Peneror Rumah Warga Kalikotes Klaten Tertangkap, Ini Motifnya

Peneror yang melemparkan petasan ke rumah warga RT 001/RW 006, Turen, Ngemplak, Kalikotes, Klaten, Sigit Purwanto, 49, pada Selasa (6/8/2019) dini hari lalu akhirnya terungkap. Polisi sudah menangkap pria tersebut sehari kemudian, Rabu (7/8/2019).

Peneror Rumah Warga Kalikotes Klaten Tertangkap, Ini Motifnya

SOLOPOS.COM - Bambang Murdoko, 49, warga Jakarta Selatan, yang menjadi tersangka aksi teror di Ngemplak, Kalikotes, berjalan di Mapolres Klaten, Kamis (8/8/2019). (Solopos/Ponco Suseno)

Solopos.com, KLATEN — Peneror yang melemparkan petasan ke rumah warga RT 001/RW 006, Turen, Ngemplak, Kalikotes, Klaten, Sigit Purwanto, 49, pada Selasa (6/8/2019) dini hari lalu akhirnya terungkap. Polisi sudah menangkap pria tersebut sehari kemudian, Rabu (7/8/2019).

Pelaku diketahui bernama Bambang Murdoko, 49, warga Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Bambang Murdoko nekat meneror rumah Sigit di Ngemplak lantaran sakit hati.

Bambang merupakan bekas selingkuhan istri Sigit. Dia tak rela bekas kekasihnya itu kembali ke suami resminya sejak Lebaran 2019 lalu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com, polisi menangkap Bambang Murdoko di dekat Rumah Sakit Daerah (RSD) Bagas Waras Klaten, Rabu sore. Saat ini Bambang sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Kasatreskrim Polres Klaten, AKP Dicky Hermansyah, mewakili Kapolres Klaten, AKBP Aries Andhi, saat ditemui wartawan di Mapolres Klaten, Kamis (8/8/2019), menjelaskan motif perbuatan tersangka adalah sakit hati.

Bambang pernah menjalin hubungan asmara dengan istri dari Sigit Purwanto, RBY, 45. Hubungan terlarang itu dilakukan beberapa bulan sebelum Lebaran 2019. Saat memasuki Lebaran 2019, RBY memutuskan mengakhiri hubungannya dengan Bambang dan kembali ke suaminya, Sigit.

“Motif utamanya hanya sakit hati itu. Tersangka ini sudah memiliki istri dan anak. RBY itu juga sudah memiliki suami dan anak. Mereka saling bertemu saat acara reuni sekolah [SMP] beberapa bulan lalu,” katanya.

Kapolres Klaten AKBP Aries Andhi mengatakan polisi menyita sejumlah barang bukti sepanjang menangani kasus tersebut. Barang bukti di antaranya lima mercon tabung berdiameter 4 cm dengan panjang 17 cm dan sejumlah paku usuk, satu pipa berdiameter 3,3 cm sepanjang 16 cm, satu pipa yang sudah dipotong menjadi dua bagian, sejumlah paku reng, bahan mercon, dan lainnya.

“Tersangka dijerat Pasal 1 ayat (1) UU Darurat No. 12/1951 dengan ancaman hukuman maksimal selama 20 tahun penjara,” katanya.

Bambang Murdoko mengakui motif utama melempar mercon ke rumah milik SP di Ngemplak, Kalikotes, didasari rasa sakit hati. Aksi pelemparan pipa berisi paku dan mercon itu guna menciptakan ketakutan terhadap pemilik rumah.

Aksi pelemparan itu berlangsung spontanitas. “Saya tidak belajar dari Youtube atau lainnya,” katanya.

Informasi yang diperoleh Solopos.com, aksi yang dilakukan Bambang tak hanya menimbulkan ketakutan bagi pemilik rumah. Warga di Ngemplak juga turut resah dengan ulah Bambang.

“Kejadian ini perlu ditindaklanjuti agar tidak meresahkan warga di kemudian hari,” kata Kepala Desa (Kades) Ngemplak, Kecamatan Kalikotes, Tri Maryani, Selasa (6/8/2019).

Berita Terkait

Berita Terkini

Seluruh Wilayah di Yogyakarta Masuk PPKM Level 4

Kegiatan nonesensial masih diwajibkan berlangsung secara virtual, aktivitas esensial diperbolehkan beroperasi sampai 50 persen.

Tekan Kematian Covid-19, Dinkes Jateng Sarankan Isolasi Terpusat

Dinkes Jateng meminta pasien Covid-19 untuk melakukan karantina di tempat-tempat isolasi terpusat yang sudah disediakan pemerintah.

Pasien Covid-19 Kini Lebih Cepat Meninggal, Ini Penyebabnya

Pasien sering terlambat dibawa ke rumah sakit hingga berujung meninggal dunia.

Serapan Anggaran Penanganan Covid-19 Plupuh dan Miri Sragen Rendah, Kenapa Ya?

Anggaran penanganan Covid-19 di dua kecamatan Sragen yakni Miri dan Plupuh, masih rendah, kurang dari 30 persen hingga awal Agustus ini.

Waduh, Tingkat Keterisian Bed RS Rujukan Covid-19 Klaten Masih Tinggi Lur!

Tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) RS rujukan Covid-19 Kabupaten Klaten hingga awal pekan ini masih tinggi.

Kena Prank Keluarga Akidi Tio, Kapolda Sumsel Memilih Berpikir Positif

Ada atau tidaknya dana Rp2 triliun tidak menyurutkan ikhtiar Polda Sumsel menanggulangi Covid-19.

Pasien Positif Corona Tanpa Gejala Sukoharjo Didorong Isolasi di 2 Tempat Ini

Pasien positif terpapar virus corona tanpa gejala atau bergejala ringan di Kabupaten Sukoharjo didorong menjalani isolasi di tempat khusus.

Ahli IPB: Harimau Tak Bisa Tularkan Corona ke Manusia

Kejadian penyakit pada hewan di berbagai belahan dunia sangat identik, yakni hewan tersebut tertular dari pemiliknya.

Pelayanan Kantor Kecamatan Jebres Solo Buka Lagi setelah Tutup karena 10 Pegawai Positif Corona

Pelayanan kantor Kecamatan Jebres, Solo, sudah kembali dibuka setelah sempat tutup beberapa hari karena sejumah pegawai terpapar Covid-19.

Kasus Covid-19 Tambah 22.404, Jateng Penyumbang Terbanyak

Dari kasus Covid-19 di Indonesia sebanyak 22.404 hari ini, Jateng berkontribusi 3.218.

Lima Makanan dan Minuman Ini Mampu Atasi Dehidrasi

Jangan abaikan rasa haus apalagi di musim kemarau, karena itu salah satu sinyal bahwa tubuh Anda sedang mengalami dehidrasi.

12 Daerah di Jawa-Bali Naik ke PPKM Level 4, Ini Daftarnya

Sebanyak 12 daerah naik ke PPKM Level 4, sembilan daerah turun ke PPKM Level 3, dan satu daerah turun ke PPKM Level 2.