Pengelola Minta Objek Wisata di Wonogiri Boleh Dibuka
Pengunjung tiba di pintu masuk Wisata Soko Langit, Desa Conto, Kecamatan Bulukerto, Kabupaten Wonogiri, Agustus lalu. Mereka tak bisa masuk karena tempat wisata ditutup. (Solopos/Rudi Hartono)

Solopos.com, WONOGIRI — Banyak pengelola meminta Pemerintah Kabupaten Wonogiri segera membolehkan objek wisata dibuka. Mereka membandingkan dengan tempat wisata di sejumlah daerah lain yang sudah buka. Pengelola menyatakan siap jika harus menjalankan protokol pencegahan penularan Covid-19 dengan ketat.

Seperti diketahui, Pemkab melarang tempat wisata dibuka sejak Maret lalu. Larangan itu untuk mencegah penularan Covid-19. Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata atau DKOP Wonogiri, Sentot Sujarwoko, tak memungkiri banyak pengelola yang sering menanyakan kapan tempat wisata boleh dibuka.

Murah dan Alami, Ini Cara Gampang Bikin Hand Sanitizer Sendiri

Mereka mempertanyakan mengapa objek wisata di Wonogiri hingga kini belum boleh dibuka. Sementara di daerah lain, seperti Klaten, Karanganyar, dan Pacitan sudah boleh dibuka. Pada sisi lain, kasus Covid-19 di daerah tersebut juga tinggi. Tak sedikit yang juga mengajukan permohonan agar Pemkab membolehkan pengelola membuka tempat wisata.

“Kami masih menunggu petunjuk lebih lanjut dari pimpinan. Sampai sekarang [Kamis] belum ada [petunjuk]. Memang banyak yang ingin tempat wisata segera dibuka. Banyak juga warga yang kecele karena mengira tempat wisata sudah buka. Peristiwa itu terjadi di Wisata Waduk Gajah Mungkur belum lama ini. Akhirnya waktu itu rombongan berwisata ke Pantai Klayar [Pacitan],” kata Sentot saat ditemui Solopos.com di kantornya, Kamis (22/10/2020).

Dia melanjutkan sejumlah pengelola tempat wisata sudah menyatakan siap jika harus membuka tempat wisata dengan menerapkan protokol kesehatan ketat. Ada pengelola tempat wisata yang sudah membuat video simulasi penerapan protokol kesehatan, seperti di Wisata Istana Parnaraya, Sidoharjo.

Pengelola Wisata Goa Resi, Conto, Bulukerto, juga sudah membuat skenario penerapan protokol kesehatan. Goa Resi merupakan tempat wisata baru yang belum sempat dibuka untuk umum lantaran Covid-19 mewabah terlebih dahulu, Maret lalu.

“Kami sudah sampaikan kepada para pengelola tempat wisata agar membuat simulasi penerapan protokol kesehatan saat kali pertama pengunjung masuk, proses pembelian dan penyerahan tiket, pengaturan antrean pengunjung di area loket, aktivitas wisata, saat menikmati kuliner, hingga proses pengunjung keluar tempat wisata. Semua harus diatur sedemikian rupa,” imbuh Sentot.

Video Simulasi

Simulasi divideo lalu diserahkan kepada tim DKOP. DKOP akan mengecek kesiapan penerapan protokol kesehatan baik di objek wisata maupun melalui rekaman video. Langkah itu akan ditempuh jika Gugus Tugas ke depan memberi lampu hijau. Menurut Sentot sudah ada pengelola tempat wisata yang sudah menyerahkan video simulasi, tetapi ada pula yang belum membuatnya.

“Pengelola wajib membuat simulasi. Objek wisata yang dikelola Pemkab pun juga harus menyiapkan semuanya. Ke depan kalau tempat wisata boleh dibuka, kami akan mengecek kesiapan pengelola baik di lapangan maupun melalui video,” ujar Sentot.

CSR Semen Gresik Ayomi untuk 8 Balita Penderita Stunting di Rembang

Terpisah, Manajer Wisata Kitagawa Pesona Bali, Sidoharjo, Lukman Budi Prasetyo, mengaku membuat strategi agar usaha tetap bisa berjalan meski Pemkab belum membolehkan tempat wisata dibuka. Pengelola mengubah konsep menjadi usaha kuliner sejak 1 September lalu.

Pengelola mempersilakan pengunjung masuk ke area wisata untuk menikmati kuliner di warung berkonsep kafe. Sambil menyantap makanan pengunjung dapat menikmati pemandangan indah, berbagai ornamen bernuansa Bali, dan sebagainya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom