Pengacara Semarang Tersangka Suap MA Beri Pernyataan Tertulis, Begini Isinya

Pengacara asal Semarang, Yosep Parera, yang menjadi tersangka kasus dugaan suap hakim agung Mahkamah Agung (MA) memberikan pernyataan tertulis atas kasus yang tengah menjeratnya.

 Pengacara asal Semarang, Yosep Parera, mengenakan rompi tahanan sesuai diperiksa di Gedung KPK, Jakarta, atas kasus dugaan suap hakim agung MA, Jumat (23/9/2022). (Solopos.com-Antara/Galih Pradipta)

SOLOPOS.COM - Pengacara asal Semarang, Yosep Parera, mengenakan rompi tahanan sesuai diperiksa di Gedung KPK, Jakarta, atas kasus dugaan suap hakim agung MA, Jumat (23/9/2022). (Solopos.com-Antara/Galih Pradipta)

Solopos.com, SEMARANG — Pengacara kondang asal Semarang yang saat ini menjadi tersangka kasus suap terhadap hakim Mahkamah Agung (MA), Yosep Parera, membuat pernyataan tertulis yang dibacakan kuasa hukumnya, Luhut Sagala, kepada awak media di Kota Semarang, Kamis (29/9/2022).

Dalam pernyataan tertulis itu, Yosep Parera, menyebut penangkapan dirinya oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pekan lalu, bukanlah malapetaka, melainkan berkat dari Tuhan untuk menyuarakan tentang penegakan hukum dan keadilan sosial.

PromosiAngkringan Omah Semar Solo: Spot Nongkrong Unik Punya Menu Wedang Jokowi

“Pak Yosep membuat pernyataan tertulis dalam dua lembar kertas yang disampaikan kepada kami,” kata Luhut Sagala.

Menurut dia, terdapat sembilan poin yang dijelaskan dalam pernyataan tertulis tersebut. Dalam penyataan itu, Yosep Parera menyatakan dirinya bersalah dan siap menerima hukum yang seberat-beratnya.

Yosep juga menyatakan tidak mengenal Hakim Agung Sudrajad Dimyati. Namun, hanya mengenal PNS di Kepaniteraan MA bernama Desy Yustria.

Baca juga: Ditangkap KPK di Semarang, Pengacara Yosep Parera Siap Buka-bukaan

Poin penting juga dalam surat pernyataan itu, lanjut Luhut, Yosep Parera tidak akan membahas tentang dirinya dalam pembelaan dalam persidangan kelak. “Pembelaan di pengadilan nanti tentang susahnya masyarakat dalam mendapat keadilan dalam penegakan hukum dan keadilan sosial,” lanjutnya.

Pembelaan yang kelak disampaikan Yosep Parera berkaitan dengan substansi hukum, sistem birokrasi, dan budaya masyarakat yang saling memengaruhi buruknya penegakan hukum dan keadilan sosial di Indonesia agar menjadi lebih baik.

Peristiwa ini juga disebut sebagai bagian dari dirinya untuk buka permasalahan penegakan hukum di ranah nasional agar didengar Presiden untuk dilakukan pembenahan.

Yosep juga berterima kasih kepada KPK atas ruang untuk menyampaikan aspirasi masyarakat dalam penegakan hukum dan keadilan sosial.

Baca juga: Pengacara Semarang Yosep Parera Sempat Unggah Video di YouTube sebelum OTT KPK

Yosep Parera ditangkap KPK di kantornya, Kota Semarang, Kamis (23/9/2022). Ia ditangkap atas kasus dugaan suap pengurusan perkara di Mahkamah Agung (MA). Yosep pun telah mengaku jika dirinya dan rekannya, Eko Suparno, memberikan suap agar Koperasi Pinjam Intidana dinyatakan pailit.

Sementara itu, dalam kasus dugaan suap pengurusan perkara di MA, KPK telah menetapkan 10 tersangka yang merupakan penerima suap terdiri dari Hakim Agung MA Sudrajad Dimyati, Hakim Yustisial/Panitera Pengganti MA Elly Tri Pangestu, dua PNS pada Kepaniteraan MA Desy Yustria dan Muhajir Habibie, serta dua PNS MA Nurmanto Akmal dan Albasri.

Sedangkan pemberi suap yang ditetapkan sebagai tersangka adalah Yosep Parera, Eko Suparno, yang merupakan pengacara, dan pihak debitur Koperasi Simpan Pinjam Intidana, Heryanto Tanaka dan Ivan Dwi Kusuma Sujanto.

Sumber: Antara

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Kecelakaan Maut di Semarang, Guru asal Jepara Nyungsep di Kolong Truk

      Kecelakaan maut menimpa seorang guru asal Jepara saat mengendarai sepeda motor Honda Vario di Jalan Siliwangi, Jrakah, Ngaliyan, Kota Semarang.

      Sebanyak 30 Pelajar di Dieng Terima Beasiswa PT Geo Dipa Energi

      PT Geo Dipa memberikan beasiswa kepada 30 pelajar SMA sederajat yang ada di kawasan PLTP Dieng.

      Setelah Pati, Giliran Grobogan Diterjang Banjir

      Sebanyak 10 desa pada tiga kecamatan di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah (Jateng), dilanda banjir akibat meluapnya air Sungai Lusi.

      Candi Borobudur Dikepung Empat Sungai, Empat Gunung, dan Sesar Gempa Aktif

      Candi Borobudur memiliki potensi ancaman bencana alam tak sedikit, karena dikepung empat sungai, empat gunung, dan satu sesar aktif. 

      Ke Semarang, Menteri Perdagangan Jamin Stok Bahan Pokok saat Nataru

      Menteri Perdagangan (Mendag), Zulfikli Hasan, memastikan stok bahan pangan cukup menjelang libur akhir tahun atau Natal dan Tahun Baru 2023.

      Usulan UMK Jepara 2023 Naik 7,78% Disambut Demo Buruh

      Serikat pekerja atau buruh di Jepara menggelar aksi demo menuntut kenaikan UMK 2023 senilai 7,78 persen.

      Banjir Genangi Tanjung Emas, Karyawan Pabrik Pulang Lebih Cepat

      Banjir kembali menggenangi sejumlah pabrik di kawasan Pelabuhan Tanjung Emas, Kota Semarang, Jumat (2/12/2022).

      Dapat Dukungan PAN untuk Capres, Ganjar: Biar Antarpartai Komunikasi

      Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, angkat bicara terkait dukungan kader PAN di Jateng yang mengusungnya untuk maju capres 2024.

      Zulhas Sebut Semua Kader PAN Usul Ganjar Capres

      Ketua Umum PAN, Zulfikli Hasan, menyebut hampir seluruh kader PAN mendukung Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, maju sebagai capres 2024.

      Dahsyat! Siswa MAN 2 Banyumas Juara Kontes Robot di Malaysia

      Siswa MAN 2 Banyumas sukses merebut dua medali juara dalam ajang 11th World Robotic for Peace (WRP) 2022 yang digelar di Universitas Teknologi Malaysia.

      Mengenal Es Badeg, Minuman Legendaris Khas Banyumas

      Salah satu minuman khas Banyumas yang saat ini mulai jarang ditemui adalah es badeg yang terbuat dari bunga kelapa atau manggar.

      Alami KDRT, Curhatan Istri TNI di Semarang via Video Viral

      Video seorang istri yang curhat mengalami KDRT oleh suami yang merupakan anggota TNI di Semarang mematik reaksi Kodam IV Diponegoro.

      Sejarah Benteng Portugis Jepara, Dibangun Pasukan Mataram untuk Halau Belanda

      Sejarah Benteng Portugis di Jepara, Jawa Tengah (Jateng), tidak terlepas dari hubungan baik antara Kerajaan Mataram dengan pasukan Portugis.

      Wonosobo Bentuk Kampung Bahasa Inggris Berbasis Ponpes

      Ruang lingkup kerja sama yang telah disepakati antara lain terkait dengan promosi wisata, membentuk destinasi wisata edukasi melalui kampung bahasa berbasis pondok pesantren, pengembangan SDM ponpes khususnya Yayasan Al-Maksum melalui pelatihan bahasa Arab, Inggris, dan Mandarin.

      Daftar Daerah di Jateng yang Angka Kematian Bayi Tinggi, Kebanyakan di Selatan

      Berikut daerah di Jawa Tengah atau Jateng dengan tingkat atau angka kematian bayi tertinggi sepanjang 2022.