Kategori: Klaten

Penerima Bansos Klaten Mengundurkan Diri, Cawas dan Trucuk Paling Banyak


Solopos.com/Taufiq Sidik Prakoso

Solopos.com, KLATEN -- Jumlah penerima bantuan sosial (bansos) dari pemerintah yang mengundurkan diri di Klaten kian bertambah seiring penempelan stiker keluarga miskin.

Hingga Minggu (22/12/2019), sudah ada 2.200 penerima bansos yang mengundurkan diri sehingga rumah mereka batal ditempeli stiker. Jumlah penerima manfaat yang mengundurkan diri tersebar di 26 kecamatan.

Jumlah terbanyak yakni di Kecamatan Cawas sebanyak 468 keluarga, disusul Trucuk sebanyak 365 keluarga. Di tingkat desa/kelurahan, jumlah terbanyak keluarga yang mengundurkan diri sebagai penerima bansos berada di Desa Gombang, Kecamatan Cawas, sebanyak 79 keluarga.

Sebagai informasi, Pemkab Klaten menggulirkan program penempelan stiker bertuliskan keluarga miskin di rumah warga penerima bansos. Selain tulisan keluarga miskin, stiker itu terdapat jenis bansos yang diterima seperti Bantuan Pangan Nontunai (BPNT), Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Indonesia Sehat (KIS), serta Kartu Indonesia Pintar (KIP).

Serasa di Jepang, Foto-Foto Bunga Sakura di Tawangmangu Karanganyar

Stiker juga bertuliskan doa “semoga keluarga ini segera sejahtera” serta sanksi jika stiker sengaja dihilangkan atau ditutupi akan dianggap mengundurkan diri sebagai penerima bansos.

Jumlah total rumah sasaran penempelan stiker yang sudah dimulai sejak Senin (9/11/2019) yakni 111.357 rumah. Pemasangan dilakukan tim desa terdiri dari perangkat desa, pendamping PKH atau TKSK, babinsa, serta bhabinkamtibmas.

Koordinator Kabupaten PKH Klaten, Theo Markis, mengatakan jumlah keluarga yang mengundurkan diri selama proses pemasangan stiker berdasarkan hasil rekapitulasi jumlah surat pengunduran diri.

Tes Kelayakan Calon Bupati Sragen PDIP, Yuni Pasrah

Tim tak hanya membawa stiker saat mendatangi rumah warga. Mereka membawa surat pengunduran diri sebagai penerima bansos untuk mengantisipasi adanya keluarga yang memilih rumahnya tak ditempeli stiker dan secara sukarela mundur sebagai penerima bansos.

“Untuk selanjutnya ada rekapitulasi berita acara yang memuat hasil verifikasi faktual penempelan stiker. Dalam berita acara itu memuat keterangan apakah keluarga yang rumahnya ditempeli stiker masih layak atau tidak menerima bansos,” kata Theo kepada Solopos.com, Minggu.

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Dissos P3AKB) Klaten, M. Nasir, mengatakan jumlah penerima bansos yang mengundurkan diri secara sukarela dimungkinkan terus berkembang.

Natal & Tahun Baru, Stok BBM dan Elpiji Soloraya Dipastikan Aman

Nasir mengatakan masih ada warga yang masuk kategori sejahtera namun belum bersedia mengundurkan diri sebagai penerima bansos meski rumahnya ditempeli stiker keluarga miskin. Terkait itu, verifikasi faktual bakal terus dilakukan.

“Perubahan data itu setiap tiga bulan sekali. Saat ini ada yang sebenarnya tidak layak tetapi masih menerima bansos, nanti akan dilakukan verifikasi faktual untuk dihapus sebagai penerima. Mana yang layak atau tidak yang mengetahui dari pemerintah desa. Tentunya ada pendekatan-pendekatan agar mereka yang tidak layak bersedia mundur secara sukarela,” kata dia.

Share
Dipublikasikan oleh
Suharsih