Ilustrasi penganiayaan (JIBI/Solopos/Antara)

Penganiayaan Solo, seorang pria meninggal setelah dihajar massa di Kantor Kelurahan Joyotakan.

Solopos.com, SOLO -- Sardi, warga Kampung Joyotakan RT 004/RW 003, Joyotakan, Serengan, Solo, meninggal dunia setelah dikeroyok massa di Kantor Kelurahan Joyotakan, Kamis (7/9/2017). Sardi meninggal dunia setelah dirawat di Rumah Sakit Umum Islam (RSUI) Kustati Pasar Kliwon Solo.

Anggota Bintara Pembina Desa (Babinsa) Joyotakan, Kopda Catur Handoko, mengatakan kejadian tersebut bermula saat Sardi yang sedang mabuk mengendarai sepeda motor melaju kencang di jalan kampung hendak menabrak salah seorang warga, Suprapti. Sardi yang diperingatkan warga justru menantang balik.

“Warga menghubungi Polsek Serengan meminta agar Sardi diamankan untuk menghindari kericuhan. Kami membantu menenangkan warga agar tidak terjadi keributan setelah kejadian itu,” ujar Catur saat dihubungi solopos.com, Jumat (8/9/2017).

Menurut Catur, pada Kamis pagi Sardi pulang ke rumah. Warga yang melihat Sardi berada di rumah langsung marah mengejar Sardi. Sardi kemudian berlari menuju ke kantor Kelurahan Joyotakan untuk meminta perlindungan. Sardi ketakutan setelah melihat banyak warga mengejarnya kemudian naik ke lantai II Kantor Kelurahan Joyotakan.

“Tiga orang anggota Linmas tidak mampu mencegah massa masuk ke dalam kantor kelurahan yang berusaha memukuli Sardi hingga babak belur, pukul 05.30 WIB. Kami mendapatkan informasi terjadi kericuhan di kantor kelurahan langsung menuju lokasi kejadian,” kata dia.

Catur menjelaskan setelah kejadian anggota polsek datang ke lokasi untuk mengamankan warga yang telah memukuli Sardi. Sementara warga yang masih berkumpul di luar kantor kelurahan diminta untuk membubarkan diri.

“Kami bersama anggota Polsek Serengan dan Linmas membawa Sardi dalam kondisi luka parah di bagian kepala dan tidak sadarkan diri ke RS Kustati,” kata dia.

Catur mengatakan Sardi meninggal dunia di rumah sakit pada Kamis pukul 11.00 WIB. Sardi kemudian dimakamkan pada Kamis malam pukul 18.30 WIB.

Lurah Joyotakan Serengan, Purbowinoto, mengatakan setelah kejadian tersebut situasi keamanan di Joyotakan kembali normal. Kasus tersebut sekarang ditangani Polsek Serengan.

“Kami mengimbau kepada warga untuk tidak melakukan main hakim sendiri. Sardi sebelum kejadian kemarin sudah beberapa kali terlibat percekcokan dengan warga. Kemungkinan kasus kemarin puncak kemarahan warga terhadap Sardi,” kata dia.

Kasatreskrim Polresta Solo Kompol Agus Puryadi, mewakili Kapolresta Solo AKBP Ribut Hari Wibowo, membenarkan adanya kasus penganiayaan yang berujung satu orang meninggal di Joyotakan. Sebanyak empat pelaku diamankan dalam kasus ini dan ditahan di Polsek Serengan.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten