PENGANIAYAAN SOLO : Jengkel Tak Diberi Izin Pulang, Karyawan Tusuk Atasan
Ilustrasi penusukan (JIBI/Harian Jogja/Dok.)

Solopos.com, SOLO—Diduga karena jengkel lantaran tidak diberi izin pulang, pekerja Rainbow Karaoke di Jl. Yosodupiro, Mangkubumen, Banjarsari, Solo, WS, 24, menusuk tubuh atasannya, Jm, Jumat (13/6/2014) pukul 00.15 WIB. Akibat peristiwa tersebut korban mengalami luka tusuk cukup parah di punggung kanan dan harus dirawat di RS PKU Muhammadiyah.

Otoritas Rainbow Karaoke, Triyana, saat ditemui wartawan untuk dimintai konfirmasi adanya informasi tersebut enggan berkomentar banyak. Dia tidak membenarkan namun tidak pula membantah. Lelaki yang menyebut dirinya hanya sebagai pelayan Rainbow Karaoke itu menolak memberi keterangan karena merasa tidak mengetahui kejadian yang sebenarnya. Hal itu bertolak belakang dengan keterangan pekerja lain. Saat solopos.com mengatakan hendak menemui otoritas Rainbow Karaoke yang bisa memberi keterangan, salah satu pekerja memanggil Triyana. Tak berselang lama Triyana menemui solopos.com dan wartawan lainnya.

“Saya tidak tahu persis kejadian yang Mas tanyakan [soal penusukan pekerja Rainbow Karaoke terhadap atasannya]. Dari pada salah saya mending tidak memberi keterangan apa pun,” ujar Triyana.

Ketika solopos.com menyinggung nama Jm dengan menyebut nama lengkapnya, Triyana membenarkan Jm karyawan Rainbow Karaoke. Dia menginformasikan Jm menjabat sebagai manajer. “Kalau WS saya tidak tahu dia pekerja di sini [Rainbow Karaoke] atau bukan,” imbuh Triyana.

Kapolsek Banjarsari, Kompol I Ketut Raman, saat dihubungi solopos.com membenarkan telah terjadi peristiwa penusukan di Rainbow Karaoke. Dia mengatakan, pelaku telah ditangkap bersama barang bukti sebilah pisau dapur. Saat ini pelaku ditahan di tahanan Polsek Banjarsari. Menurut pengakuan pelaku, kata Raman, kejadian bermula saat WS menyatakan ingin izin pulang kepada Jm. Kala itu WS ingin menyelesaikan masalah keluarga. Namun, Jm yang merupakan atasan WS tidak memberi izin.

“WS mengaku saat itu Jm tidak memberi izin dengan nada ketus. Jm dikatakan WS waktu itu bilang, yen arep izin metu sekalian wae, begitu. Mendengar jawaban tersebut WS memilih pergi dari tempat kerja,” terang Raman.

Kepergian WS, lanjut dia, tidak berlangsung lama. Hingga akhirnya WS kembali ke tempat kerja. Sesampainya di tempat kerja WS menuju dapur dan mengambil pisau.

Selanjutnya WS menghampiri dan menusukkan pisau itu ke punggung kanan JM. Seusai menusuk WS tetap berada di tempat kerja. Dia diamankan rekan-rekannya sambil menunggu polisi datang. WS ditangkap tanpa perlawanan.

“Saat pergi dari tempat kerja pelaku sempat nongkrong di kawasan Sriwedari. Mungkin pikirannya sedang kalut. Pelaku mengaku nekat melakukan perbuatan itu karena jengkel tak diberi izin. Padahal, sebelumnya dia tidak pernah membolos dan izin. Kami masih menyelidiki kasus ini,” tandas Raman.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom