PENEMUAN MAYAT SRAGEN : Potongan Kaki Manusia Ditemukan di Bengawan Solo, Milik Siapa?
Ilustrasi potongan kaki (Thinkstock)

Solopos.com, SRAGEN – Warga Desa Sidodadi, Masaran, Sragen dikejutkan dengan penemuan potongan kaki di tepi Sungai Bengawan Solo, Sabtu (30/8/2014). Temuan tersebut berupa potongan kaki kanan dari telapak hingga lutut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com, potongan kaki tersebut ditemukan sejumlah penambang pasir Sabtu sekitar pukul 15.00 WIB. Potongan kaki tepatnya ditemukan di wilayah Dukuh Kembangan, Desa Sidodadi tak jauh dari Jembatan Sidodadi.

Kepala Desa Sidodadi, Ngatimin, membenarkan temuan tersebut. Disampaikannya, potongan kaki kali pertama ditemukan para penambang pasir bernama Sunyoto dan Wahdadi.

“Saya mendapat laporan dari warga kemudian diteruskan ke polsek sekitar pukul 15.00 WIB. Sekitar pukul 16.00 WIB itu tim dari kepolisian datang. Potongan kaki itu ditemukan penambang yang kebetulan melintas di wilayah itu,” jelas dia saat dihubungi Solopos.com, Minggu (31/8/2014).

Potongan Kaki Bau Busuk

Dia menjelaskan saat ditemukan potongan kaki itu sudah mengeluarkan bau busuk. Hanya, kondisi potongan masih keras. “Potongannya halus dari telapak sampai lutut. Kondisinya masih keras dan jari-jarinya juga tampak utuh,” urai dia.

Saat ditemukan, jelas dia, potongan kaki tersebut terbalut kain. Diakuinya, potongan kaki tersebut sudah ada ditepi sungai sekitar tiga hari silam.

“Sebenarnya sudah tiga hari. Tetapi, masih ragu-ragu mau dilaporkan. Disangkanya kaki boneka. Setelah dicek ternyata kaki manusia. Saat ditemukan itu potongan kaki terbalut kain berwarna biru,” jelasnya.

Ditambahkannya, warga sebelumnya juga menaruh curiga terhadap bungkusan tas palstik yang ada disekitar potongan kaki. Namun, setelah dicek ternyata bungkusan tersebut berisi bangkai babi. “Potongan kaki sudah diamankan polisi,” tukas dia.

Kaki Diamputasi

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Sragen, AKP Yohanes Trisnanto, membenarkan temuan tersebut. Dari hasil pemeriksaan medis, kemungkinan potongan kaki tersebut merupakan hasil tindakan medis karena bekas potongan yagn terlihat rapi dan halus.

Saat ditemukan, lanjut dia, potongan kaki itu terbungkus perban. “Ada jejak sudah pernah mendapat perawatan medis ditandai bekas jahitan sepanjang tujuh sentimeter,” urai dia.

Disinggung potongan kaki tersebut berasal dari korban mutilasi, pihaknya menjelaskan biasanya mutilasi dilakukan menggunakan peralatan seadanya serta bekas potongan hasil mutilasi terkesan kasar serta tak teratur.

Meski demikian, pihaknya menegaskan hingga kini masih melakukan penyelidikan atas temuan potongan kaki itu.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom