Pengakuan Pria Sragen Nekat Bakar Mobil Tetangga: Merasa Terganggu

Aaksi nekat bakar mobil tetangga tersebut dilakukan AN secara sadar tanpa melibatkan pihak lain dan tidak berkaitan dengan peristiwa di mana pun.

 Kapolres Sragen AKBP Yuswanto Ardi (kanan) mengecek kondisi mobil yang hangus terbakar di area Mapolres Sragen, Jl. Bhayangkara, Sragen, Senin (27/9/2021). (Solopos-Wahyu Prakoso)

SOLOPOS.COM - Kapolres Sragen AKBP Yuswanto Ardi (kanan) mengecek kondisi mobil yang hangus terbakar di area Mapolres Sragen, Jl. Bhayangkara, Sragen, Senin (27/9/2021). (Solopos-Wahyu Prakoso)

Solopos.com, SRAGEN — AN, 52, pria paruh baya warga Kelurahan Sragen Wetan, Kecamatan Sragen, Kabupaten Sragen, terpaksa berurusan dengan aparat berwajib gara-gara nekat bakar mobil milik tetangganya sendiri, Sabtu (25/9/2021).

Tersangka bakar mobil Mitsubishi Colt T120SS milik tetangganya karena menghalangi rumah. AN telah ditangkap dan kini ditahan oleh polisi.

Saat polisi menggelar jumpa pers ungkap kasus pembakaran mobil itu di Mapolres Sragen, Senin (27/9/2021), tersangka AN mengaku merasa terganggu dengan mobil tetangganya yang terparkir. Dia menyatakan punya niat membakar mobil pada pagi itu juga.

“Tidak menutup akses [sepenuhnya], cuma menganggu,” kata dia.

“Langsung mengingatkan [kepada korban mengenai parkir kendaraan] belum, tetapi lewat perantara,” jelas AN.

Baca juga: Brankas Berisi Rp300 Juta Selamat dari Kebakaran Pasar Janglot Sragen

Sementara itu, Kapolres Sragen AKBP Yuswanto Ardi didampingi Kasat Reskrim AKP Lanang menjelaskan aksi nekat bakar mobil tetangga tersebut dilakukan AN secara sadar tanpa melibatkan pihak lain dan tidak berkaitan dengan peristiwa di mana pun.

Dia menjelaskan peristiwa tersebut merupakan tindak pidana murni. Menurut dia, karena hasil tes narkoba terhadap tersangka negatif, pemeriksaan alkohol negatif, dan hasil pemeriksaan kejiwaan normal.

12 Tahun Penjara

Tersangka kini ditahan dan dijerat Pasal 187 KUHP ayat 1. Pasal itu menjelaskan barang siapa dengan sengaja membahayakan keamanan umum bagi orang atau barang yang menimbulkan kebakaran, ledakan, atau banjir, akan dipidana dengan maksimal 12 tahun penjara.

Baca juga: Kebakaran Pasar Janglot Sragen: 50 Kios Kobong, Rp4,1 Miliar Melayang

Menurut Kapolres, AN memecahkan kaca mobil dengan cangkul dan menyulut api dengan spiritus dan korek api pada Sabtu sekitar pukul 03.30 WIB.

“Tersangka merasa sakit hati mengingat mobil yang selalu diparkir oleh pemilik atas nama Khumaidi menghalangi rumah tersangka,” kata dia.

Dia menjelaskan rangkaian peristiwa sebelumnya, tersangka sakit hati karena pernah dipinjami kendaraan bermotor rusak sehingga hal itu dianggap tersangka sebagai penghinaan.

Lebih lanjut, Kapolres Sragen menjelaskan aksi nekat bakar mobil tetangga tersebut dilakukan AN secara sadar tanpa melibatkan pihak lain dan tidak berkaitan dengan peristiwa di mana pun.

Baca juga: 5 Pasar Tradisional di Sragen Terbakar dalam 10 Tahun, Ini Daftarnya!


Berita Terkait

Berita Terkini

Akan Berusia 76 Tahun, Ini Keinginan Terpendam Ratu Keroncong Solo

Waldjinah akan genap berusia 76 tahun pada 7 November 2021 mendatang. Oleh anaknya Waldjinah tak boleh lagi bernyanyi untuk komersial.

