Tutup Iklan

Penertiban Truk Roda 10 di Jalur Galian C Klaten Harus Lebih Serius

Selama ini truk-truk beroda 10 hilir-mudik melintas pada ruas jalan yang tak sesuai kelasnya.

 Petugas Dishub dan Satlantas Polres Klaten menggelar patroli penertiban angkutan di wilayah Delanggu-Juwiring belum lama ini. (Istimewa/Dishub Klaten)

SOLOPOS.COM - Petugas Dishub dan Satlantas Polres Klaten menggelar patroli penertiban angkutan di wilayah Delanggu-Juwiring belum lama ini. (Istimewa/Dishub Klaten)

Solopos.com, KLATEN—Penertiban truk galian C diminta lebih serius dilakukan. Selama ini truk-truk beroda 10 hilir-mudik melintas pada ruas jalan yang tak sesuai kelasnya.

Hal itu disampaikan Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD Klaten, Darmadi, saat ditemui wartawan di DPRD Klaten, Kamis (25/11/2021). “Sudah sekian tahun truk besar yang bermuatan 30 ton, roda 10, hilir-mudik terkesan dibiarkan. Hancur jalannya. Makanya harus ada penertiban,” kata Darmadi.

Dia mengatakan truk bertonase 30 ton tersebut kerap melintasi di jalur galian C. Dia mencontohkan seperti di wilayah Gondang, Kecamatan Kebonarum yang kerap terlihat truk-truk besar. “Memang jalurnya untuk jalur galian C. Tetapi, kelas jalannya bukan untuk truk bertonase 30 ton,” urai dia.

Baca Juga: Gencar Operasi Yustisi, Masih Ada Saja Warga Wonogiri Tak Pakai Masker

Dia menjelaskan kelas jalan yang menjadi jalur galian C di Klaten bisa dilintasi kendaraan bermotor dengan berat maksimal di bawah 8 ton. Sementara, truk bertonase 30 ton semestinya hanya bisa melintasi jalan nasional.

“Dilewati truk yang bertonase 8 ton saja, jalannya sudah hancur. Apalagi ini dilewati truk bertonase 30 ton. Oleh karena itu saya harap bisa segera ditertibkan. Ini sudah kami sampaikan melalui pandangan umum fraksi,” kata Darmadi.

Darmadi meminta Pemkab Klaten melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Klaten bisa memperketat penertiban angkutan. Jika tak kunjung ditertibkan, perbaikan jalan terutama yang dilakukan di jalur evakuasi tak bakal bertahan lama menyusul banyaknya kendaraan yang melintas tak sesuai dengan kelas jalannya.

Baca Juga: Puluhan Kendaraan Melawan Arus Jl. Jensud Wonogiri, Ini Jawaban Dishub

“Dishub kan ada banyak THL. Bisa ditugaskan dengan dibuat jadwal siang serta malam untuk penertiban,” urai dia.

 

Penertiban Truk

Kepala Dishub Klaten, Supriyono, menjelaskan selama ini penertiban truk pengangkut material golongan C rutin digelar bersama Satlantas Polres Klaten. ”Kami patroli kerja sama dengan Satlantas Polres Klaten. Kami agendakan sepekan dua sampai tiga kali. Kami juga tergantung dengan Satlantas. Karena kalau tidak didampingi Satlantas, kami tidak boleh menindak,” kata Supriyono.

Dia menjelaskan penertiban dilakukan untuk memastikan ketertiban para pengemudi terhadap jalur yang diizinkan dilintasi untuk truk galian C serta tonase tak melebihi kelas jalan. Selama ini, sopir truk kerap kucing-kucingan dengan petugas.

Baca Juga: Aksi di Patung Soekarno Boyolali, APPM: Hapus Kekerasan pada Perempuan

“Paling setiap operasi itu ada 10 truk yang ditindak. Sekarang alat komunikasi juga mudah. Ketika ada satu truk yang ditindak lantaran menyalahi ketentuan, kemudian memberi tahu temannya,” kata dia.

Terkait kelas jalan di ruas jalur galian C, Supriyono menuturkan kelas jalur galian C terutama di wilayah lereng Merapi masuk kategori kelas III. Artinya, kendaraan bermotor yang melintas memiliki berat maksimal 8 ton.

“Untuk jalan itu tergantung kelas jalannya. Untuk jalan kelas III, kendaraan yang melintas memiliki sumbu terberat 8 ton. Untuk jalan nasional bebas. Kalau jalan golongan C di sana sudah kami pasaing rambu semua. Tetapi kewenangan penindakan bukan di kami,” urai dia.

Baca Juga: Anak Gugat Ibu Kandung, MUI Boyolali: Membentak Saja Dilarang

Supriyono menjelaskan upaya penertiban selama ini terus dilakukan. Dia berharap masalah tonase tersebut juga bisa ditertibkan sejak dari lokasi pertambangan.

“Kalau pengendalian dari tambangnya itu sudah diatur akan lebih nyaman. Memang untuk golongan C itu harus ada kolaborasi dari berbagai instansi,” kata dia.


Berita Terkait

Espos Plus

Pembahasan RUU PDP Belum Rampung, Kominfo Fokus Sosialisasi dan Edukasi

+ PLUS Pembahasan RUU PDP Belum Rampung, Kominfo Fokus Sosialisasi dan Edukasi

Progres terbaru dari pembahasan RUU PDP adalah pembahasan format lembaga pengawas yang akan bertanggung jawab menangani perkara perlindungan data pribadi hingga kini belum final.

Berita Terkini

Habis Bongkar Madu, Sopir Truk Gunungkidul Meninggal di Karangpandan

Sopir truk asal Gunungkidul, DIY, mengeluhkan gejala seperti masuk angin saat menginap di Tawangmangu, Karanganyar, sesuai membongkar muatan madu. Ia kemudian meninggal tak lama setelahnya.

Dinilai Lebih Aman, PLN Solo Dorong Industri Akses Layanan Premium

PLN UP3 Solo mendorong industri mengakses layanan premium guna menjamin pasokan listrik yang minim gangguan.

PLN Solo: Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum Bakal Terus Ditambah

PLN Solo berusaha mendorong terwujudnya ekosistem kendaraan listrik dengan terus menambah jumlah stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU).

Ekspedisi Ekonomi Digital 2021, UT Pionir Pembelajaran Jarak Jauh

Universitas Terbuka (UT) menjadi pionir perguruan tinggi yang menerapkan sistem pembelajaran jarak jauh di Indonesia

BIN Sisir Ampel Boyolali untuk Vaksin Warga dari Pintu ke Pintu

Badan Intelijen Negara Daerah (Binda) Jawa Tengah (Jateng) kembali menggenjot vaksinasi di Kecamatan Ampel, Boyolali.

Wajib Dikunjungi, Kota Solo Ternyata Punya 18 Museum Lho

Dinas Kebudayaan Kota Solo meluncurkan gerakan wajib kunjung museum baik museum milik pemerintah maupun swasta, khususnya bagi pelajar.

Terjangkau, Segini Tarif Liburan di Desa Wisata Sumberbulu Karanganyar

Desa Wisata Sumberbulu di Desa Pendem, Kecamatan Mojogedang, Kabupaten Karanganyar menawarkan beragam wisata komplet dengan tarif sangat terjangkau.

Keren, Desa Wisata Sumberbulu Karanganyar Raih Juara I ADWI 2021

Desa Wisata Sumberbulu di Desa Pendem, Kecamatan Mojogedang, Kabupaten Karanganyar meraih Juara I kategori Suvenir dalam Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021 dari Kemenparekraf.

7 Desa Wisata Jateng Meraih Penghargaan ADWI 2021, 2 dari Soloraya!

Ini daftar tujuh desa di Jawa Tengah (Jateng) yang memperoleh penghargaan pada Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021 di Jakarta, Selasa (7/12/2021).

Selamat! Desa Wisata Sangiran Sragen Raih Penghargaan Kategori Homestay

Desa Wisata Sangiran, Desa Krikilan, Kecamatan Kalijambe, Sragen, berhasil meraih Peringkat 5 Kategori Homestay pada Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021 di Jakarta, Selasa (7/12/2021).

Waduh, 1 Ekskavator Tenggelam Sedalam 3 Meter di Rawa Jombor Klaten

Satu ekskavator yang beroperasi di Rawa Jombor, Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Klaten, terguling dan tenggelam di kedalaman 3 meter.

Pernah Ada Kampung Belanda di Solo, Ini Lokasinya

Ternyata pernah ada Kampung Belanda di Solo, Jawa Tengah. Kira-kira di mana lokasinya ya, adakah yang tahu?

Ayam Goreng Mbok Berek, Pionir Warung Makan di Semarang

Usaha ayam goreng dinilai tak pernah ada matinya.

Polres Boyolali Salurkan Bantuan Logistik ke Korban Erupsi Semeru

Polres Boyolali mengirimkan bantuan logistik kepada para korban erupsi Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur.