Ilustrasi

Solopos.com, SEMARANG — Pemerintah akan kembali menggelar proses perekrutan calon pegawai negeri sipil (CPNS) di sejumlah daerah pada tahun 2019 ini. Di Jawa Tengah (Jateng), hampir seluruh kabupaten/kota menggelar penerimaan CPNS.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jateng, Wisnu Zaroh, menyebutkan selain 35 kabupaten/kota, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng juga menggelar proses perekrutan CPNS. Total formasi ada sekitar 13.509 posisi yang dibuka saat penerimaan CPNS di Jateng yang digelar 11 November nanti.

Dari jumlah lowongan sebanyak itu, pengajuan kuota CPNS terbanyak ada di Kabupaten Cilacap, yakni 815 posisi. Disusul Kabupaten Klaten dengan 788 lowongan pekerjaan.

"Sementara daerah yang paling sedikit mengajukan perekrutan CPNS tahun ini ada di Temanggung. Pemkab di sana cuma mengajukan 37 lowongan," ujar Wisnu kepada wartawan di Kota Semarang, Jawa Tengah, Rabu (30/10/2019).

Sementara itu, Pemprov Jateng tahun ini hanya mendapatkan kuota penerimaan CPNS 1.409 posisi. Jumlah itu lebih sedikit dibanding tahun 2018 lalu yang mencapai 2.000 orang.

Kendati demikian, proses perekrutan CPNS kali ini, menurut Wisnu akan lebih ketat dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini mengingat adanya sejumlah persyaratan seperti minimal indeks prestasi kumulatif (IPK) yang mencapai 3,00 bagi pelamar dari kalangan sarjana.

Baca juga: Jateng Dapat Jatah 1.409 Lowongan CPNS 2019

Sementara itu, untuk tahapan tes yang akan dilalui peserta mulai dari tes uji kompetensi dasar, tes kepribadian, dan lain-lain. "Kita jamin tidak ada calo, semua proses sudah diperketat," imbuh Wisnu.

Sementara itu, formasi jabatan paling banyak yang dibutuhkan pada penerimaan CPNS Pemprov Jateng 2019 ada di sektor pendidikan, yakni 551 posisi. Kemudian, disusul formasi kesehatan 316 orang, dan sisanya tenaga teknis mencapai 542 orang.

Wisnu menambahkan untuk tahun ini lowongan CPNS juga diperuntukan bagi penyandang disabilitas. Meski demikian, kuota untuk difabel hingga saat ini belum ditentukan.

"Besok baru kita rapatkan untuk menentukan berapa banyak kuota untuk para difabel. Tapi memang ada beberapa lowongan yang tidak bisa diisi oleh kaum difabel, seperti dokter dan perawat karena formasi itu sejak awal punya aturan masing-masing," ujar Wisnu.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten