali ini. Padahal, sebelumnya sering lewat," katanya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya








Kolom