Pengamat: Tak Bisa Sendirian, Kota Solo Butuh Kerja Sama Antardaerah Untuk Pulihkan Ekonomi
Focus Group Discussion (FGD) virtual bertajuk “Outlook Ekonomi Solo 2021: Saatnya Bangkit” menghadirkan pembicara yakni Kepala Perwakilan BI Solo, Nugroho Joko Prastowo; pengamat ekonomi dari Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) UNS Solo, Mulyanto; Ketua Apindo Solo, Iwan Lukminto; dan Calon Wali Kota Solo terpilih, Gibran Rakabuming Raka. Acara yang digelar Solopos ini dipandu oleh Direktur Bisnis Solopos Grup, Suwarmin, Senin (18/1/2021). (Istimewa)

Solopos.com, SOLO -- Kerja sama yang baik antardaerah menjadi hal krusial terhadap upaya untuk memulihkan ekonomi di Soloraya. Pertumbuhan ekonomi di Kota Solo sangat dipengaruhi oleh kawasan di sekitarnya. Sehingga kerja sama Kota Solo dengan wilayah di sekelilingnya menjadi krusial.

Demikian salah satu benang merah yang dapat ditarik dari materi yang disampaikan pengamat ekonomi dari Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) UNS Solo, Dr Mulyanto ME, dalam FGD virtual bertajuk “Outlook Ekonomi Solo 2021: Saatnya Bangkit”, Senin (18/1/2021). Selain Mulyanto, hadir pula sejumlah narasumber dalam FGD yang digelar Solopos tersebut. Yakni Kepala Perwakilan BI Solo, Nugroho Joko Prastowo; Ketua Apindo Solo, Wawan Lukminto; dan Calon Wali Kota Solo terpilih, Gibran Rakabuming Raka. Acara ini dipandu oleh Direktur Bisnis Solopos Grup, Suwarmin.

BI Solo Optimistis Ekonomi Soloraya Akan Bangkit, Ini Alasannya

Mulyanto mengatakan sinergi antardaerah jangan berhenti pada tataran wacana, tapi harus sampai pada pelaksanaan. "Ini yang jadi PR Wali Kota Solo berikutnya, Mas Gibran," ujar Mulyanto.

Selain kerja sama antardaerah, Mulyanto menjelaskan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di Soloraya butuh dukungan semua pihak. Mulai dari pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, pelaku usaha jasa keuangan, media, hingga masyarakat.

Kebijakan Anggaran

Pemerintah Kota Solo, menurutnya, harus melakukan kebijakan seperti yang dilakukan pemerintah dalam rangka pemulihan ekonomi nasional, yakni refocusing anggaran. Anggaran difokuskan untuk sektor-sektor yang bisa mengurangi dampak pandemi dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Harga Emas Turun Lagi, Dolar AS Jadi Penyebabnya

Selain itu, penting untuk memberikan kemudahan izin berinvestasi agar masyarakat bisa bekerja lalu mendapatkan gaji. "Mungkin kalau PMA [penanaman modal asing] Solo kalah dengan Boyolali atau Karanganyar karena membutuhkan lahan luas. Tapi kalau PMDN [penanaman modal dalam negeri] Solo bisa menang," ujarnya.

Lebih lanjut Mulyanto menerangkan media juga harus bisa mengambil porsi dalam upaya pemulihan ekonomi. Salah satunya dengan memberitakan hal yang positif terkait Kota Solo. Sehingga orang luar daerah mau datang ke Solo. "Sedangkan masyarakat didorong untuk lebih suka membelanjakan uangnya untuk membeli produk-produk sendiri (dalam negeri)," ujarnya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom