Pengacara Bharada E Deolipa Yumara Dipecat, Ini Isi Suratnya

Deolipa Yumara menjadi pengacara Bharada E mulai Sabtu (6/8/2022) dan dipecat setelah empat hari, tepatnya Rabu (10/8/2022).

 Pengacara Bharada E, Deolipa Yumara, saat membacakan surat pemecatan terhadap dirinya di acara live salah satu stasiun televisi. (Istimewa/Channel YouTube metrotvnews)

SOLOPOS.COM - Pengacara Bharada E, Deolipa Yumara, saat membacakan surat pemecatan terhadap dirinya di acara live salah satu stasiun televisi. (Istimewa/Channel YouTube metrotvnews)

Solopos.com, SOLO — Pengacara Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada RE atau Bharada E, yakni Deolipa Yumara dan Muhammad Burhanuddin dipecat mulai Rabu (10/8/2022).

Kabar tersebut disampaikan Deolipa Yumara saat menjadi salah satu narasumber acara live Kontroversi di Metro TV pada Kamis (11/8/2022). Pembawa acara memberikan kesempatan Deolipa untuk berbicara.

PromosiDaihatsu Rocky, Mobil Harga Rp200 Jutaan Jadi Cuma Rp99.000

Saat itulah, Deolipa membacakan surat pemecatan terhadap dirinya yang ditandatangani Bharada E.

“Ini siaran langsung kan? Oh ya, bagus. Jadi saya dapat WA [WhatsApp] dari anak buah saya, pengacara dari kantor saya di Condet. Surat pencabutan kuasa,” kata Deolipa saat menjadi salah satu narasumber acara Kontroversi di Metro TV seperti dikutip Solopos.com dari Channel YouTube metrotvnews, Jumat (12/8/2022).

Deolipa menegaskan bahwa dia mendapatkan surat pencabutan kuasa tersebut melalui WhatsApp saat acara live di stasiun televisi. Surat pencabutan kuasa tersebut tidak ditulis tangan melainkan diketik.

Baca Juga : Terkini! Bharada E Pecat Pengacaranya Deolipa Yumara

“Ini kan tadi [baru saja saya terima]. Makanya saya… Saya baru dapat WA. Buktinya saya bingung. Ini surat pencabutan kuasa diketik. Tentunya posisinya si Eliezer ini gak mungkin mengetik, wong dia tahanan. Diketik, baru dia tanda tangan. Biasanya Eliezer ini suka tulis tangan. Saya bacakan saja,” tutur dia.

Deolipa membacakan surat pencabutan kuasa yang ditandatangani Bharada E pada Rabu (10/8/2022).

Berikut isi surat pencabutan kuasa terhadap pengacara Deolipa Yumara dan Muhammad Burhanuddin:

“Surat pencabutan kuasa. Yang bertanda tangan di bawah ini, saya. Nama Richard Eliezer Pudihang Lumiu. Tempat tanggal lahir Manado 14 Mei 1998. Jenis kelamin laki-laki. Agama Kristen Protestan. Kewarganegaraan Indonesia. Pekerjaan Polri. Alamat Asrama Brimob Cikeas Udik, Kampung Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat,” tutur Deolipa membaca surat tersebut.

“Dalam hal ini menerangkan bertindak sebagai diri sendiri, selanjutnya disebut sebagai pencabut kuasa. Dengan ini menerangkan bahwa terhitung tanggal 10 Agustus 2022 mencabut kuasa yang telah diberikan kepada Deolipa Yumara Sarjana Hukum, Sarjana Psikologi dan Muhammad Burhanudin Sarjana Hukum advokat [pengacara] beralamat kantor di Law Office Deolipa Yumara dan Burhanudin Associates Counselor of Law,” lanjutnya.

Baca Juga : Brigadir J Berlutut, Bharada E Tembak 4 Kali atas Suruhan Ferdy Sambo

Pada surat pemecatan tersebut terungkap bahwa Deolipa Yumara menjadi pengacara Bharada E mulai Sabtu (6/8/2022). Namun, Bharada E malah memecat Deolipa Yumara setelah empat hari, tepatnya Rabu (10/8/2022).

“Dengan ini saya selaku pemberi kuasa menyatakan mencabut kuasa tersebut terhitung sejak tanggal surat ini ditandatangani. Dengan pencabutan surat kuasa ini maka surat kuasa tertanggal 6 Agustus 2022 sudah tidak berlaku dan tidak dapat dipergunakan lagi dan karenanya advokat dan konsultan hukum pada kantor Deolipa Yumara dan Burhanudin Associate tidak lagi memiliki hak dan kewenangan untuk melakukan tindakan hukum dalam hal sebagaimana yang tercantum dalam pemberian kuasa tersebut,” tutur dia.

“Surat pencabutan ini saya buat dalam keadaan sadar dan tanpa ada paksaan dari pihak manapun. Demikian surat pencabutan kuasa untuk dipergunakan sebagaimana mestinya. Jakarta, 10 Agustus 2022.”

Surat tersebut diketik, bermaterai, dan ditandatangani Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu pada 10 Agustus 2022. Otomatis, posisi Bharada RE saat ini tidak didampingi pengacara.

Baca Juga : Pakar Hukum: Pengakuan Sambo Bisa karena Jujur atau Justru Pengaburan

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Bocah Yatim Piatu Korban Tragedi Kanjuruhan jadi Anak Asuh Giring Ganesha

      MA yang orang tuanya meninggal akibat gas air mata polisi bercita-cita menjadi anggota Polri.

      Komnas HAM: Tak Ada Suporter Berniat Bikin Rusuh di Stadion Kanjuruhan

      Mayoritas penonton di Stadion Kanjuruhan meninggal diakibatkan sesak napas sebagai dampak gas air mata yang ditembakkan polisi.

      7 Oktober Ditetapkan Jadi Hari Bakti Pendamping Desa

      7 Oktober merupakan momentum kali pertama para pendamping desa diterjunkan untuk membantu pembangunan Indonesia dari desa atau pinggiran.

      Video Tragedi Kanjuruhan Dihapus Polisi, LPSK: Tidak Profesional

      Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi Pasaribu menyatakan penghapusan video sebagai barang bukti tragedi Kanjuruhan, dinilai LPSK sebagai perbuatan yang berlebihan.

      Agar Warga Tertarik, Pemerintah Perlu Beri Diskon Pembelian Kendaraan Listrik

      Biaya manufaktur, supply chain, hingga pembelian unit jadi kendaraan listrik berperan besar dalam mempecepat elektrifikasi sektor transportasi.

      BMKG: Puncak Musim Penghujan pada Desember 2022 hingga Januari 2023

      Sebagian besar wilayah di Indonesia akan memasuki puncak musim penghujan pada Desember 2022 hingga Januari 2023.

      Polri: 6 Tersangka Tragedi Kanjuruhan Kena Pasal Berbeda

      Keenam tersangka tragedi Kanjuruhan dikenakan pasal berbeda sesuai peran masing-masing.

      Anies Kunjungan ke Kantor DPP Partai Demokrat Seusai Deklarasi Capres

      Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berkunjungan ke kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat, Menteng Jakarta Pusat, Jumat (7/10/2022).

      CEO Freeport McMoran Ingin Tambah Jumlah Karyawan Asli Papua

      Chairman of the Board and CEO Freeport McMoRan (FCX) Richard C. Adkerson mengatakan sebagian besar karyawan PT Freeport Indonesia (PTFI) telah didominasi oleh orang Papua asli sejak 1996.

      Bos Freeport McMoRan Janjikan Bangun Smelter di Papua

      Chairman of the Board and CEO Freeport McMoRan (FCX) Richard C. Adkerson mengatakan pihaknya tengah mencari peluang untuk ikut mengembangkan pabrik pemurnian dan pengolahan mineral logam atau smelter di Papua. 

      Bea Cukai Tak Temukan Beras Impor Ilegal di Jambi

      Bea Cukai tidak menemukan beras impor ilegal. Justru menemukan barang selundupan pupuk dan produk kacang-kacangan.

      Kementerian Luar Negeri Pastikan Tidak Ada WNI Korban Penambakan di Thailand

      Kementerian Luar Negeri memastikan tidak ada WNI yang menjadi korban penembakan massal di Thailand

      OPEC+ Pangkas Target Produksi, Harga Minyak Melojak

      Harga minyak melonjak pada akhir perdagangan Kamis (6/10/2022) hingga mencatat kenaikan untuk sesi keempat berturut-turut. Pemicunya, Organization of the Petroleum Exporting Countries Plus (OPEC+) setuju memangkas target produksi sebesar 2 juta barel per hari.

      Enam Tersangka Tragedi Kanjuruhan Punya Kesalahan Berbeda

      Tiga tersangka tragedi Kanjuruhan dijerat dengan Pasal 359 dan/atau Pasal 360 dan/atau Pasal 103 ayat (1) juncto Pasal 52 Undang-Undang RI Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan.

      Kader PPP Jakarta Dukung Ganjar Pranowo Maju ke Pilpres 2024

      Alasan dukungan karena Ganjar dianggap bagian dari keluarga PPP, yakni jika dilihat kakek-neneknya pernah menjabat sebagai Ketua DPC PPP dan anggota dewan dari PPP.