Tutup Iklan

PENGANIAYAAN SEMARANG : Koordinator Wilayah Bacok Warga, Lindu Aji Emoh Tanggung Jawab

PENGANIAYAAN SEMARANG : Koordinator Wilayah Bacok Warga, Lindu Aji Emoh Tanggung Jawab

SOLOPOS.COM - Ilustrasi penganiayaan (JIBI/Dok)

Penganiayaan dilakukan anggota Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Lindu Aji terhadap warga Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang.

Solopos.com, SEMARANG – Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Lindu Aji menolak dikaitkan dengan tiindakan anarkistis anggotanya yang melakukan penganiayaan terhadap seorang warga Desa Kalijambe, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah (Jateng).

Diberitakan media massa online Kabupaten Semarang dan sempat menjadi trending topic di Grup Facebook Media Informasi Kota (MIK) Semarang, seorang anggota Lindu Aji bernama Muhamad Ubaidilah alias Bedi melakukan penganiayaan dengan membacok seorang warga Desa Kalijambe, Ali Masdar, Minggu (16/10/2016) sore WIB.

Akibat penganiayaan itu, korban mengalami luka robek di bagian tubuhnya. Bahkan, jari tengah tangannya putus akibat sabetan benda tajam. Kejadian ini diduga dipicu kemarahan pelaku karena korban menolak membayar uang keamanan event kejuaraan bola voli yang digelar di Desa Kalijambe.

Akibat perbuatannya itu, Muhamad Ubaidilah alias Bedi diamankan di Mapolres Semarang untuk menjalani pemeriksaan. Sementara itu, Ali Masdar langsung dilarikan ke RSUD Salatiga untuk mendapatkan perawatan medis.

Sekretaris Lindu Aji Kabupaten Semarang, Siswanto, saat dihubungi Semarangpos.com, Rabu (19/10/2016) membenarkan adanya kasus penganiayaan yang menjerat salah seorang anggotanya. Meski demikian, ia menolak jika perbuatan Bendi dikait-kaitkan dengan organisasi, apalagi jika disebut-sebut pungutan itu dilakukan atas perintah Lindu Aji.

“Tidak benar jika perbuatan pelaku itu karena disuruh oleh organisasi [Lindu Aji]. Kami tidak pernah menyuruh anggota kami meminta uang keamanan kepada warga. Itu [tindakan penganiayaan] murni didasari kepentingan individu pelaku,” ujar Siswanto.

Lagi pula, imbuh Siswanto, Bedi belum resmi diangkat sebagai anggota Lindu Aji karena belum memperoleh kartu tanda anggota (KTA). Meski demikian, Siswanto mengakui bahwa Bendi telah diangkat sebagai koordinator anggota Lindu Aji wilayah setempat.

“Dia [Bedi] itu memang anggota kami dan baru dilantik sebagai koordinator wilayah setempat 24 September lalu. Rencana kami terbitkan KTA buat dia pada November nanti. Tapi karena ada kasus ini kami harus berpikir ulang,” papar Siswanto. Ia juga meminta masyarakat untuk tidak mudah percaya dengan orang-orang yang meminta sumbangan keamanan dengan mengatasnamakan Lindu Aji.

Ia sadar bahwa Lindu Aji saat ini merupakan salah satu ormas besar di Semarang dan sekitarnya dengan memiliki berbagai kegiatan, salah satunya adalah tarung bebas atau mix martial arts. Atas alasan itu pulalah banyak orang yang memanfaatkan ketenaran Lindu Aji untuk meminta-minta uang kepada warga, bahkan tak jarang dengan menggunakan tindakan anarkistis atau premanisme.

“Semua kegiatan yang asli dari Lindu Aji itu harus dilengkapi dengan surat perintah dari organisasi. Untuk mendapatkannya juga harus melalui persetujuan dan pertimbangan yang panjang. Jadi kalau itu tidak disertai surat perintah serta stempel resmi organisasi, kami minta masyarakat mengabaikan,” tegas Siswanto.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Berita Terkait

Berita Terkini

Tembok Dilubangi, Toko Elektronik di Boyolali Disatroni Maling, Kerugian Tembus Rp100 Juta

Sebuah toko elektronik di Jl Pandanaran, Boyolali, menjadi sasaran pencurian. Kejadian itu menyebabkan kerugian hingga sekitar Rp100 juta.

Meski Sudah Divaksin, Wali Kota Salatiga Terpapar Covid-19

Wali Kota Salatiga, Yuliyanto terpapar Covid-19 meski telah menjalani vaksinasi Covid-19 jenis Sinovac pada Februari lalu.

Perusahaan Perkebunan Serat Terbesar Hindia Belanda Ada Di Wonogiri Loh, Ini Lokasinya

Perusahaan perkebunan serat yang memproduksi tali tambang kapal, karung goni, dan lain-lain pada masa Hindia Belanda ada di Wonogiri.

Tempe Bacem Kaleng Magelang Melintasi Melintasi Pasar Dunia

Usaha menengah kecil dan mikro di Kabupaten Magelang terus berinovasi, salah satunya pengrajin tempe dalam kaleng yang justru diminati pasar luar negeri.

Covid-19 Varian India di Kudus, Ini Langkah Gubernur Ganjar

Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo, meminta sejumlah pemerintah kabupaten di Jateng mencanangkan gerakan di rumah saja.

2 SMKN Jogja Ini yang Masuk Top 1.000 Sekolah Terbaik

Jogja punya sekolah menengah kejuruan negeri terbaik yang bisa lolos dalam Top 1.000 sekolah terbaik nasional berdasarkan nilai rerata TPS UTBK tertinggi pada tahun 2020.

Braak, Sepeda Motor Terjepit Seusai Tabrak Bus BST Dekat Flyover Purwosari Solo 

Kecelakaan lalu lintas antara Bus BST dan sebuah sepeda motor terjadi di Jl. Slamet Riyadi atau sisi timur Flyover Purwosari pada Minggu (13/6/2021)

Solo Uji Coba Angkutan Bus Listrik dan Bus Low Deck, Lewat Koridor Mana?

Bus listrik dan bus low deck segera diuji coba di jalanan Kota Solo, rencananya angkutan feeder juga akan diganti mobil bertenaga listrik.

Tradisi Memanggil Jin di Daerah Ini Jadi Atraksi Wisata

Tarian yang berisi tradisi memanggil jin ini telah menjadi bagian dari pertunjukan untuk menyambut tamu-tamu penting yang datang.

Tanpa Lelah, Petugas Rutin Sterilisasi Asrama Haji Donohudan Boyolali

Sterilisasi kawasan Asrama Haji Donohudan di Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, terus dilakukan untuk menekan potensi persebaran Covid-19.

Tahu Bakso, Kudapan Khas Ungaran yang Bikin Nagih

Selain dikenal dengan lumpia dan juga bandeng presto, Semarang juga memiliki jajanan khas, yaitu tahu bakso yang aslinya berasal dari Kota Ungaran.

Covid-19 India di Kudus, Gubernur Ganjar Minta Petugas Lebih Waspada

Petugas yang menangani pasien Covid-19 di  Kudus meningkatkan kewaspadaan menyusul terdeteksinya persebaran Covid-19 varian India di sana.