Andreas Kurniawan, 36, warga Baki, Sukoharjo, menjalani rekonstruksi pembunhan di Turisari, Mangkubumen, Banjarsari, Solo, Senin (2/9/2019). (Solopos-Ichsan Kholif Rahman)

Solopos.com, SOLO — Penasihat hukum tersangka kasus penusukan maut di Turisari, Mangkubumen, Solo, Andreas Kurniawan, 36, warga Baki, Sukoharjo, Sri Kalono, menyatakan kliennya tak berencana https://soloraya.solopos.com/read/20190822/489/1013756/penusukan-di-mangkubumen-solo-warga-sukoharjo-meninggal" title="Penusukan di Mangkubumen Solo, Warga Sukoharjo Meninggal">membunuh korban, Bunto Tanoe, 44, warga Grogol, Sukoharjo.

Sri Kalono yang jadir dalam rekonstruksi kasus pembunuhan tersebut, Senin (2/9/2019), mengatakan sejauh pengamatannya tidak ada urusan bisnis yang melatarbelakangi peristiwa itu.

Namun, dikarenakan urusan asmara, korban diduga menyelingkuhi istri tersangka.

“Menurut saya tidak ada unsur perencanaan tapi emosional dan spontanitas saja. Pisau yang digunakan itu pisau untuk makan steak," ungkap dia.

"Niat tersangka bukan menganiaya menggunakan pisau itu, pembicaraan itu pembicaraan keluarga jadi tersangka hanya ingin mengusir korban ketika ikut berbicara. Kalau buat jaga diri itu tidak, hubungan mereka itu baik dalam urusan pekerjaan,” tambah Sri Kalono.

Sebelumnya diberitakan, Andreas Kurniawan memeragakan sebanyak 40 adegan https://soloraya.solopos.com/read/20190828/489/1014963/rekonstruksi-penusukan-di-mangkubumen-solo-digelar-pekan-depan" title="Rekonstruksi Penusukan di Mangkubumen Solo Digelar Pekan Depan">pembunuhan di Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Mangkubumen, Solo, Senin siang. Rekonstruksi guna memastikan kesesuaian keterangan dari tersangka dan saksi terkait peristiwa pembunuhan yang terjadi pada Kamis (22/8/2019) sore lalu.

Kasatreskrim Polresta Solo, Kompol Fadli, mengatakan rekonstruksi dilakukan bersama tim Kejaksaan Negeri Kota Solo itu tidak menemukan bukti atau temuan baru. Rekonstruksi dimulai dari kedatangan tersangka, penusukan, hingga saat tersangka membawa korban ke rumah sakit.

“Pelaku masih Andreas Kurniawan dan tidak ditemukan bukti baru. Penusukan merupakan adegan ke-23, hanya satu kali tusukan menggunakan pisau dapur,” ujarnya.

Sebelumnya, Polresta Solo menjerat Pasal 340 KUHP jo. Pasal 351 KUHP tentang pembunuhan berencana dan penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten