Foto lawas Jokowi-Rudy. (Solopos/Dok)

Solopos.com, SOLO – Wali Kota Solo, FX. Hadi Rudyatmo, diketahui belum menjenguk cucu ketiga Presiden Jokowi, La Lembah Manah, hingga Minggu (17/11/2019) siang.

Tak terlihat pula karangan bunga ucapan selamat dari Rudy untuk kelahiran cucu orang yang pernah bekerja bersamanya itu.

Absennya Wali Kota Solo menjenguk La Lembah Manah mengindikasikan hubungan Rudy dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang kurang baik.

Pengamat politik sekaligus dosen dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Agus Riewanto, membaca disharmoni antara Jokowi-Rudy.

Dari kaca mata politik, Rudy diduga sengaja menunjukkan disharmoni tersebut ke publik dengan tujuan tertentu.

“Patut diduga sebuah kesengajaan untuk menunjukkan ke publik terjadinya disharmoni di antara mereka,” tutur Agus Riewanto kepada Solopos.com.

Agus Riewanto menganalisis disharmoni antara Jokowi-Rudy dikarenakan agenda Pilkada Solo 2020.

Di satu sisi, Rudy dan gerbong DPC PDIP Solo mengusulkan pasangan Achmad Purnomo-Teguh Prakosa. Di sisi lain, muncul nama Gibran Rakabuming Raka dalam proses yang sama.

Sikap frontal dan keras Rudy terhadap Jokowi dan Gibran Rakabuming Raka bisa ditafsirkan sebagai indikasi pengusaha martabak di atas angin.

“Semakin frontal Rudy menunjukkan sikap tidak bersahabat mengindikasikan Gibran di atas angin saat ini,” imbuh Agus Riewanto.

Agus Riewanto menilai semestinya Rudy bisa tetap mengedepankan nilai-nilai dari fatsun orang Jawa, yaitu harmoni, hormat dan rendah hati.

Dalam prinsip bijak orang Jawa, sebuah konflik yang terjadi tidak akan ditunjukkan di depan orang banyak.

Diberitakan Solopos.com sebelumnya, anggota DPRD Solo dari fraksi PSI, Antonius Yogo Prabowo, mencoba berpikir positif terkait belum datangnya Rudy ke RS PKU Muhammadiyah Solo atau belum adanya karangan bunga ucapan selamat atas kelahiran cucu ketiga Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Saya tetap mencoba berpikir positif. Mudah-mudahan karena memang kesibukannya saja sehingga [Rudy] belum sowan ke RS PKU Muhammadiyah Solo. Mungkin juga beliau-beliau ini sudah saling telepon atau kontak via gadget,” ujar Antonius Yogo Prabowo.

Antonius Yogo Prabowo berharap antara Rudy dan Jokowi sudah saling bertemu, tapi belum banyak orang yang tahu.

Sebab, di saat dua tokoh yang dulunya sangat dekat sekarang tak bersilaturahmi pasti menuai pertanyaan masyarakat.

“Orang akan berpikir ada apa. Saya pikir momentum kelahiran La Lembah Manah sangat bagus untuk rekonsiliasi kalau memang ada sesuatu yang kurang harmonis. Sambung kembali silaturahmi. Kegembiraan kan harus dibagi,” kata dia.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten