SOLOPOS.COM - Ilustrasi (Sunaryo Haryo Bayu/JIBI/SOLOPOS)

Ilustrasi (Sunaryo Haryo Bayu/JIBI/SOLOPOS)

WONOGIRI--Pengawas SD di Dinas Pendidikan (Disdik) Wonogiri mengembalikan motor dinas yang mereka terima. Ada sekitar 20 unit motor yang dikembalikan ke Disdik. Alasannya, motor tersebut terlalu tua dan tidak layak pakai.

Promosi Jalur Mudik Pantura Jawa Makin Adem Berkat Trembesi

Kepala Disdik Wonogiri, Siswanto, mengatakan pengembalian motor dinas itu dilakukan pengawas SD mulai beberapa pekan lalu.

“Pengembalian itu merupakan keinginan dari pengawas SD sendiri. Mereka beralasan bahwa motor tersebut sudah terlalu tua dan dianggap terlalu boros. Jadi, ongkos pemeliharaannya juga cukup mahal,” katanya saat dijumpai wartawan di Aula Disdik, akhir pekan kemarin.

Menurutnya, ada sekitar 20 unit motor rakitan tahun 2004 berjenis Suzuki RC 100 dan Suzuki A 100 yang dikembalikan oleh pengawas tersebut. Tapi, Siswanto mengimbau pengawas untuk membawanya kembali  karena pihaknya tidak memiliki tempat yang aman untuk menyimpan motor tersebut. Sebab, motor itu diparkirkan begitu saja di gang sempit antara pagar barat dengan bangunan utama kantor Disdik.

“Kondisi motor itu memang memprihatinkan. Kami maklum jika ada sebagian pengawas yang tidak mau menggunakannya lagi. Tapi, masih ada beberapa motor yang kondisinya layak pakai karena dirawat dengan baik,” ujarnya.

Anggaran Rp1,6 Miliar

Siswanto berencana membuat laporan ke Bupati terkait hal itu. Pihaknya juga berupaya mengusulkan penggantian kendaraan dinas tersebut. Sebab, motor dinas untuk pengawas itu sangat dibutuhkan pengawas terutama untuk transportasi di wilayah pelosok.

Di sisi lain, Sekretaris Komisi A DPRD Wonogiri, Samino, mengatakan telah menerima informasi pengembalian motor dinas pengawas itu. “Kendaraan dinas itu memang sudah tak layak pakai. Apalagi, medan di Wonogiri sangat berat sehingga kondisi kendaraan yang digunakan harus bagus,” katanya kepada wartawan akhir pekan kemarin.

Ia berharap Pemkab segera mengkaji pengadaan kendaraan dinas baru untuk pengawas tersebut. Ia memperkirakan anggaran untuk pengadaan kendaraan dinas pengawas itu sekitar Rp1,6 miliar.

Anggota Komisi C DPRD Wonogiri, Bambang Sardiyanto, juga menyatakan hal serupa. Menurutnya, fungsi kendaraan operasional di daerah lebih penting dibanding di perkotaan. Sebab, keadaan geografis di wilayah Kabupaten Wonogiri memerlukan sarana transportasi yang memadai.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya