Rombongan warga Karanganyar yang merantau di Jakarta mengikuti mudik gratis yang diselenggarakan Pemkab Karanganyar pada Minggu (10/6/2018). (Istimewa-Dinas Kominfo Karanganyar)

Solopos.com, SEMARANG — Pengamat transportasi Universitas Katolik (Unika) Soegijapranta Semarang, Djoko Setijowarno, meminta pemerintah melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan mudik gratis saat libur Lebaran 2019. Menurutnya pelaksanaan mudik gratis sudah cukup bagus, hanya saja masih menyisakan sedikit kendala saat pemberangkatan.

Wakil Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) itu mengatakan selama ini pemberangkatan bus untuk mudik gratis kerap dilakukan di lapangan terbuka dengan diawali upacara resmi. Hal itu menurutnya tidak efektif karena menyisakan sedikit persoalan.

“Pemudik jadi menunggu lama, setidaknya dua jam sebelum diberangkatkan. Apalagi, tempat pemberangkatannya tidak ada ruang tunggu peneduh, toilet terbatas, dan harus antre cukup lama. Selain itu menyiasakan sampah berserakan karena terbatasnya tempat sampah. Ada baiknya, untuk Lebaran tahun depan pemberangkatan dilakukan di terminal saja,” ujar Djoko kepada Solopos.com, Sabtu (8/6/2019).

Kendati perlu perbaikan, Djoko menilai pemerintah cukup sukses dalam mempersiapkan arus mudik kali ini. Salah satu indikator keberhasilan penyelenggaraan mudik Lebaran adalah menurunnya angka kecelakaan lalu lintas.

Angka kecelakaan lalu lintas pada H-7 hingga H-3 Lebaran 2019 mencapai 284 kasus atau turun sekitar 60% dibanding periode yang sama pada 2018, yakni 703 kasus,

Korban yang meninggal dunia juga menurun 59%. Sebanyak 148 orang yang meninggal tahun 2018, di tahun 2019 hanya 61 orang meninggal dunia. Sedangkan korban kecelakaan didominasi usia produktit 15-50 tahun, yakni 355 orang dari 506 orang.

“Menurunnya angka kecelakaan ini dapat diartikan sebagai meningkat kesadaran berlalu lintas, ketersediaan infrastruktur yang makin membaik dan penetapan sejumlah strategi manajemen rekayasa lalu lintas yang diterapkan. Dapat dikatakan tahun ini lebih nyaman ketimbang tahun lalu. Juga ternasuk kesiapan jalan nasional, provinsi dan kabupaten kota,” imbuhnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten