Pengacara Terdakwa Satai Beracun Minta Nani Dibebaskan

Pengacara terdakwa sate beracun, Nani Apriliani Nurjaman, menyebut pasal yang didakwakan JPU dinilai kabur dan tidak sesuai.

 Suasana sidang kasus satai beracun dengan terdakwa Nani Apriliani Nurjaman di PN Bantul, Senin (27/9/2021). (Harian Jogja/Jumali)

SOLOPOS.COM - Suasana sidang kasus satai beracun dengan terdakwa Nani Apriliani Nurjaman di PN Bantul, Senin (27/9/2021). (Harian Jogja/Jumali)

Solopos.com, BANTUL — Pengacara terdakwa kasus satai beracun, Nani Apriliani Nurjaman, meminta agar kliennya dibebaskan. Sebab, pengacara menilai pasal yang didakwakan kepada kliennya dinilai kabur dan tidak sesuai.

Sidang kedua kasus satai beracun dengan terdakwa Nani Apriliani Nurjaman digelar di Ruang sidang 1 Cakra, Pengadilan Negeri (PN) Bantul, Senin (27/9/2021) pagi. Agenda sidang kedua kasus itu mendengarkan pembacaan nota keberatan atas dakwaan jaksa penuntut umum (JPU). Tim JPU terdiri dari Sulisyadi, Ahmad Ali Fikri, Nurhadi Yatama, dan Melasita Arwasari membacakan surat dakwaan pada sidang perdana, Kamis (16/9/2021).

Pengacara terdakwa, yakni R. Ary Widodo, Fajar Mulia, dan Wanda Satria meminta hakim memberikan putusan sela terhadap kliennya. Mereka juga meminta hakim menerima seluruhnya eksepsi.

“Dan, menyatakan surat dakwaan batal demi hukum. Menyatakan surat dakwaan tidak dapat diterima dan membebaskan terdakwa,” kata R. Ary Widodo sebagaimana dikutip dari harianjogja.com pada Senin.

Baca Juga: Percepat Penanganan Perkara, PN Sukoharjo Luncurkan Aplikasi e-CDP

Ary mengatakan pihaknya sengaja mengajukan nota keberatan dan meminta agar kliennya dibebaskan karena pasal yang didakwakan kepada kliennya dinilai kabur dan tidak sesuai. Di sisi lain, Ary menyebut lokasi kejadian tidak sesuai. Dia menyebut kejadian banyak dilakukan di Kota Jogja.

Ary mengungkapkan Nani didakwa melanggar 7 pasal, yakni pasal 340 KUHP, Pasal 338 KUHP, Pasal 80 dan Pasal 78 ayat C tentang Undang-Undang Perlindungan Anak, Pasal 353 ayat (3) KUHP, Pasal 351 ayat (3), dan Pasal 359 KUHP. Ancaman hukuman maksimal hukuman mati atau seumur hidup atau 20 tahun penjara.

Padahal, kata dia, pengenaan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana kepada kliennya tidak tepat. Ary menyebut apa yang direncanakan Nani tidak sesuai. Nani menyasar Aiptu Tomi menggunakan satai beracun. Aiptu Tomi tidak meninggal. Satai beracun itu malah disantap anak driver ojek online Bandiman, Naba Faiz, 10. Bocah itu meninggal dunia setelah menyantap satai beracun.

“Jika pun ada kejadian di Bantul, dengan pertimbangan jarak, kasus ini lebih baik ditangani Pengadilan Negeri Kota Jogja. Jadi unsurnya tidak terpenuhi. Selain itu kami melihat ada pasal siluman, yakni Pasal 78 ayat C tentang UU Perlindungan Anak,” kata dia.

Baca Juga: Sebelum Terbakar, Pasar Janglot Sragen Pernah Hampir Direvitalisasi

Sidang kasus dengan perkara No.224/Pid.B/2021/PN Btl dipimpin Hakim Ketua Aminuddin. Duduk di kursi hakim anggota, yakni Sigit Subagyo dan Agus Supriyana. Sementara itu, Hakim Ketua, Aminuddin, mengatakan sidang akan dilanjutkan Senin (4/10/2021) dengan agenda mendengarkan tanggapan JPU atas nota keberatan.

“Jadi nanti dibuka lagi Senin (4/10/2021). Agendanya tanggapan atas eksepsi terdakwa,” ujar dia.

Polres Bantul menangkap Nani pada 30 April 2021 jam 23.00 WIB di rumahnya, Cepokojajar, Sitimulyo, Piyungan. Nani bermaksud mengirimkan satai beracun kepada salah satu penyidik Polresta Jogja, Tomy, ke rumahnya, Villa Bukit Asri, Kasihan, Bantul. Satai dikirim melalui jasa ojek online. Tetapi, Nani memesannya secara offline.

Nahas, satai itu justru merenggut nyawa Naba, 10, anak driver ojek online yang membantu Nani mengantarkan satai beracun ke rumah Tomy. Dalam perkembangan kasus, Nani mengaku mendapatkan ide mengirimkan satai beracun dari R. Menurut Nani, R menyatakan jika kalium sianida dicampur dalam satai ayam hanya akan menyebabkan Tomy mulas dan menceret.


Berita Terkait

Berita Terkini

Hujan Deras & Angin Kencang Landa Jogja, Sejumlah Daerah Banjir

Hujan deras dan angin kencang yang melanda Kota Jogja, Senin (18/10/2021) menyebabkan banjir dan baliho rusak di sejumlah lokasi.

Pedagang Daging Anjing asal Sragen Divonis 10 Bulan Penjara

Pedagang daging anjing asal Sragen, Jawa Tengah (Jateng) dinyatakan bersalah atas kasus penyelundupan puluhan anjing oleh Pengadilan Negeri (PN) Wates, Kulon Progo.

Nani Satai Beracun Mengaku Menyerahkan Diri, Bukan Ditangkap Polisi

Fakta baru terungkap dalam persidangan kelima kasus satai beracun dengan terdakwa Nani Apriliani Nurjaman di Pengadilan Negeri (PN) Bantul, Senin (18/10/2021).

Promosikan Budaya, Bandara YIA Pamerkan Karya Seni Rupa

seniman seni rupa dari DIY dan Kabupaten Purworejo menggelar acara pameran seni rupa di terminal keberangkatan Yogyakarta International Airport (YIA).

Program MBKM, Mahasiswa ITNY Susun Digitalisasi Peta Desa di Bantul

Melalui kegiatan Membangun Desa/KKN Tematik MBKM, mahasiswa berpartisipasi dalam membantu penyusunan site plan, profil desa, maupun digitalisasi peta desa.

Cegah Laka Air, Warga Harus Memahami Karakteristik Sungai

Pengetahuan tentang kondisi sungai penting diketahui sebelum melalukan aktivitas di sekitarnya agar tidak terjadi laka air.

Warga Gunungkidul Bebas Pilih Vaksin, Ini Jenis yang Paling Diminati

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul memberikan kebebasan bagi warganya untuk memilih jenis vaksin Covid-19.

Kabar Baik! Tak Ada Zona Merah di Jogja, Tinggal Satu Oranye

Wakil Wali kota Jogja, Heroe Poerwadi, mengumumkan tidak ada lagi kelurahan di Kota Jogja yang masuk zona merah, dan tersisa satu yang zona oranye.

Gelar Workshop Kewirausahaan, ITNY Jogja Siap Cetak Technopreneur Muda

Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY) menyelenggarakan workshop pengembangan kewirausahaan, Sabtu (16/10/2021).

Kemiskinan Kulonprogo Tembus 18,1 Persen, DPRD Minta Ada Evaluasi

Tingginya angka kemiskinan di Kulonprogo menjadi sorotan DPRD setempat. Legislatif ingin ada Pemkab mengevaluasi program pengentasan kemiskinan.

Pemkot Jogja Ingin Seluruh Wisata di DIY Bolehkan Anak 12 Tahun Masuk

Pemerintah Kota atau Pemkot Jogja berharap seluruh tempat wisata di Yogyakarta diizinkan untuk memperbolehkan anak usia di bawah 12 tahun masuk ke kawasan wisatanya.

Ternyata... Gaji Debt Collector Pinjol Ilegal di Sleman Setara UMR

Debt collector salah satu kantor pinjol ilegal di ruko lantai 3, Jalan Prof Herman Yohanes, Depok, Sleman, DIY digaji sesuai UMR Yogyakarta.

Pemkot Jogja Tidak Lagi Gunakan Metode Swab untuk Tes Covid-19, Lalu?

Pemerintah Kota Jogja tidak akan lagi menggunakan metode swab dalam pengambilan sampel tes Covid-19.

Bertambah, Pasien Covid-19 Klaster Senam Sehat di Bantul Jadi 14 Orang

Jumlah pasien Covid-19 dari klaster senam di Mbelan, Sidomulyo, Bambanglipuro, Kabupaten Bantul terus bertambah hingga Kamis (14/10/2021), tercatat 14 orang.

Ini Daftar Wisata Terbaru di Yogyakarta yang Instagramable

Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki beragam destinasi wisata terbaru yang layak dikunjungi.

Wisata Pantai di Gunungkidul Kapan Buka?

Inilah penjelasan kenapa sampai saat ini objek wisata pantai di Gunungkidul tak kunjung dibuka.