Tutup Iklan

PENGANIAYAAN SRAGEN : Mengaku Pendekar, Remaja Mondokan Dikeroyok 3 Pelajar

PENGANIAYAAN SRAGEN : Mengaku Pendekar, Remaja Mondokan Dikeroyok 3 Pelajar

SOLOPOS.COM - Ilustrasi pengeroyokan (Google image)

Penganiayaan dialami seorang remaja asal Mondokan, Sragen, gara-gara mengaku pendekar.

Solopos.com, SRAGEN — Seorang remaja asal Dukuh Mondokan, Sragen, Idw, 17, menjadi korban pengeroyokan tiga pendekar anak-anak di halaman SMPN 1 Mondokan, Sragen, Kamis (5/10/2017) sore.

Pengeroyokan itu diduga dipicu motif sakit hati karena Idw mengaku pendekar. Kapolsek Mondokan AKP Kabar Bandiyanto mewakili Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman saat dihubungi Solopos.com, Jumat (6/10/2017) siang, menginformasi peristiwa itu berawal saat Idw mendapat telepon dari Dm, 15, warga Kedawung, Kamis pukul 15.45 WIB.

Kabar menjelaskan Dm meminta Idw datang ke SMPN 1 Mondokan. Setelah menerima telepon itu, Idw meninggalkan pekerjaannya dan menuju sekolah tersebut.

“Sesampainya di SMPN 1 Mondokan korban dipukul, ditendang di bagian dada secara bersama-sama oleh Dm, Ms, dan Rf. Korban mengalami luka memar di dada dan sesak napas. Korban sempat dibawa ke Puskesmas Mondokan. Atas kejadian tersebut, keluarga korban melapor ke Mapolsek Kedawung. Tiga pelaku itu masih anak-anak semua,” ujarnya.

Peristiwa itu sempat disaksikan dua pelajar SMPN 1 Mondokan, SN, 16, dan Id, 16. Mereka juga warga Mondokan. Dm, Ms, 16, dan Rf, 17, juga masih pelajar.

Dari tangan pelaku, polisi menyita barang bukti berupa dua unit ponsel. Kabar kemudian meminta keterangan saksi dan mendatangi rumah pelaku untuk mengetahui motif pengeroyokan tersebut.

“Kami mendatangi rumah terlapor Dm dan Ms di kampungnya. Kami menyuruh orang tua mereka membawa anak mereka ke Mapolsek Mondokan. Hanya Dm dan Ms yang datang. Sementara Rf tidak ada di rumah,” katanya.

Dari hasil pemeriksaan, Kabar menemukan fakta sebelum kejadian Idw mengaku sebagai pendekar dari perguruan silat tertentu. Kemudian Idw juga sempat menuding salah satu pelaku dari perguruan silat lainnya yang berseberangan.

“Korban bukan dari anggota dua perguruan silat di Mondokan. Karena mengaku sebagai pendekar, korban dianiaya tiga pendekar cilik,” tambahnya.

Kasus tersebut dilimpahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Sragen karena status pelaku masih anak-anak.

 

Berita Terkait

Berita Terkini

Ada Orang Kena Serangan Jantung? Begini Pertolongan Pertamanya

Pertolongan pertama menjadi kunci harapan hidup seseorang yang mengalami serangan jantung. 

Vaksinasi Publik 18+ Siap Bergulir Di Solo, 12 Kelurahan Jadi Prioritas

Pemkot Solo segera menggulirkan vaksinasi Covid-19 bagi publik usia 18 tahun ke atas dengan prioritas 12 kelurahan.

Penerjun Payung Protes Jelang Kick Off Prancis vs Jerman

Laga Grup F Piala Eropa (Euro) 2021 Jerman versus Prancis di Allianz Arena di Munchen diawali aksi protes penerjun payung.

Konsumen Diberi Kemudahan, Agar Sukses Berbisnis Home Appliance

Pandemi Covid-19 tak menyurutkan pelaku bisnis dalam menjalankan usahanya, termasuk bisnis home appliance atau perabotan rumah tangga.

Jalani Isolasi Mandiri, BCL Merasakan Sejumlah Gejala Covid-19

BCL merasakan sejumlah gejala saat hari ketiga karantina.

PLN Jamin Tak Ada Pemadaman Listrik Rumah Sakit & Faskes

PLN berupaya memastikan keandalan pasokan listrik, dan mencegah pemadaman listrik, khususnya tempat-tempat vital penanganan pasien Covid-19.

Rating TV Indonesia: Tayangan Sinetron Masih Digemari

Tayangan sinetron sepertinya masih mendominasi rating TV Indonesia.

Selamat! Wali Kota Madiun Terima Penghargaan Nirwasita Tantra dari Kementerian LH dan Kehutanan

Maidi menuturkan penghargaan Nirwasita Tantra 2020 ini diberikan karena Kota Madiun dianggap berhasil menata kota dengan memperhatikan lingkungan.

Awasi Pergerakan Warga Dari Zona Merah Covid-19, Korlantas Polri Siapkan 143 Pos Pemeriksaan

Korlantas Polri menyiapkan 143 pos pemeriksaan atau check point untuk pengawasan pergerakan warga keluar masuk zona merah risiko Covid-19.

Jarak Bukan Halangan! Begini Cara Memuaskan Hasrat Suami Saat LDR

Jarak bukan halangan, inilah cara memuaskan hasrat seksual suami meski sedang menjalani hubungan jarak jauh alias LDR. Kira-kira apa saja ya?

Perseteruan Persis Solo-Kuhnle Masuki Babak Baru

Kuasa hukum Michelle, Muhammad Taufiq, mengatakan telah menyerahkan berkas permohonan pencatatan PHI pada Disnakperin berikut kronologi pemecatan kliennya.