Wow! 2 Arca Ditemukan di Candi Sirih Sukoharjo

Tim peneliti Balai Arkeologi Yogyakarta menemukan arca wisnu dan arca agastya saat proses eksvakasi lanjutan di situs bersejarah Candi Sirih Sukoharjo.

Pamsimas Gagal, Warga Tiga Desa di Sragen Alami Krisis Air Bersih

Tiga Desa di tiga Kecamatan di Sragen alami krisis air bersih karena kekeringan. Mereka mengandalkan bantuan air bersih dari Pemkab Sragen untuk mencukupi kebutuhan air bersih.

Rektor ISI Surakarta Mewisuda 278 Mahasiswa pada Gelombang II 2021

Rektor ISI Surakarta, I Nyoman Sukerna, mewisuda 278 orang mahasiswa lulusan program sarjana, magister, dan doktor pada Jumat (15/10/2021).

Minibus Angkut 8 Penumpang Asal Demak Ngglondor di Matesih

Tak kuat menanjak di jalur menuju Candi Sukuh, minibus yang mengangkut rombongan dari Demak ngglondor dan terguling.

Kisah Beras Delanggu yang Kini Tinggal Nama

Beras Delanggu kini tinggal nama brand. Tidak ada petani di Delanggu, Klaten, yang menanam beras raja lele yang dikenal pulen dan enak.

Sayangkan Komentar Rudy Soal Celeng, Dencis: Seharusnya Menyejukkan

Wakil Ketua DPD PDIP Jawa Tengah (Jateng), Denny Nurcahyanto, menilai pernyataan Ketua DPC PDIP Solo, FX Hadi Rudyatmo, memperkerus suasana.

Kata Dencis Soal Sanksi Kader yang Dukung Ganjar Pranowo

Wakil Ketua DPD PDIP Jateng, Denny Nurcahyanto, menyebut pihaknya tak berhak memberikan sanksi bagi kader yang melanggar instruksi partai.

Rem Blong, Mobil 5 Penumpang Nyungsep ke Parit di Tawangmangu

Mobil Honda Mobilio hilang kendali dan nyungsep di parit setelah diduga mengalami rem blong di Tawangmangu. Beruntung, tidak ada korban jiwa.

Dilantik, Asproksi Jateng Komitmen Pasarkan Produk Kesehatan Lokal

Pengurus Asosiasi Produk Kesehatan Indonesia Standar Internasional (Asproksi) Jateng dilantik. Mereka berkomitmen untuk mendukung pemasaran produk kesehatan lokal.

Hari Pangan Sedunia, Perpadi Bagikan Beras Gratis ke Warga Delanggu

DPC Perpadi Klaten membagikan 800 paket beras secara gratis kepada warga terdampak pandemi Covid-19 di Kecamatan Delanggu, Sabtu (16/10/2021) sebagai rangkaian memperingati Hari Pangan Sedunia.

3 Desa di Sukoharjo Gelar Pilkades Antarwaktu, Ini Tahapannya

Ketiga desa yang melaksanakan pilkades antarwaktu yakni Desa Gedangan di Kecamatan Grogol, Desa Trosemi di Gatak, dan Desa Puhgogor di Bendosari.

Geger, Pengunjung Meninggal Saat Belanja di Pasar Jungke Karanganyar

Seorang warga Tasikmadu, Karanganyar, meninggal mendadak saat berbelanja di Pasar Jungke. Korban sempat terjatuh sebelum meninggal dunia.

Sabar Dulu, Pengumuman Hasil Ujian SKD CPNS Sukoharjo Tunggu Ini

Ujian SKD CPNS Sukoharjo sudah selesai dilaksanakan, namun terkait jadwal pengumuman masih menunggu informasi lebih lanjut dari panitia pusat.

Siap-siap! Ada Pemadaman Listrik di Boyolali Hari Ini (16/10/2021)

Berikut jadwal pemadaman listrik di Boyolali hari ini, Sabtu (16/10/2021) yang berlangsung selama lima jam. Ini daerah yang terdampak.