Ilustrasi warga miskin (JIBI/Solopos/Dok.)

Solopos.com, SALATIGA — Angka kemiskinan di Kota Salatiga diklaim terus mengalami penurunan. Salah satu indikatornya adalah berkurangnya warga miskin yang menerima program Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) dari pemerintah.

“Saat ini penerima BNPT sekitar 5.191 orang, atau turun dari jumlah bulan lalu, yakni 5.300 orang,” ujar Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Salatiga, Rochadi, Senin (2/12/2019).

Selain penerima BNPT yang mengalami penurunan, Dinsos Kota Salatiga juga mencatat adanya penurunan pada jumlah penerima Program Keluarga Harapan (PKH). Total PKH di Kota Salatiga saat ini mencapai 3.353 KK.

“Data Badan Pusat Statistik [BPS] Salatiga, persentase jumlah warga miskin di Salatiga saat ini berkisar 4,84%. Tahun sebelumnya masih di kisaran 7%,” ujar Rochadi.

Rochadi mengatakan salah satu penyebab turunnya angka kemisikinan adalah gencarnya pelatihan Wanita Rawan Sosial Ekonomi (WRSE) dan pemberdayaan e-Warung.

“Untuk e-Warung ada 10 titik. E-Warung ini merupakan warung gotong royong yang bertujuan untuk pengentasan kemiskinan secara cepat,” terangnya.

Sementara pendampingan WRSE, yang menjadi program unggulan Dinsos Salatiga juga terus digenjot.

“Kami mengadakan pelatihan berjenjang mulai dari menjahit, potong rambut, dan tata boga. Selain pelatihan, kami juga berupaya membukakan pasar sesuai keahlian yang dimiliki sehingga kemampuan yang dimiliki tidak mubazir,” kata Rochadi.

Rochadi menambahkan selain kemiskinan, Dinsos Salatiga juga berupaya mengurangi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), yakni melalui pendirian Rumah Singgah di Jalan Hasanudin dengan kapasitas 40 orang. Rumah Singgah ini akan mulai difungsikan pada 2020 dengan konsep terpadu bersama Dinas Kesehatan, Satpol PP, dan Polres Salatiga.

“Rumah Singgah ini menjadi satu-satunya yang ada di Jateng dan menjadi proyek percontohan untuk daerah lain,” imbuhnya.

Wali Kota Salatiga, Yuliyanto, optimistis angka kemiskinan akan turun setiap tahunnya dengan bergulirnya program Guyub RW. Progam ini akan memberikan bantuan Rp50 juta setiap tahunnya kepada setiap RW di Salatiga.

“Tujuan program Guyub RW adalah untuk meningkatkan kesejahteraan warga yang pengelolaannya dipercayakan kepada pengurus rukun warga,” ujar Yuliyanto.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten