PENENGGELAMAN KAPAL ASING : KNTI: Banyak Kapal Asing Berkeliaran di Perairan RI

PENENGGELAMAN KAPAL ASING : KNTI: Banyak Kapal Asing Berkeliaran di Perairan RI

SOLOPOS.COM - ilustrasi (JIBI/Solopos/dok)

Penenggelaman kapal asing tak serta merta menghentikan kapal asing beroperasi di wilayah RI.

Solopos.com, JAKARTA - Pemerintah beserta instansi terkait telah berulang kali menenggelamkan kapal asing yang tertangkap melakukan pelanggaran di perairan RI. Meski demikian, Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) masih menemukan sejumlah kapal asing beroperasi di Indonesia.

"Banyak terpantau kapal-kapal berbendera Tiongkok. Kami mengenali dari kode MMSI (Maritime Mobile Service Identity) berupa 9 digit yang berfungsi sebagai identitas kapal yang dikirim dalam bentuk digital melalui saluran frekuensi radio," kata Ketua Bidang Analisis Strategis dan Kebijakan Publik DPP KNTI Suhana dalam konferensi pers di kantor KNTI di Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (27/5/2015).

Menurut Suhana, pergerakan kapal asing itu bisa diawasi secara otomatis melalui laman www.marinetraffic.com.

Suhana mengimbau berbagai pihak dapat memanfaatkan fasilitas gratis di www.marinetraffic.com yang menyediakan data satelit AIS, yang merupakan sistem pelacakan otomatis yang digunakan pada kapal dengan pelayanan lalu lintas kapal untuk mengindetifikasi dan menemukan kapal oleh pertukaran data elektronik.

Ia mencontohkan, pada Sabtu (23/5/2015) lalu ada sekitar enam kapal berbendera RRT yang terpantau di perairan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), yang terpantau ada di Selat Makassar dan Teluk Tomini.

"Yang menarik di Teluk Tomini, yang menunjukkan perairan kita masih sangat kosong sehingga dimanfaatkan kapal-kapal asing untuk memasuki perairan Indonesia," kata dia.

Pada saat ada di perairan Indonesia, ujar dia, kapal berinisial L itu ketika berada di perairan Indonesia, AIS-nya kerap menyala dan mati kembali.

Sedangkan posisi terakhir dari kapal tersebut, lanjut Suhana, pada 25 Mei 2015 sudah kembali ke perairan Tiongkok.

"Dia ada di perairan kita tiga hari, saya tidak bisa menunjukkan berapa kerugian karena tidak tertangkap tangan. Saya cek di KKP, kapal ini tidak terdaftar," jelasnya.

Sebelumnya, Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (Kiara) menginginkan berbagai pihak untuk terus mewaspadai banyaknya kapal buatan asing yang mengincar sumber daya laut termasuk komoditas perikanan di kawasan perairan Republik Indonesia.

"Bayangkan, ada 6.000 lebih kapal eks-asing yang masih berkeliaran di luar perairan Indonesia pascapemberlakuan moratorium," kata Sekretaris Jenderal Kiara Abdul Halim kepada Antara di Jakarta, Kamis (21/5/2015).

Kapal-kapal itu, ujar Abdul Halim, dinilai bisa menjelma menjadi kapal-kapal baru yang kembali mencuri ikan dan menjarah sumber daya di perairan nasional.

Sementara itu, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengemukakan penenggelaman sebanyak 41 kapal penangkap ikan asing yang telah mencuri ikan di kawasan perairan Indonesia adalah untuk menjaga sumber daya laut nasional.

"Kami telah menyelesaikan proses hukum terhadap 41 kapal ikan asing," kata Susi Pudjiastuti di kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta, Rabu (20/5/2015).

 

Berita Terkait

Berita Terkini

Israel Tewaskan 7 Warga Palestina di Tepi Barat

Tujuh orang warga Palestina meninggal dunia pada Jumat (14/5/2021) akibat aksi kekerasan pasukan Israel yang membubarkan aksi unjuk rasa mereka.

Pengrajin Jamu Gendong Asal Sukoharjo Tak Pulang Kampung, Sebelum Ramadan Sudah Kulakan Dulu

Sebagian pengrajin jamu asal Nguter Sukoharjo memilih tidak pulang ke kampung halaman saat Lebaran 2021. Mereka kulakan bahan baku jamu dalam jumlah besar untuk menambah stok jamu sebelum bulan puasa.

Ini Alasan Mantan Tetap Ingin Berteman, Terima atau Tidak?

Ada sejumlah penyebab melandasi niatan sang mantan ingin tetap berteman.

Benarkah Makan Bawang Merah Berlebihan Bikin Bau Vagina Tak Sedap?

Makan bawang merah bisa memicu bau tak sedap pada vagina.

Partai Golkar Kecam Keras Serangan Israel ke Palestina

Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto menyatakan pihaknya mengecam keras serangan tentara Israel terhadap rakyat Palestina.

Penonton Liga Inggris Bisa Sepenuhnya Datangi Stadion di Musim Ini

Pengelola Premier League Inggris berencana membuka akses bagi para penonton untuk menonton di stadion pada musim 2021- 22 ini.

Duh! Sampah Petasan Kotori Alun-Alun Pengging Boyolali

Alun-Alun Pengging Boyolali dikotori dengan keberadaan sampah. Sebagian besar sampah itu adalah serpihan-serpihan kertas bekas petasan.

Makin Brutal, Pemboman Israel Tewaskan Satu Keluarga Palestina

Pemboman oleh pasukan Israel pada Kamis (13/5/2021) malam menumpas habis seluruh anggota sebuah keluarga Palestina di wilayah utara Jalur Gaza.

Ada Larangan Mudik, Bus dan Truk yang Masuk Solo Turun Drastis

Jumlah bus dan truk yang keluar masuk Kota Solo menurun drastis selama pemberlakuan larangan perjalanan mudik oleh Kementerian Perhubungan.

Satgas Covid-19 Evaluasi Kasus Selama Libur Lebaran

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Sukoharjo, Yunia Wahdiyati, mengatakan belum bisa memperkirakan apakah terjadi lonjakan kasus Covid-19 selama libur Lebaran.

Resiliensi Sektor informal

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa, 4 Mei 2021. Esai ini karya Muhammad Taufik Nandito, mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyan Surakarta dan aktif di Lingkar Studi Sasadara di Kleco, Kota Solo.

Lebaran, 8 Balon Udara Dilaporkan Terbang di Langit Indonesia

Sebanyak 8 balon udara dilaporkan berada di langit Indonesia saat momentum Lebaran tahun ini. Sejauh ini, belum ada laporan balon udara melintas di langit Solo.