Ilustrasi Investasi (JIBI/Solopos/Antara)
Ilustrasi Investasi (JIBI/Solopos/Antara)

Pengawasan lembaga keuangan terus diperkuat. Sayangnya hingga saat ini Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jateng-DIY pastikan belum ada  Lembaga Keuangan Mikro yang mendaftar 

 

Solopos.com, SEMARANG- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional IV Jateng-DIY memastikan belum ada Lembaga Keuangan Mikro (LKM) yang mendaftar untuk selanjutnya dapat diawasi oleh OJK.

"Sejauh ini memang belum ada yang mendaftar, tetapi sudah mulai banyak yang bertanya di antaranya LKM di Solo, Purwokerto, dan Yogyakarta, kalau Semarang belum ada," kata Ketua OJK Kanreg IV Jateng-DIY Santoso Wibowo di Semarang seperti dikutip Antara, Rabu (22/4/2015).

Pihaknya menilai, kemungkinan belum mendaftarnya LKM karena para pelaku LKM belum terlalu paham dengan peraturan tersebut, ada juga kemungkinan kurangnya sosialisasi.

Selain itu, tidak menutup kemungkinan juga para pelaku LKM masih enggan untuk mendaftar apalagi jika LKM khususnya yang berbentuk perseroan terbatas (PT) tersebut milik perorangan atau keluarga. Menurutnya, salah satunya syarat pendaftaran adalah minimal 60 persen saham PT harus dimiliki oleh Pemda tingkat II yaitu kabupaten/kota.

"Bisa saja individu atau keluarga yang sebelumnya sudah memiliki PT ini enggan untuk membagi kepemilikan saham dengan Pemda," katanya.

Untuk LKM yang berbentuk koperasi dengan minimal anggota 20 orang, bisa memilih apakah ingin diawasi oleh OJK atau Dinas Koperasi dan UMKM provinsi setempat.

Meski demikian, pihaknya tidak bisa memastikan apakah koperasi yang ada di Jateng-DIY sudah mulai mendaftar di Dinas Koperasi dan UMKM provinsi masing-masing mengingat koperasi tidak harus diawasi oleh OJK tetapi bisa juga diawasi oleh Dinas Koperasi dan UMKM.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten