Tutup Iklan
Penerima Bansos Dobel, Warga Gatak Sukoharjo Geruduk Balai Desa
Perwakilan warga Desa Wironanggan, Kecamatan Gatak, Sukoharjo, tengah beraudiensi dengan Camat Gatak Sumi Rahayu didampingi jajaran muspika dan kades setempat pada Jumat (10/7/2020). (Solopos/Indah Septiyaning W.)

Solopos.com, SUKOHARJO -- Puluhan warga Wironanggan, Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo menggeruduk kantor balai desa setempat pada Jumat (10/7/2020) gegara ada temuan penerima bansos dobel.

Selain temuan penerima bansos dobel, warga datang untuk mempertanyakan penyaluran bantuan sosial (bansos) Covid-19 yang diduga salah sasaran. Berdasarkan pantauan Solopos.com, warga mulai berdatangan ke Balai Desa Wironanggan Jumat sekitar pukul 09.00 WIB.

Perwakilan warga Parmadi menyodorkan data temuan penyaluran bansos baik dari pusat, provinsi, maupun kabupaten banyak salah sasaran. Bahkan beberapa warga dalam satu kartu keluarga (KK) tercatat mendapatkan bansos.

Rekomendasi Saham 19 Juli, Simak Saham-Saham Menarik Ini

"Ini kan aneh sekali. Ada di satu keluarga terima dua bantuan. Ada juga yang kondisinya tidak terdampak Covid-19 tapi dapat bantuan, sedangkan yang butuh tidak dapat," ungkap dia.

Dia juga menyampaikan sikap kepala desa yang arogan dan tidak mau mendengarkan keluhan warga. Padahal warga berulang kali menyampaikan laporan tentang tidak meratanya penyaluran bansos yang dikucurkan pemerintah di Desa Wironanggan.

Pembukaan CFD Karanganyar Tunggu Pandemi Covid-19 Usai

Kades Tidak Cepat Merespons Keluhan Warga

Namun, kades enggan menanggapi bahkan menyepelekan laporan warga, termasuk laporan soal penerima bansos dobel. "Jadi hari ini kami datang ke balai desa," tutur Parmadi.

Warga lain Sriyanti mengeluhkan tak menerima bansos Covid-19. Padahal, warga di lingkungannya semua mendapatkan bantuan tersebut. Bahkan ada warga menerima bansos dobel.

Dia mengaku kondisi ekonomi keluarganya sangat terdampak pandemi Covid-19. Suaminya buruh dan dua anaknya walaupun bekerja, pendapatannya tidak mencukupi.

Tugu Perguruan Silat di Sragen Diinventarisasi, Benarkah Ada 193?

"Saya ini bingung. Tetangga semua dapat. Tapi saya yang keluarga terdampak corona tidak dapat. Suami saya buruh, anak jualan hik tidak laku, satu anak kerja di pabrik sudah oglongan [tidak masuk setiap hari] karena corona," kata dia.

Dia berharap pemerintah desa setempat bisa memperbaiki data sehingga penyaluran bantuan sosial lebih tepat sasaran. Termasuk, data penerima bansos yang dobel.

Perwakilan warga ditemui langsung Camat Gatak Sumi Rahayu, Kapolsek Gatak AKP Yulianto, Danramil Arh. Eko Yanu, dan Kepala Desa (Kades) Wironanggan Dwi Sauratmanto didampingi Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Hingga Jumat hampir pukul 11.00 WIB pertemuan masih berlangsung.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom

Pasang Baliho