Kategori: Karanganyar

PENGANIAYAAN KARANGANYAR : Keluar RS, Pardiyanto Disambut Bak Pahlawan


Solopos.com/Tri Indriawati/JIBI/Solopos
Pardiyanto bersalaman dengan kader PDIP didampingi Cabup Paryono (Tri Indriawati/JIBI/Solopos)

Solopos.com, KARANGANYAR -- Puluhan orang memadati markas Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia (PDIP) Karanganyar, Jumat (20/9/2013). Sedari pagi, para kader partai berlambang banteng moncong putih itu dengan setia menanti di depan markas DPC PDIP dengan menenteng spanduk layaknya para pengunjuk rasa.

Beragam kata-kata dukungan bagi Wakil Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) PDIP Jatiyoso, Pardiyanto, yang menjadi korban penganiayaan pekan lalu, tak henti-hentinya mereka serukan.  “Hidup Pardiyanto! Pardiyanto pahlawan demokrasi! Pardiyanto pahlawan partai!” seru mereka menyambut kedatangan sebuah mobil Toyota Avanza warna hitam yang terparkir di depan markas DPC PDIP sekitar pukul 11.00 WIB.

Tak lama berselang, sesosok lelaki dengan tertatih keluar dari mobil dan segera disambut oleh calon bupati (cabup) bernomor urut 2, Paryono. Beberapa bagian tubuhnya tampak masih tertutup perban.

Dengan berhati-hati, Pardiyanto mulai menyalami satu persatu kader PDIP yang telah menanti kedatangannya.

“Masih ada beberapa bagian tubuh yang terasa nyeri. Luka sayatan di pipi, dada sebelah kiri, dan kaki yang paling parah,” ucap pria yang juga anggota tim pemenangan pasangan Paryono-Dyah Sintawati (Pasti) itu kepada wartawan.

Pardiyanto menyatakan mendapat perawatan cukup serius selama menginap di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah, Tasikmadu, Karanganyar, selama sepekan.

Sedikitnya, 41 jahitan harus dia terima di beberapa bagian tubuh yang menderita luka sayatan.

“Saya rela terluka seperti ini demi menegakkan kebenaran, demi mendukung Pasti. Saat itu, saya memergoki kader pemenangan pasangan lain sedang merusak atribut Pasti, tapi saya justru diserang,” ungkap Pardiyanto.

Cabup yang diusung PDIP, Paryono, mengaku cukup bangga dengan upaya Pardiyanto dalam membela pasangan Pasti. Selain itu, lanjut dia, Pardiyanto juga telah menegakkan kebenaran dalam pesta demokrasi di Bumi Intan Pari.

“Pak Pardiyanto berhasil menangkap tangan orang-orang yang hendak menodai pesta demokrasi dengan merusak atribut kampanye. Kader PDIP telah disayat-sayat pisau oleh kader pasangan calon lain, ini telah mencederai demokrasi,” kata dia.

Paryono menyatakan bakal menanggung seluruh biaya pengobatan salah satu kader PDIP itu hingga sembuh total. Pihaknya juga berjanji menanggung biaya hidup keluarga Pardiyanto selama dia tidak bisa bekerja.

Lebih lanjut, Paryono mengatakan cukup lega atas kinerja kepolisian yang telah berhasil menangkap pelaku penganiayaan terhadap kadernya. Namun, dia meminta aparat dapat bertindak tegas untuk mengusut tuntas kasus penganiayaan serta perusakan atribut tersebut.
Pihaknya juga telah membentuk tim advokasi untuk mengawal jalannya proses hukum kasus yang melibatkan seorang anggota tim sukses salah satu pasangan cabup-cawabup itu.

“Kami akan mendesak polisi merapkan undang-undang darurat. Sebab, tersangka terbukti menggunakan senjata tajam untuk menganiaya korban,” imbuh Ketua Tim Advokasi PDIP, Slamet Mulyadi.

Share
Dipublikasikan oleh
Ahmad Mufid Aryono